Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanggul Jebol, Ratusan Rumah Warga di Desa Lawewe Luwu Utara Terendam Air

Kompas.com - 24/05/2024, 07:06 WIB
Amran Amir,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

LUWU UTARA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur Luwu Utara, Sulawesi Selatan sejak beberapa hari terakhir membuat Sungai Rongkong meluap dan merendam Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (24/5/2024).

Sekretaris Desa Lawewe, Haddas mengatakan banjir terjadi akibat tanggul Sungai Rongkong jebol sepanjang 80 meter setelah hujan mengguyur di daerah hulu.

Baca juga: Banjir Luwu, 210 KK Terdampak, Warga Butuh Bahan Makanan

“Ketinggian banjir bervariasi dari 70 sentimeter hingga 1,5 meter di 5 dusun yang merendam permukiman warga, sarana penddikan, rumah ibadah, perkantoran dan sarana kesehatan,” kata Haddas saat dikonfirmasi, Jumat.

Lanjut Haddas, akibat banjir ratusan kepala keluarga (KK) terdampak bahkan sebagian mengungsi ke tempat yang aman.

“Dampak banjir membuat warga sebanyak 398 KK terdampak banjir di 5 dusun yakni dusun Lawewe, Tampo Lempang, Galinggang, To’baki dan dusun Teppo,” ucap Haddas.

Menurut Haddas, Desa Lawewe menjadi langganan banjir setiap tahun bahkan setiap hujan di hulu yang membuat Sungai Rongkong meluap desanya kebanjiran akibat dari tanggul yang jebol terus menerus.

“Pada sekitar bulan Maret lalu tanggul yang jebol sepanjang 40 meter dan sudah diasesmen pihak yang menangani sungai yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang dan kini semakin jebol sepanjang 80 meter,” ujar Haddas.

“Kami sudah berbulan-bulan kebanjiran, air hanya surut beberapa hari, belum surut sepenuhnya datang lagi,” tambah Haddas.

Baca juga: Banjir dan Longsor Kembali Terjang Luwu, 3 Kali dalam Bulan Ini

Haddas menjelaskan bahwa sebanyak 186 rumah warga terendam banjir membuat puluhan KK mengungsi.

“Selama banjir dalam bulan Mei ini sebanyak 36 KK atau 105 jiwa mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, selain itu terdapat 4 unit rumah ibadah terendam, 3 unit sekolah terendam,” tutur Haddas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Makassar
Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Makassar
Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Makassar
Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com