Kompas.com - 18/09/2022, 16:13 WIB

KOMPAS.com - Suku Toraja adalah penduduk asli yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.

Masyarakat asli Suku Toraja dikenal dengan berbagai tradisi khas yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.

Baca juga: Mengenal Suku Toraja, dari Asal Usul hingga Tradisi

Sampai saat ini, masyarakat adat Toraja masih menjalankan berbagai tradisi tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang berjalan secara harmonis.

Baca juga: Desa Kete Kesu Toraja: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Cara Menuju

Tradisi Toraja pun tidak hanya dipertahankan, namun mampu menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun internasional.

Baca juga: Kearifan Tanah Toraja dalam Kopi Mangiru’ Dolo

Dari berbagai tradisi yang dilaksanakan oleh Suku Toraja, berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Rambu Solo'

Rambu Solok, upacara kematian di Suku Toraja .Shutterstock/Ade Lukmanul Hakimmm Rambu Solok, upacara kematian di Suku Toraja .

Rambu Solo' adalah sebuah ritual tentang kematian, dimana masyarakat
Suku Toraja memberikan penghormatan dan mengantarkan arwah orang yang sudah meninggal.

Tradisi Rambu Solo' sering disebut upacara penyempurnaan kematian karena seseorang baru akan dinyatakan benar-benar meninggal setelah semua prosesinya dilaksanakan.

Selama prosesi ini, maka orang yang sudah meninggal tersebut akan tetap diperlakukan seperti masih hidup dengan membaringkannya di tempat tidur, memberinya hidangan makanan dan minuman, serta diajak bicara.

Rambu Solo' terkenal dengan kemeriahannya, dengan rangkaian acara seperti penyembelihan hewan-hewan kurban, atraksi budaya, sebelum proses pengusungan jenazah dilakukan.

2. Ma'nene

Jasad Suku Toraja yang didandani.Shutterstock/Muslianshah Masrie Jasad Suku Toraja yang didandani.

Tradisi Ma'nene juga merupakan ritual adat di Tana Toraja yang terkait dengan penghormatan kepada orang yang sudah meninggal.

Ma'nene adalah ritual adat suku Toraja dimana jenazah para leluhur dibersihkan serta digantikan pakaiannya.

Bagi masyarakat Toraja, Ma'nene merupakan wujud dari pentingnya mengingat leluhur dan menjaga hubungan kekeluargaan.

Selain itu, melalui ritual ini diyakini dengan memperlakukan jenazah dengan baik maka kehadiran para leluhur akan menimbulkan dampak positif bagi keluarga yang masih hidup.

3. Mapasilaga Tedong

Mapasilaga Tedong atau Tedong Silaga adalah tradisi adu kerbau yang dilaksanakan pada rangkaian upacara pemakaman.

Kerbau yang biasa ditampilkan bukanlah jenis kerbau biasa, namun jenis kerbau tertentu yang berharga mahal.

Beberapa jenis kerbau yang biasa digunakan pada ritual Mapasilaga Tedong adalah jenis kerbau bule, kerbau lumpur, kerbau Salepo, Lontong Boke dan Tedong Pudu.

Dalam ritual Mapasilaga Tedong, kerbau akan dinyatakan kalah adalah kerbau yang nantinya berlari keluar dari arena.

4. Sisemba'

Sisemba' adalah permainan adu kaki yang dilakukan masyarakat Toraja baik anak-anak maupun orang dewasa.

Permainan adu kaki ini dilakukan pada perayaan panen raya sebagai rasa syukur terhadap hasil panen.

Tradisi Sisemba' dilakukan di lapangan terbuka dengan beberapa jenis permainan yaitu yaitu Sisemba Simanuk (satu lawan satu), Sisemba Siduanan (dua lawan dua), dan Sisemba Sikambanan (kelompok lawan kelompok).

5. Ma'bugi

Ma'bugi adalah ritual tolak bala yang menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Toraja.

Dalam tradisi Ma'bugi, masyarakat keluar dari rumah dengan menyanyikan lagu ritual, memasang umbul-umbul dari daun ijuk muda.

Beberapa tanaman berhias merah dan kuning dipasang di sepanjang jalan sebagai simbol permohonan perlindungan dari segala musibah kepada para leluhur.

6. Mangrara Banua

Rumah Tongkonan, rumah adat Suku Toraja.Shutterstock/JOSE MIGUEL NAVARRETE Rumah Tongkonan, rumah adat Suku Toraja.

Mangrara Banua adalah tradisi masyarakat Suku Toraja sebagai perayaan atas selesainya pembuatan banua barung-barung atau tongkonan.

Kewajiban mangrara banua adalah tugas bagi seluruh keturunan dari pemilik tongkonan sebagai pengabdian terhadap tongkonan keluarga.

Tradisi Mangrara Banua dilakukan selama beberapa hari dengan melibatkan beberapa hewan sebagai pengorbanan.

Sumber:
petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id 
warisanbudaya.kemdikbud.go.id/ 
kids.grid.id 
makassar.tribunnews.com 
makassar.kompas.com
direktoripariwisata.id 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 1 Desember 2022: Pagi hingga Sore Hujan Ringan-Sedang

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 1 Desember 2022: Pagi hingga Sore Hujan Ringan-Sedang

Makassar
Ancam Bakar Motor Driver Ojol, Anak Jalanan Bonyok Diamuk Massa

Ancam Bakar Motor Driver Ojol, Anak Jalanan Bonyok Diamuk Massa

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 30 November 2022: Hujan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 30 November 2022: Hujan Sepanjang Hari

Makassar
Kronologi Polisi Todongkan Pistol ke Santri di Gowa, Tuduh Korban Lempari Rumahnya dengan Batu

Kronologi Polisi Todongkan Pistol ke Santri di Gowa, Tuduh Korban Lempari Rumahnya dengan Batu

Makassar
Daftar UMP 2023 di Sulawesi dan Gorontalo, Mana yang Kenaikannya Paling Tinggi?

Daftar UMP 2023 di Sulawesi dan Gorontalo, Mana yang Kenaikannya Paling Tinggi?

Makassar
Anak SD Berusia 11 tahun di Luwu Diperkosa Pemuda Tetangganya Sendiri

Anak SD Berusia 11 tahun di Luwu Diperkosa Pemuda Tetangganya Sendiri

Makassar
Anggota Polisi Mengamuk di Ponpes Gowa, Todongkan Pistol hingga Tarik Kerah Baju Santri

Anggota Polisi Mengamuk di Ponpes Gowa, Todongkan Pistol hingga Tarik Kerah Baju Santri

Makassar
Gubernur Sulsel Teken UMP 2023, Naik 6,9 Persen Jadi Rp 3.385.145

Gubernur Sulsel Teken UMP 2023, Naik 6,9 Persen Jadi Rp 3.385.145

Makassar
Mantan Pimpinan Bulog Pinrang Blak-blakan Soal Raibnya 500 Ton Beras, untuk Dongkrak Target KPSA

Mantan Pimpinan Bulog Pinrang Blak-blakan Soal Raibnya 500 Ton Beras, untuk Dongkrak Target KPSA

Makassar
Terdakwa Pelanggaran HAM Berat di Paniai Bacakan Nota Pembelaan dan Merasa Difitnah

Terdakwa Pelanggaran HAM Berat di Paniai Bacakan Nota Pembelaan dan Merasa Difitnah

Makassar
Waspada Cuaca Buruk di Sulsel 3 Hari ke Depan

Waspada Cuaca Buruk di Sulsel 3 Hari ke Depan

Makassar
Polisi Tangkap 4 Pelajar Pembuat dan Pelaku Pembusuran di Makassar dan Gowa

Polisi Tangkap 4 Pelajar Pembuat dan Pelaku Pembusuran di Makassar dan Gowa

Makassar
Todongkan Pistol ke Santri di Ponpes Gowa, Anggota Polrestabes Makassar Diperiksa Propam

Todongkan Pistol ke Santri di Ponpes Gowa, Anggota Polrestabes Makassar Diperiksa Propam

Makassar
Polisi Tangkap 5 Penjudi Sabung Ayam, 1 di Antaranya PNS Pemprov Sulsel

Polisi Tangkap 5 Penjudi Sabung Ayam, 1 di Antaranya PNS Pemprov Sulsel

Makassar
Sejarah Jalur KA Trans-Sulawesi, Jalur Kereta Api Pertama di Sulawesi yang Perlahan Mulai Terwujud

Sejarah Jalur KA Trans-Sulawesi, Jalur Kereta Api Pertama di Sulawesi yang Perlahan Mulai Terwujud

Makassar
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.