Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Viral Karyawan Dipecat Setelah Tanyakan THR, Ini Faktanya Setelah Mediasi Disnaker Makassar

Kompas.com - 27/04/2022, 13:53 WIB
Hendra Cipto,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com – Cerita mengenai Syamsul Arif Putra, seorang karyawan di Makassar, Sulawesi Selatan, viral setelah mengungkapkan bahwa dirinya dipecat hanya karena mempertanyakan tunjangan hari raya (THR).

Kisahnya kemudian dimuat di sejumlah media sosial, sehingga dilakukan mediasi antara Syamsul dan perusahaannya lewat Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Makassar, Rabu (27/4/2022).

Saat dikonfirmasi, Syamsul mengaku bahwa sebelum pemecatan tersebut dirinya lebih dulu mempertanyakan soal THR kepada perusahaan tempat dirinya bekerja. Beberapa karyawan lainnya pun terlebih dahulu mempertanyakan soal hari libur pada hari raya.

Baca juga: Mabes TNI AD Perintahkan Komandan Satuan Larang Prajurit Minta THR

Syamsul mengatakan, saat itu dirinya menanyakan, jika memang ada THR, seharusnya perusahaan mengemukakan supaya dia dan teman-temannya tidak berharap.

“Tapi, belakangan saya dibilang tidak pintar beradaptasi dan belum bisa membuat dokumen, bagusnya Syamsul di istirahatnya dalam waktu tidak ditentukan. Aturan orang diistirahatkan sama dengan orang yang dirumahkan, jadi harus tetap dapat gaji bulanan karena ada aturannya itu,” katanya.

Syamsul menuturkan, orang yang diberhentikan oleh perusahaan itu ada tahapannya. Ada aturan yang mengatur hal itu, yakni tujuh hari sebelum dipecat sudah diberitahukan terlebih dahulu, sehingga karyawan yang diberhentikan mempunyai persiapan mencari pekerjaan baru.

Dia juga mengaku, dirinya telah mendapat surat peringatan (SP) ke-2 pada 6 April 2022 dengan alasan beberapa kali kedapatan tidur saat jam kerja. Namun, dalam surat SP-2 yang diterimanya masalah dokumen.

“Jadi tidak nyambung ini masalah tidur dan dokumen pada SP 2 itu sampai saya diberhentikan setelah menanyakan soal THR. Saya terima jika dipecat, tapi bayarkan dulu THR-ku. Karena saya masih mempunyai hak di sini,” ujarnya.

Syamsul mengungkapkan bahwa dirinya mendapat intimidasi dan pengancaman dari perusahaan, di mana dirinya akan dilaporkan ke polisi terkait kasus pencemaran nama baik.

Baca juga: Kemenaker Terima 4.058 Aduan Terkait Pembayaran THR

“Saya juga sudah melaporkan lebih dulu ini perusahaan ke Dinasker, Senin 25/4/2022). Setelah diberhentikan pada Sabtu (24/4/2022). Sekarang sudah ada mediasi di Disnaker dan hasilnya pembayaran THR,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Karya Alam Selaras, Ridwan, membantah bahwa Syamsul diberhentikan karena menanyakan soal THR. Pasalnya, Syamsul diberhentikan karena tidak memenuhi progres, tidak mencapai target kinerja, dan berperilaku kurang baik.

Dia menyebutkan, pemberitaan media mengenai perusahaan memecat Syamsul karena menanyakan THR sangatlah keliru.

“Media harus mengganti tagline-nya itu bahwa karyawan ini dipecat karena tidak memenuhi progres, tidak mencapai target kinerja, dan berperilaku kurang baik,” bantahnya.

Ridwan menjelaskan, saat Syamsul mempertanyakan soal THR itu belum ada keputusan dari pimpinan dan masih dalam pembahasan. Sehingga, saat itu belum satu pun karyawan yang telah menerima THR.

“Perusahaan menilai kinerja Syamsul kurang baik dan terdapat catatan buruk selama enam bulan bekerja. Di mana, Syamsul sudah mendapatkan SP 2 sebelum mempertanyakan soal THR, yakni pada 6 April 2022. Syamsul kedapatan beberapa kali tidur saat jam kerja berlangsung,” bebernya.

Baca juga: Jelang Lebaran, 2.982 ASN Pemkab Keerom Terima THR

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perang-perangan Berujung Tawuran yang Libatkan Orang Dewasa dalam Momen Lebaran di Polewali Mandar

Perang-perangan Berujung Tawuran yang Libatkan Orang Dewasa dalam Momen Lebaran di Polewali Mandar

Makassar
Paman di Konawe Bunuh Keponakan Sendiri Sehari Setelah Lebaran

Paman di Konawe Bunuh Keponakan Sendiri Sehari Setelah Lebaran

Makassar
Libur Lebaran, Pantai Indah Bosowa Diserbu Pengunjung

Libur Lebaran, Pantai Indah Bosowa Diserbu Pengunjung

Makassar
Diduga Hilang Kendali Saat Setir Motor, Pemuda di Makassar Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Diduga Hilang Kendali Saat Setir Motor, Pemuda di Makassar Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Makassar
Momen Haru Narapidana Lapas Palopo Bertemu Keluarga, Berpelukan hingga Makan Bersama

Momen Haru Narapidana Lapas Palopo Bertemu Keluarga, Berpelukan hingga Makan Bersama

Makassar
Warga di Luwu Utara Rayakan Lebaran dalam Kondisi Banjir

Warga di Luwu Utara Rayakan Lebaran dalam Kondisi Banjir

Makassar
519 Napi Lapas Kelas IIA Palopo Dapat Remisi Idul Fitri, Kalapas: Negara Hemat Rp 336 Juta

519 Napi Lapas Kelas IIA Palopo Dapat Remisi Idul Fitri, Kalapas: Negara Hemat Rp 336 Juta

Makassar
5.931 Napi di Sulsel Dapat Remisi Lebaran, 14 di Antaranya Langsung Bebas

5.931 Napi di Sulsel Dapat Remisi Lebaran, 14 di Antaranya Langsung Bebas

Makassar
Aniaya dan Ludahi Wanita, Pria di Kendari Terancam Penjara 2 Tahun, Videonya Viral

Aniaya dan Ludahi Wanita, Pria di Kendari Terancam Penjara 2 Tahun, Videonya Viral

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Rabu 10 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Rabu 10 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Makassar
1.878 KK Terdampak Banjir Bandang di Gorontalo Utara

1.878 KK Terdampak Banjir Bandang di Gorontalo Utara

Makassar
Hujan Deras, Jalan Penghubung Antardaerah di Latuppa Palopo Tertutup Longsor

Hujan Deras, Jalan Penghubung Antardaerah di Latuppa Palopo Tertutup Longsor

Makassar
Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H, BMKG Makassar : Posisi Hilal 5 Derajat

Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H, BMKG Makassar : Posisi Hilal 5 Derajat

Makassar
Jelang Lebaran, 19.000 Penumpang Kapal Pelni Turun di Pelabuhan Murhum Baubau

Jelang Lebaran, 19.000 Penumpang Kapal Pelni Turun di Pelabuhan Murhum Baubau

Makassar
Longsor Tutup Jalan Antardesa di Toraja Utara, Aktivitas Warga Lumpuh

Longsor Tutup Jalan Antardesa di Toraja Utara, Aktivitas Warga Lumpuh

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com