Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karyawan Pabrik Mi Tewas Terjebak di Mesin Mikser, Polisi Periksa 5 Saksi

Kompas.com - 24/05/2024, 18:33 WIB
Reza Rifaldi,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terkait kematian karyawan berinisial BP (25). Diketahui BP mengalami kecelakaan kerja saat membersihkan mesin mikser atau pengaduk bumbu Mi instan.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Devi Sujana mengatakan, pihaknya masih  memeriksa sejumlah saksi terkait insiden tersebut. 

Baca juga: Karyawan Pabrik Mi Instan di Makassar Tewas, Terjebak di Mesin Pengaduk Bumbu

"Untuk penyelidikan masih berjalan, baik pemeriksaan terhadap saksi-saksi, hasil visum, maupun yang lainnya. Saksi-saksi yang diperiksa, dari pihak internal perusahaan," jelas Devi kepada awak media di Mapolrestabes Makassar, Jumat (24/5/2024).

Kata Devi, sejauh ini pihaknya telah memeriksa total lima orang saksi termasuk pihak perusahaan.

"Sejauh ini yang diperiksa sudah lima saksi. Pemeriksaan terhadap pemilik perusahaan terkait kelalaian SOP," ucapnya.

Sebelumnya, nasib malang dialami karyawan berinisial BP (25) yang berkerja di salah satu pabrik Mi instan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pria nahas itu tewas setelah tubuhnya masuk ke dalam mesin mikser atau pengaduk bumbu. Peristiwa itu pun pastinya membuat heboh seluruh karyawan pabrik.

Diketahui, peristiwa tragis yang menimpa BP itu terjadi di salah satu satu pabrik mie instan di Jalan PU, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulsel, pada Rabu (22/5/2024) siang.

Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf membenarkan perihal peristiwa tragis itu. Kata dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14:30 Wita.

Kejadian bermula saat BP sedang membersihkan mesin pengaduk bumbu dengan kain. Fatalnya, kondisi mesin pengaduk saat itu masih  beroperasi.

Tanpa BP duga, kain tersebut menyangkut ke dalam baling-baling mesin pengaduk.

"Korban berusaha mengambil kain tersebut, sehingga tangan korban tersangkut pada baling mesin mikser," kata Yusuf.

Setelah itu, tubuh BP pun juga ikut masuk ke dalam mesin hingga akhirnya meregang nyawa.

Dari informasi, pihak keluarga telah memakamkan BP di kampung halamannya di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Makassar
Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Makassar
Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Makassar
Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com