Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rektor UNM di Makassar Bantah Pelaku Peredaran Narkoba Merupakan Alumni: Kami Dirugikan

Kompas.com - 16/06/2023, 18:59 WIB
Darsil Yahya M.,
Khairina

Tim Redaksi

MAKASSAR,KOMPAS.com - Rektor Univesitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam mengaku pihaknya adalah korban dalam kasus peredaran narkoba yang terjadi di lingkup kampusnya.

Dia juga mengatakan, 6 pelaku yang ditangkap polisi bukan merupakan bagian dari kampus UNM, baik itu mahasiswa maupun alumni, tapi masyarakat yang masuk ke dalam kampus untuk menyalahgunakan narkoba.

"Kami menyadari, ini adalah hal yang tidak kami inginkan, tapi pihak UNM adalah korban dari oknum enam orang pelaku dan hasil pengembangan diketahui keenam orang tersebut bukanlah mahasiswa dan bukan pula alumni UNM. Tetapi semua oknum masyarakat luar kampus," katanya saat jumpa pers di Lantai 7 Menara Pinisi UNM, Jumat (16/6/2023).

Baca juga: Ada Brankas Narkoba, UNM Makassar Bakal Tes Urine Massal

Prof Syam juga merasa sangat kaget dengan terungkapnya kasus penyalahgunaan narkoba di kampusnya, hal ini di luar dugaannya, sebab ia merasa sistem pengamanan yang dilakukan sangat ketat.

"Bagaimana bisa orang luar masuk ke dalam kampus bahkan ada ruangan bagi mereka?" Saya pun tidak habis pikir kenapa bisa? padahal catatan SOP pengamanan yang kami terapkan, mustahil bisa terjadi, tapi ini adalah fakta yang ada," ujarnya.

Olehnya itu, Prof Syam mengaku jika pihaknya sangat kecolongan dalam kasus ini, sehingga akan memperketat lagi sistem pengamanan untuk seluruh kampus UNM agar hal ini tak terulang lagi 

"Karena itu kami harus akui, bahwa ternyata sistem pengamanan kampus perlu kami evaluasi dan berbenah lebih baik lagi. Kami UNM benar-benar korban dari kasus ini dan merasa kecolongan," ucapnya.

Baca juga: Napi Pengendali Narkoba di Kampus UNM Makassar Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

Dia juga menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah berhasil mengungkap kasus ini. Menurutnya jika kasus ini tak terungkap maka peredaran narkoba di kampusnya akan terus terjadi.

"Kasus ini membangunkan kita, adaikan tidak ditemukan maka akan berlangsung terus menerus. Rasa hormat kami kepada jajaan Ditnarkoba Polda Sulsel yang sudah membongkar kasus ini," tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, polisi akhirnya angkat bicara ihwal temuan yang disebut bunker yang terletak di salah satu ruangan sekertariat mahasiswa di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Saat dihadirkan dalam ekspose di Aula Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu (11/6/20203) malam, benda yang disebut bunker itu hanyalah sebuah brankas kecil atau safety box berukuran kecil.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso mengatakan, brankas kecil itu di simpan para tersangka dalam tanah ditutup menggunakan besi teralis dan tegel.

"Pertanyaan bahwa ada bunker, di dalamnya ada brankas di dalam tanah, ditututup teralis, kemudian ditutup tegel, tadi mohon maaf agak terlambat untuk menyampaikan karena masih dalam proses evakuasi. Fakta sebenarnya adalah brankas yang ditanam. Ini sudah kita hadirkan," jelas Setyo dihadapan awak media, Minggu malam.

Setyo mengungkapkan brankas ini memiliki ukuran 35 sentimeter panjang, lebar 25 sentimeter dan tinggi 25 sentimeter.

"Ditanam di lubang luas 40x40 sentimeter dimasukkan dengan teralis besi, dilas, kemudian ditutup dengan tegel sehingga tersamarkan," ungkapnya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Perang-perangan Berujung Tawuran yang Libatkan Orang Dewasa dalam Momen Lebaran di Polewali Mandar

Perang-perangan Berujung Tawuran yang Libatkan Orang Dewasa dalam Momen Lebaran di Polewali Mandar

Makassar
Paman di Konawe Bunuh Keponakan Sendiri Sehari Setelah Lebaran

Paman di Konawe Bunuh Keponakan Sendiri Sehari Setelah Lebaran

Makassar
Libur Lebaran, Pantai Indah Bosowa Diserbu Pengunjung

Libur Lebaran, Pantai Indah Bosowa Diserbu Pengunjung

Makassar
Diduga Hilang Kendali Saat Setir Motor, Pemuda di Makassar Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Diduga Hilang Kendali Saat Setir Motor, Pemuda di Makassar Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Makassar
Momen Haru Narapidana Lapas Palopo Bertemu Keluarga, Berpelukan hingga Makan Bersama

Momen Haru Narapidana Lapas Palopo Bertemu Keluarga, Berpelukan hingga Makan Bersama

Makassar
Warga di Luwu Utara Rayakan Lebaran dalam Kondisi Banjir

Warga di Luwu Utara Rayakan Lebaran dalam Kondisi Banjir

Makassar
519 Napi Lapas Kelas IIA Palopo Dapat Remisi Idul Fitri, Kalapas: Negara Hemat Rp 336 Juta

519 Napi Lapas Kelas IIA Palopo Dapat Remisi Idul Fitri, Kalapas: Negara Hemat Rp 336 Juta

Makassar
5.931 Napi di Sulsel Dapat Remisi Lebaran, 14 di Antaranya Langsung Bebas

5.931 Napi di Sulsel Dapat Remisi Lebaran, 14 di Antaranya Langsung Bebas

Makassar
Aniaya dan Ludahi Wanita, Pria di Kendari Terancam Penjara 2 Tahun, Videonya Viral

Aniaya dan Ludahi Wanita, Pria di Kendari Terancam Penjara 2 Tahun, Videonya Viral

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Rabu 10 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Rabu 10 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Makassar
1.878 KK Terdampak Banjir Bandang di Gorontalo Utara

1.878 KK Terdampak Banjir Bandang di Gorontalo Utara

Makassar
Hujan Deras, Jalan Penghubung Antardaerah di Latuppa Palopo Tertutup Longsor

Hujan Deras, Jalan Penghubung Antardaerah di Latuppa Palopo Tertutup Longsor

Makassar
Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H, BMKG Makassar : Posisi Hilal 5 Derajat

Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H, BMKG Makassar : Posisi Hilal 5 Derajat

Makassar
Jelang Lebaran, 19.000 Penumpang Kapal Pelni Turun di Pelabuhan Murhum Baubau

Jelang Lebaran, 19.000 Penumpang Kapal Pelni Turun di Pelabuhan Murhum Baubau

Makassar
Longsor Tutup Jalan Antardesa di Toraja Utara, Aktivitas Warga Lumpuh

Longsor Tutup Jalan Antardesa di Toraja Utara, Aktivitas Warga Lumpuh

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com