Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Sita Rp 1 Miliar Aset TPPU Jaringan Narkoba UNM Makassar

Kompas.com - 25/11/2023, 15:47 WIB
Reza Rifaldi,
Reni Susanti

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Jajaran Dit Resnarkoba Polda Sulsel mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus peredaran narkoba di lingkungan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

Untuk diketahui, pada awal Juni 2023, polisi mengungkap jaringan narkoba di UNM Makassar.

Polisi saat itu menemukan brankas yang disembunyikan para tersangka dalam tanah di salah satu sekertariat di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM Parangtambung.

Baca juga: Alasan Wisudawan UNM Minta Kapolri Usut Pembunuhan Ayahnya

Brankas yang diamankan tersebut berukuran 35 cm x 25 cm x 25 cm. Brankas ditanam dalam lubang selebar 40x40 cm.

Dalam brankas itu didapatkan sejumlah sachet kosong kecil, satu sachet ekstasi, ganja, dan catatan penyaluran narkotika.

Di kasus ini juga, polisi menetapkan enam orang tersangka masing-masing berinisial S (25), SAH (32), MA (33), AG (34), M (36), dan RR (37).

Baca juga: Dua Tersangka Bentrokan Senior Vs Junior di UNM Makassar Otomatis DO

Berdasarkan hasil interogasi polisi, para tersangka ini berperan sebagai kurir barang haram. Sementara pengendalinya merupakan narapidana berinisial SAN yang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Jeneponto.

Seiring berjalannya waktu, polisi melakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap SAN. Hasil pemeriksaan polisi, SAN merupakan bandar jaringan narkoba tersebut.

Berdasarkan informasi, hasil kejahatan SAN itu digunakan untuk keperluan hidup bersama seorang wanita berinisial SK.

Kasubdit I Dit Resnarkoba Polda Sulsel AKBP Daryanto, membenarkan sejumlah aset bandar narkoba tersebut diamankan pihaknya dalam kasus TPPU.

"Ini yang kaitannya kemarin itu loh, UNM. Yang disita, motor sama mobil. Ada juga buku tabungan, alat baju rias, penyewaan baju rias," ucapnya dikonfirmasi awak media, Sabtu (25/11/2023) siang.

Sementara, Wadir Resnarkoba Polda Sulsel, AKBP Ardiansyah mengatakan, aset milik SAN yang diamankan terdiri dari satu unit mobil mewah, satu motor mewah, beberapa barang bermerek, dan tabungan dengan total hampir Rp 1 miliar.

"Iya, bentuknya kendaraan, motor 250 cc dengan mobil jenis HRV. Satu mobil, satu motor," jelas Ardiansyah saat dikonfirmasi awak media.

Ardiansyah menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memutus bisnis para bandar narkoba dengan TPPU sehingga asetnya dapat disita dan diberikan kepada negara.

"Ini merupakan bentuk komitmen dan perintah tegas pimpinan untuk mengusut sampai akarnya sehingga dengan menggunakan jeratan TPPU dan untuk memiskinkan para bandar," tandasnya.

Sebelumnya, SAN narapidana Rutan Kelas IIB Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mengendalikan peredaran narkoba ke Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Sulsel, Suprapto saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (15/6/2023) lalu.

"Iya betul, narapidana yang bersangkutan (SAN) tidak hanya akan diproses secara pidana di peradilan, melainkan dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security di Nusakambangan untuk menjalani pidana di sana," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perang-perangan Berujung Tawuran yang Libatkan Orang Dewasa dalam Momen Lebaran di Polewali Mandar

Perang-perangan Berujung Tawuran yang Libatkan Orang Dewasa dalam Momen Lebaran di Polewali Mandar

Makassar
Paman di Konawe Bunuh Keponakan Sendiri Sehari Setelah Lebaran

Paman di Konawe Bunuh Keponakan Sendiri Sehari Setelah Lebaran

Makassar
Libur Lebaran, Pantai Indah Bosowa Diserbu Pengunjung

Libur Lebaran, Pantai Indah Bosowa Diserbu Pengunjung

Makassar
Diduga Hilang Kendali Saat Setir Motor, Pemuda di Makassar Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Diduga Hilang Kendali Saat Setir Motor, Pemuda di Makassar Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Makassar
Momen Haru Narapidana Lapas Palopo Bertemu Keluarga, Berpelukan hingga Makan Bersama

Momen Haru Narapidana Lapas Palopo Bertemu Keluarga, Berpelukan hingga Makan Bersama

Makassar
Warga di Luwu Utara Rayakan Lebaran dalam Kondisi Banjir

Warga di Luwu Utara Rayakan Lebaran dalam Kondisi Banjir

Makassar
519 Napi Lapas Kelas IIA Palopo Dapat Remisi Idul Fitri, Kalapas: Negara Hemat Rp 336 Juta

519 Napi Lapas Kelas IIA Palopo Dapat Remisi Idul Fitri, Kalapas: Negara Hemat Rp 336 Juta

Makassar
5.931 Napi di Sulsel Dapat Remisi Lebaran, 14 di Antaranya Langsung Bebas

5.931 Napi di Sulsel Dapat Remisi Lebaran, 14 di Antaranya Langsung Bebas

Makassar
Aniaya dan Ludahi Wanita, Pria di Kendari Terancam Penjara 2 Tahun, Videonya Viral

Aniaya dan Ludahi Wanita, Pria di Kendari Terancam Penjara 2 Tahun, Videonya Viral

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Rabu 10 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Rabu 10 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Makassar
1.878 KK Terdampak Banjir Bandang di Gorontalo Utara

1.878 KK Terdampak Banjir Bandang di Gorontalo Utara

Makassar
Hujan Deras, Jalan Penghubung Antardaerah di Latuppa Palopo Tertutup Longsor

Hujan Deras, Jalan Penghubung Antardaerah di Latuppa Palopo Tertutup Longsor

Makassar
Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H, BMKG Makassar : Posisi Hilal 5 Derajat

Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H, BMKG Makassar : Posisi Hilal 5 Derajat

Makassar
Jelang Lebaran, 19.000 Penumpang Kapal Pelni Turun di Pelabuhan Murhum Baubau

Jelang Lebaran, 19.000 Penumpang Kapal Pelni Turun di Pelabuhan Murhum Baubau

Makassar
Longsor Tutup Jalan Antardesa di Toraja Utara, Aktivitas Warga Lumpuh

Longsor Tutup Jalan Antardesa di Toraja Utara, Aktivitas Warga Lumpuh

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com