Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usut Penyebab Kebakaran, Kapten dan ABK KM Umsini Bakal Diperiksa

Kompas.com - 10/06/2024, 20:34 WIB
Darsil Yahya M.,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Jajaran Polres Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelidiki insiden KM Umsini yang terbakar di Pelabuhan Makassar, pada Minggu (9/6/2024).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar Iptu Firman mengaku bakal memeriksa Kapten dan anak buah kapal (ABK) KM Umsini untuk mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Baca juga: Polisi olah TKP KM Umsini yang Terbakar di Pelabuhan Makassar

"Rencananya memang kami periksa beberapa saksi seperti kapten kapal, bagian (ABK) mesin pasti kami interogasi," ucap Firman kepada awak media di Pelabuhan Makassar, Senin (19/6/2024).

Dia mengungkapkan, kondisi di dalam kapal pasca kebakaran memang sudah hangus, sehingga untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu, harus menunggu hasil olah TKP Tim Labfor dan Inafis.

"Sepintas memang hangus, tapi kita tunggu hasil dari rekan rekan labfor dan Inafis bagaimana hasil olah TKP-nya. Kami tidak bisa pastikan berapa (tingkat kebakarannya). Tapi memang ada beberapa bagian yang memang hangus terbakar " ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Labfor bersama Tim Inafis Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terhadap KM Umsini yang di Pelabuhan Makassar, Senin (10/6/2024).

Baca juga: KM Umsini Terbakar, Kemenhub Tunggu Hasil Penyelidikan

Dalam proses olah TKP tersebut, polisi membutuhkan waktu kurang lebih 7 jam. Dimulai sejak Pukul 09.00 Wita hingga Pukul 04.00 Wita. Selama proses Olah TKP, ada 18 adegan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar Iptu Firman mengatakan, olah TKP itu dilakukan untuk mengetahui penyebab terbakarnya kapal penumpang KM Umsini pada Minggu (9/6/2024) kemarin.

"Yang diperiksa tim dari Labfor dan Inafis itu kita langsung ke titik awal mula adanya percikan api. Di dek satu. Itu di ruang mesin kapal," kata Firman kepada awak media di Pelabuhan Makassar, Senin (10/6/2024).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Makassar
Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Makassar
Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Makassar
Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com