Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langgar Edaran dari Pemda Toraja Utara dan Tana Toraja, 19 Ekor Kerbau dari Jeneponto Dipulangkan Satgas PMK

Kompas.com - 11/08/2022, 11:05 WIB

TORAJA UTARA, KOMPAS.com – Sebanyak 19 ekor kerbau dari Jeneponto, Sulawesi Selatan, dipulangkan tim gabungan Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Toraja Utara dan Tana Toraja, karena melanggar surat edaran (SE) dua pemda tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Toraja Utara, Lukas Pasarai mengatakan 19 ekor kerbau yang masuk ke Toraja Utara tersebut tanpa izin, melanggar surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dengan melarang membawa hewan keluar masuk Toraja Utara.

Baca juga: Terima 2.000 Dosis Vaksin PMK, Pemkab Toraja Utara: Khusus untuk Kerbau

“Kami pulangkan ke daerah asalnya, tindakan ini dilakukan untuk menjaga dan menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku atau PMK, sehubungan masih berlakunya surat edaran pelarangan membawa hewan keluar masuk ke Toraja Utara akibat dari penyebaran PMK,” kata Lukas saat dikonfirmasi, Kamis (11/8/2022).

Pemulangan 2 truk berisi 19 ekor kerbau tersebut dikawal personel Polres Toraja Utara dan Kodim 1414 Tator menuju ke perbatasan Toraja Utara-Tana Toraja, atau di Rante Lemo.

“Pemulangan kami kawal hingga di perbatasan secara estafet setelah di perbatasan selanjutnya dikawal Personel Polisi atau Satgas PMK Tana Toraja,” ucap AKP Petrus Sandalle, Kasat Intelkam Polres Toraja Utara.

Pemulangan Kerbau selanjutnya dijemput oleh Satgas PMK Tana Toraja di perbatasan sekitar pukul 21.00 Wita oleh personel Sat Samapta Polres Tana Toraja.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Juara Silalahi mengatakan 19 ekor kerbau asal Jeneponto tersebut setelah ditemukan di Toraja Utara dipulangkan secara estafet.

Selanjutnya dikawal sampai ke perbatasan Kabupaten Tana Toraja dengan Kabupaten. Enrekang, atau di Salubarani yang sudah ditunggu dan dikawal oleh personel Polres Enrekang kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Jeneponto.

“Kerbau tersebut masuk ke wilayah Kabupaten Toraja Utara yang dengan sengaja sudah melanggar Surat Edaran Bupati Tana Toraja dan Bupati Toraja Utara dimana masa pandemik wabah PMK dilarang keras hewan ternak berkuku belah masuk dan keluar kedua wilayah tersebut hal ini dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku,” ujar Juara Silalahi.

“Ini merupakan tindakan tegas pemerintah dalam penanganan PMK dengan melakukan pembatasan mobilitas hewan ternak berkaki empat masuk ke wilayah hukum Kabupaten Tana Toraja,” lanjut Juara.

Baca juga: Sudah Tak Ada Kasus PMK di Buleleng, Pemerintah Masih Batasi Mobilitas Ternak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 3,5 Guncang Malili Luwu Timur, Warga Berhamburan Keluar Kantor

Gempa M 3,5 Guncang Malili Luwu Timur, Warga Berhamburan Keluar Kantor

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 30 Januari 2023: Pagi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 30 Januari 2023: Pagi Hujan Ringan

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 29 Januari 2023: Siang hingga Malam Berawan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 29 Januari 2023: Siang hingga Malam Berawan

Makassar
Tanggul Sungai Rongkong Jebol, 3 Desa di Luwu Utara Terendam Banjir

Tanggul Sungai Rongkong Jebol, 3 Desa di Luwu Utara Terendam Banjir

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 28 Januari 2023: Pagi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 28 Januari 2023: Pagi Hujan Ringan

Makassar
Penjelasan Mendagri soal Pernyataannya Minta Aparat Tak Selidiki Kepala Daerah

Penjelasan Mendagri soal Pernyataannya Minta Aparat Tak Selidiki Kepala Daerah

Makassar
Mendagri Ungkap Banyak Daerah di Sulsel yang Andalkan Transfer Pemerintah Pusat untuk Gaji Pegawai

Mendagri Ungkap Banyak Daerah di Sulsel yang Andalkan Transfer Pemerintah Pusat untuk Gaji Pegawai

Makassar
Siap Maju di Pilgub Sulsel 2024, Wali Kota Makassar Akan Panaskan Suasana Politik

Siap Maju di Pilgub Sulsel 2024, Wali Kota Makassar Akan Panaskan Suasana Politik

Makassar
Palsukan Status Perkawinan di KTP untuk Menikah Lagi, Pria di Toraja Dilaporkan Istri Pertama

Palsukan Status Perkawinan di KTP untuk Menikah Lagi, Pria di Toraja Dilaporkan Istri Pertama

Makassar
Ayah di Palopo Tega Aniaya Anaknya, Diduga Dipicu Saat Anak Minta Pulsa ke Ibunya

Ayah di Palopo Tega Aniaya Anaknya, Diduga Dipicu Saat Anak Minta Pulsa ke Ibunya

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 27 Januari 2023: Hujan Ringan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 27 Januari 2023: Hujan Ringan Sepanjang Hari

Makassar
Makam Mahasiswa Unhas Tewas Diksar Mapala Dibongkar untuk Proses Autopsi

Makam Mahasiswa Unhas Tewas Diksar Mapala Dibongkar untuk Proses Autopsi

Makassar
Cerita di Balik Ibu Cekoki Bayinya Kopi Saset, Ingin Viral hingga Disoroti Jokowi

Cerita di Balik Ibu Cekoki Bayinya Kopi Saset, Ingin Viral hingga Disoroti Jokowi

Makassar
Demi Kontan, Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset, Tinggal di Kontrakan dengan Ibu Tunggal dan Nenek yang Buta

Demi Kontan, Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset, Tinggal di Kontrakan dengan Ibu Tunggal dan Nenek yang Buta

Makassar
Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Ditangani Dinsos Gowa, Ibunya dalam Perawatan

Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Ditangani Dinsos Gowa, Ibunya dalam Perawatan

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.