Festival Smart Vaksinasi Makassar, Upaya Danny Pomanto Tekan Kasus Covid-19

Kompas.com - 12/03/2021, 16:50 WIB
Eks Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto saat diwawancara usai persidangan gugatan SK Demosi 1.073 ASN di PTUN Makassar, Jalan Raya Pendidikan, Selasa (10/1/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANEks Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto saat diwawancara usai persidangan gugatan SK Demosi 1.073 ASN di PTUN Makassar, Jalan Raya Pendidikan, Selasa (10/1/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto akan melakukan Festival Smart Vaksinasi sebagai upaya pemerintah daerah untuk menekan kasus Covid-19.

Sebelum Festival Smart Vaksinasi digelar, Danny terlebih dahulu menggelar apel yang di hadiri oleh 1.000 tenaga medis dari 47 Puskesmas Se-Kota Makassar yang dilaksanakan di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat (12/3/2021).

Para dokter, tenaga kesehatan juga vaksinator se-Kota Makassar diharapkan mampu membantu menyukseskan Makassar Recover yang menjadi program kepemimpinan Danny-Fatma.

Baca juga: Stadion Mattoanging Picu Selisih Paham Walkot Makassar dengan Plt Gubernur Sulsel

Melalui Festival Smart Vaksinasi ini, Danny optimistis mampu menekan kasus Covid-19.

“Hari ini kita kumpulkan semua dokter, tenaga kesehatan dan vaksinator di 47 puskesmas se-Kota Makassar. Tujuannya untuk memberikan edukasi agar para vaksinator ini siap menjadi garda terdepan dalam percepatan pemulihan kesehatan yang Danny-Fatma gaungkan,” katanya.

Danny menambahkan, Provinsi Sulawesi Selatan mendapatkan jatah 1,6 juta vaksin dan Kota Makassar 240.000 vaksin.

"Ini yang harus segera dibagikan ke masyarakat. Modelnya nanti itu semua penerima vaksin duduk di kursinya masing-masing dan akan didatangi oleh petugas. Ini untuk menghindari adanya kerumunan,” jelasnya.

Baca juga: Pekan Depan, Wali Kota Makassar Selenggarakan Festival Vaksin Covid-19

Para penerima vaksin akan diberikan screening digital yang akan ditunjukkan kepada petugas vaksinator di lokasi untuk selanjutnya mendapatkan kode kursi.

“Jadi para penerima vaksin itu pakai sistem digital. Akan dia perlihatkan kepada petugas untuk mengetahui nomer kursinya berapa. Ia juga akan dijemput ojol, jadi tidak ada kemacetan maupun kerumunan. Sesampainya di lokasi dan duduk sesuai nomer kursi, maka akan didatangi lima orang petugas dalam 1 row,” terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Diturunkan, Minyak Goreng Malah Menghilang dari Pasar di Sulsel

Harga Diturunkan, Minyak Goreng Malah Menghilang dari Pasar di Sulsel

Makassar
Bocah Laki-laki Jadi Korban Kekerasan Seksual dengan Iming-iming Uang Jajan dan Main Gim 'Online'

Bocah Laki-laki Jadi Korban Kekerasan Seksual dengan Iming-iming Uang Jajan dan Main Gim "Online"

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 28 Januari 2022: Pagi hingga Siang Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 28 Januari 2022: Pagi hingga Siang Diguyur Hujan

Makassar
Trauma, Murid SD yang Dihukum Oknum Guru Makan Sampah Tak Mau Sekolah

Trauma, Murid SD yang Dihukum Oknum Guru Makan Sampah Tak Mau Sekolah

Makassar
Prof Dr Jamaluddin Jompa, M.Sc Terpilih Sebagai Rektor Unhas Periode 2022-2026

Prof Dr Jamaluddin Jompa, M.Sc Terpilih Sebagai Rektor Unhas Periode 2022-2026

Makassar
5 Suku di Papua serta Keunikannya, Salah Satunya Tradisi Potong Jari Saat Berduka

5 Suku di Papua serta Keunikannya, Salah Satunya Tradisi Potong Jari Saat Berduka

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 27 Januari 2022: Pagi Berawan, Siang Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 27 Januari 2022: Pagi Berawan, Siang Diguyur Hujan

Makassar
Dugaan Kasus Penipuan Investor Asal Arab Saudi Sebesar Rp 258 Miliar Disidangkan di PN Makassar

Dugaan Kasus Penipuan Investor Asal Arab Saudi Sebesar Rp 258 Miliar Disidangkan di PN Makassar

Makassar
Kasus Pencurian Benda Sejarah Peninggalan Kerajaan Bone di Museum Lapawawoi Berakhir Damai

Kasus Pencurian Benda Sejarah Peninggalan Kerajaan Bone di Museum Lapawawoi Berakhir Damai

Makassar
Benteng Victoria: Sejarah, Pejuang Gugur, Nieuw Victoria, dan Pertempuran RMS

Benteng Victoria: Sejarah, Pejuang Gugur, Nieuw Victoria, dan Pertempuran RMS

Makassar
Sempat Gagal Tender, Pemprov Sulsel Tegaskan Stadion Mattoanging Tetap Dibangun

Sempat Gagal Tender, Pemprov Sulsel Tegaskan Stadion Mattoanging Tetap Dibangun

Makassar
Penghina Suku Makassar Ditangkap, Polisi Menduga Pelaku Ada Gangguan Jiwa

Penghina Suku Makassar Ditangkap, Polisi Menduga Pelaku Ada Gangguan Jiwa

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 26 Januari 2022: Pagi Berawan, Siang Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 26 Januari 2022: Pagi Berawan, Siang Diguyur Hujan

Makassar
Basarnas Sulsel Cari 4 Awak Kapal KLM Darmawan Jaya yang Tenggelam di Perairan Selayar

Basarnas Sulsel Cari 4 Awak Kapal KLM Darmawan Jaya yang Tenggelam di Perairan Selayar

Makassar
5 Fakta Kerajaan Kutai Kartanegara, Pernah Dihapus Lalu Dihidupkan Kembali

5 Fakta Kerajaan Kutai Kartanegara, Pernah Dihapus Lalu Dihidupkan Kembali

Makassar
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.