Arfandi Tewas Usai Ditangkap, Keluarga Minta Polri Pecat Oknum Polisi yang Terlibat

Kompas.com - 17/05/2022, 05:44 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Mukram, ayah almarhum, Muh Arfandi Ardiansyah (18) meminta Polri pecat anggota Polrestabes Makassar yang diduga menganiaya dan menyiksa anaknya hingga tewas.

"Saya minta pihak kepolisian untuk memecat para pembunuh anakku. Kapolri atau Kapolda Sulsel memecat anggotanya yang arogan yang mengakibatkan anak saya meninggal dunia," pinta Mukram saat ditemui di rumahnya, Senin (16/5/2022) malam.

Mukram akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan atas kematian anaknya yang dituduh sebagai bandar narkoba.

"Ada saksi yang melihat anak saya ditangkap di terowongan Rappokalling. Bahkan anak saya sempat meminta tolong, karena dipukuli oleh tujuh orang polisi. Jadi sekitar 30 menit anak saya dipukuli disitu, Minggu (15/5/2022) sekitar pukul 02.00 WITA," ungkapnya.

Baca juga: Pemuda Makassar Tewas Setelah Ditangkap, 8 Anggota Satnarkoba Polrestabes Makassar Diperiksa Propam, 1 di Antaranya Perwira

Mukram mengatakan, dugaan penganiayaan oknum polisi terhadap anaknya sempat direkam oleh warga sekitar. Namun oknum polisi mengancam menggunakan pistol, agar rekaman video di handphone warga dihapus.

"Hapus ki itu, saya tembaki ko itu. Jadi warga takut dan langsung menghapus video tersebut," kata Mukram menirukan pengakuan warga yang menjadi saksi penganiayaan anaknya.

Saat ditanya keberadaan anaknya di sekitar terowongan Rappokalling pada tengah malam, Mukram mengaku jika memenuhi ajakan temannya makan sari laut. Setelah makan, anaknya kemudian pulang.

"Saya sudah laporkan anggota polisi yang bunuh anak saya ke Propam Polda Sulsel, Minggu (15/5/2022) malam. Kalau kasus ini tidak tuntas, saya akan laporkan hingga ke Mabes Polri dan bahkan akan mengerahkan massa untuk berunjukrasa," tegasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Muh Arfandi Ardiansyah (18) warga Jl Kandea 2, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar tewas setelah ditangkap anggota Polrestabes Makassar terkait kasus dugaan narkoba, Senin (15/5/2022) dinihari. Sekujur tubuh Arfandi penuh luka memar lebam diduga penganiayaan dan penyiksaan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Komang Suartana mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan Propam. Selain itu juga menunggu hasil pemeriksaan Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel.

"Terkait dugaan penganiayaan, penyiksaan hingga setrum terhadap Arfandi, masih diselidiki. Kita tunggu hasil dari Propam dan Biddokkes," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Penghubung Antar Kecamatan di Luwu Utara Rusak, Warga Tanam Pisang dan Tulis Pesan

Jalan Penghubung Antar Kecamatan di Luwu Utara Rusak, Warga Tanam Pisang dan Tulis Pesan

Makassar
Diculik, Bocah 14 Tahun di Maros Ditemukan Selamat, Jadi Jaminan Saat Pelaku Ambil Rp 4,5 Juta di Agen Bank

Diculik, Bocah 14 Tahun di Maros Ditemukan Selamat, Jadi Jaminan Saat Pelaku Ambil Rp 4,5 Juta di Agen Bank

Makassar
Perempuan 67 Tahun di Makassar Dibunuh Saat Tagih Utang Rp 500.000, Pelaku Pasangan Suami Istri

Perempuan 67 Tahun di Makassar Dibunuh Saat Tagih Utang Rp 500.000, Pelaku Pasangan Suami Istri

Makassar
Heboh, Ular Piton Sepanjang 5 Meter Ditemukan Melilit di Mesin Mobil

Heboh, Ular Piton Sepanjang 5 Meter Ditemukan Melilit di Mesin Mobil

Makassar
Jelang Idul Adha, 3.300 Pemudik Tiba dari Malaysia dan Kalimantan di Pelabuhan Nusantara Parepare

Jelang Idul Adha, 3.300 Pemudik Tiba dari Malaysia dan Kalimantan di Pelabuhan Nusantara Parepare

Makassar
Remaja yang Dilaporkan Hilang di Hutan Gunung Tompobulu Maros Ditemukan Selamat

Remaja yang Dilaporkan Hilang di Hutan Gunung Tompobulu Maros Ditemukan Selamat

Makassar
Sedang Magang, Mahasiswi UKI Toraja Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 6 Graha Pena Makassar

Sedang Magang, Mahasiswi UKI Toraja Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 6 Graha Pena Makassar

Makassar
Bocah 14 Tahun di Maros Diduga Diculik OTK, Korban Diiming-imingi Uang Rp 50.000

Bocah 14 Tahun di Maros Diduga Diculik OTK, Korban Diiming-imingi Uang Rp 50.000

Makassar
Sembako Mahal, Pemkot Parepare Gelar Pasar Murah di 22 Kelurahan

Sembako Mahal, Pemkot Parepare Gelar Pasar Murah di 22 Kelurahan

Makassar
Kalah di Pengadilan, BNI Makassar Dituntut Ganti Deposito Nasabah Hilang Rp 65 M

Kalah di Pengadilan, BNI Makassar Dituntut Ganti Deposito Nasabah Hilang Rp 65 M

Makassar
Pertontonkan Aksi Pornografi Sambil Naik Motor, Transpuan di Makassar Ditangkap Polisi

Pertontonkan Aksi Pornografi Sambil Naik Motor, Transpuan di Makassar Ditangkap Polisi

Makassar
Satu Anggota Khilafatul Muslimin di Makassar Baiat Kembali Setia ke NKRI

Satu Anggota Khilafatul Muslimin di Makassar Baiat Kembali Setia ke NKRI

Makassar
Mahasiswi UKI Toraja Tewas Terjatuh dari Lantai 6 Graha Pena Makassar

Mahasiswi UKI Toraja Tewas Terjatuh dari Lantai 6 Graha Pena Makassar

Makassar
Anggota TNI Dikeroyok 4 Juru Parkir di Makassar, Para Pelaku Masih Pelajar

Anggota TNI Dikeroyok 4 Juru Parkir di Makassar, Para Pelaku Masih Pelajar

Makassar
Terlibat Adu Mulut dengan Juru Parkir, Anggota TNI di Makassar Dikeroyok Warga, 4 Orang Diamankan

Terlibat Adu Mulut dengan Juru Parkir, Anggota TNI di Makassar Dikeroyok Warga, 4 Orang Diamankan

Makassar
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.