Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/10/2022, 05:49 WIB

KOMPAS.com - Makassar memang tak kehabisan sajian kuliner yang dapat memanjakan lidah, salah satunya adalah Barongko.

Barongko adalah kue basah tradisional khas Bugis Makassar dengan bahan utama pisang kepok atau dalam bahasa Bugis disebut utti manurung.

Baca juga: 5 Tradisi Unik Suku Bugis, dari Mappalette Bola hingga Sigajang Laleng Lipa

Sebagai kue tradisional yang memiliki keistimewaan tersendiri, Barongko bahkan telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya takbenda melalui SK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bernomor 60128/MPK.E/KB/2017.

Baca juga: Resep Barongko, Kue Tradisional dari Pisang Khas Bugis Makassar

Lalu apa yang sebenarnya membuat sajian Barongko khas Bugis Makassar ini begitu istimewa?

Baca juga: Mengetahui Asal Suku Bugis, Pelaut Handal dari Sulawesi Selatan

Keistimewaan Rasa Barongko

Barongko menjadi kegemaran banyak orang karena cita rasanya yang legit, manis, gurih, dan lezat.

Cita rasa ini didapat dari bahan utamanya yaitu pisang kepok matang yang dihaluskan, dan dicampur dengan gula, santan, dan telur ayam.

Aroma lezat Barongko juga didapat dari dengan irisan nangka yang dalam bahasa Bugis disebut panasa, yang juga dicampurkan ke dalam adonan.

Selanjutnya, adonan Barongko akan dibungkus dengan daun pisang dan dikukus sampai masak.

Barongko nikmat dimakan saat masih panas atau dingin, dan biasanya disajikan sebagai teman kopi atau teh.

Keistimewaan Filosofi Barongko

Bagi orang Bugis Makassar, Barongko menjadi hidangan istimewa karena tidak hanya dilihat sebagai kudapan biasa namun menjadi makanan yang penuh filosofi.

Dilihat dari asal namanya, Barongko merupakan singkatan dari 'barangku mua udoko', yang dalam bahasa Bugis artinya 'barangku sendiri yang kubungkus'.

Secara harfiah memang adonan Barongko dimasak dan disajikan dengan dibungkus menggunakan daun pisang

Namun bagi orang Bugis Makassar, arti membungkus atau menjaga harga diri merupakan amalan dari nilai siri’ dengan maksud untuk menjaga harkat dan martabat diri sendiri dan keluarga.

Selain itu, makna Barongko juga didapat dari adonan dan pembungkusnya yang selaras memanfaatkan buah dan daun pisang.

Hal ini menggambarkan keharmonisan yang didapat dalam rumah tangga apabila kedua mempelai memiliki hati dan perilaku yang baik.

Sementara rasa manis dan gurih Barongko memiliki harapan akan kesejahteraan dalam kehidupan rumah tangga, baik dalam bentuk rezeki maupun keturunan.

Filosofi kejujuran dalam setiap gigitan Barongko didapat dari irisan nangka atau panasa yang terkait dengan ungkapan Bugis yaitu 'Iyyana kuala sappo unganna panasaé nabélona kanukué' yang artinya 'kuambil sebagai pagar diri dalam rumah tangga ialah kejujuran dan kesucian'.

Dari ungkapan tersebut, istilah 'Unganna panasaé' yang disebut lempu mengandung arti kejujuran.

Sedangkan istilah 'nabélona kanukué' adalah pacci atau paccing mengandung arti kesucian.

Hal ini yang membuat Barongko kerap dihidangkan pada pelaksanaan upacara adat seperti pernikahan bahkan dihidangkan untuk menjamu tamu kehormatan.

Sumber:
kebudayaan.kemdikbud.go.id 
indonesia.go.id
tribunnewswiki.com

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SPBU di Toraja Utara Terbakar, Terdengar Ledakan, Warga Panik

SPBU di Toraja Utara Terbakar, Terdengar Ledakan, Warga Panik

Makassar
Jembatan di Pinrang Nyaris Roboh, Bergoyang Hebat jika Dilewati

Jembatan di Pinrang Nyaris Roboh, Bergoyang Hebat jika Dilewati

Makassar
Polisi di Sulsel yang Coba Bunuh Diri Disebut Sering Kalah Judi hingga Terlilit Utang Bank dan Pinjol

Polisi di Sulsel yang Coba Bunuh Diri Disebut Sering Kalah Judi hingga Terlilit Utang Bank dan Pinjol

Makassar
Polisi dan Anaknya di Parepare Dikeroyok Pemuda Mabuk yang Ditegur Hendak Balapan Liar

Polisi dan Anaknya di Parepare Dikeroyok Pemuda Mabuk yang Ditegur Hendak Balapan Liar

Makassar
24 Kios di Pasar Terong Makassar Terbakar, Diduga akibat Korsleting

24 Kios di Pasar Terong Makassar Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 5 Februari 2023: Hujan Ringan Pagi hingga Malam

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 5 Februari 2023: Hujan Ringan Pagi hingga Malam

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 4 Februari 2023: Pagi Hujan Ringan, Siang Berawan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 4 Februari 2023: Pagi Hujan Ringan, Siang Berawan

Makassar
Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dihajar Keluarga dan Warga Sekitar

Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dihajar Keluarga dan Warga Sekitar

Makassar
Bripda YL Coba Bunuh Diri Sayat Leher dan Tusuk Perut, Diduga Depresi dan Terjebak Pinjol

Bripda YL Coba Bunuh Diri Sayat Leher dan Tusuk Perut, Diduga Depresi dan Terjebak Pinjol

Makassar
Bosan dengan Janji-janji, Warga di Toraja Utara Blokade Jalan Penghubung 7 Desa

Bosan dengan Janji-janji, Warga di Toraja Utara Blokade Jalan Penghubung 7 Desa

Makassar
Bukan Coba Ilmu Kebal, Anggota Polda Sulsel yang Sayat Leher dan Tusuk Perutnya Sendiri Ternyata Ingin Bunuh Diri

Bukan Coba Ilmu Kebal, Anggota Polda Sulsel yang Sayat Leher dan Tusuk Perutnya Sendiri Ternyata Ingin Bunuh Diri

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 3 Februari 2023: Pagi hingga Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 3 Februari 2023: Pagi hingga Sore Hujan Ringan

Makassar
Katokkon, Cabai Khas Tana Toraja yang Lebih Pedas dari Rawit Biasa

Katokkon, Cabai Khas Tana Toraja yang Lebih Pedas dari Rawit Biasa

Makassar
Penganiaya Juru Parkir di Wajo adalah Anak Anggota DPRD Fraksi Golkar, Sempat Ajak Korban Damai

Penganiaya Juru Parkir di Wajo adalah Anak Anggota DPRD Fraksi Golkar, Sempat Ajak Korban Damai

Makassar
Sempat Ajak Korban Damai, Anak Anggota DPRD Wajo yang Aniaya Tukang Parkir Kini Ditahan

Sempat Ajak Korban Damai, Anak Anggota DPRD Wajo yang Aniaya Tukang Parkir Kini Ditahan

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.