Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Edarkan Uang Palsu Rp 37,5 Juta di Mamuju, Pria Ini Ditangkap Polisi

Kompas.com - 22/05/2024, 12:45 WIB
Himawan,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

MAMUJU, KOMPAS.com - Polisi menangkap pria berinisial DL (27) usai kedapatan mengedarkan uang palsu di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita uang palsu sebesar Rp 37,5 juta.

Kasi Humas Polresta Mamuju Ipda Herman Basir mengatakan bahwa DL ditangkap di Kecamatan Mamuju, Senin (13/5/2024). Dari hasil pemeriksaan, DL mengaku berasal dari Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar.

Baca juga: Uang Palsu Diduga Marak Beredar, Ini Cara Mengeceknya agar Tak Tertipu

DL ditangkap usai penyidik Satreskrim Polresta Mamuju melakukan penyelidikan atas laporan dari warga mengenai adanya dugaan peredaran uang palsu.

"Benar dari laporan warga. Polresta Mamuju tindaklanjuti dan kemudian melakukan penanganan kasus penggunaan uang palsu," kata Herman kepada wartawan, Rabu (22/5/2024).

Herman mengatakan bahwa DL sempat memesan jasa pekerja seks komersial (PSK) di sebuah kamar kos di Mamuju. DL membayar PSK tersebut dengan uang palsu sebesar Rp 1,5 juta.

PSK tersebut baru menyadari uang yang diterimanya adalah uang palsu setelah adiknya menggunakan uang tersebut untuk belanja di mini market.

Saat itu, kasir yang menerima uang itu tahu kalau yang dibelanjakan adik korban adalah uang palsu.

"Adik korban lalu menelepon kakaknya dan memberitahukan kalau uang yang dikasih palsu," ujar Herman.

Herman mengungkapkan bahwa saat pelaku diamankan, pihaknya menyita uang palsu pecahan Rp 100.000 sebesar Rp 37,5 juta.

Selain itu, polisi juga menyita 1 bilah parang berwarna cokelat, 1 unit ponsel, serta satu buah tas berisi pakaian.

Setelah diamankan penyidik Satreskrim Polresta Mamuju, Herman menyebut, kasus uang palsu yang diedarkan pelaku kini dilimpahkan ke Ditreskrimsus Polda Sulbar.

Baca juga: Mantan Pegawai Bank BUMN Edarkan Uang Palsu di Warung Sate, Punya Cara Khusus Kelabui Korban

Pelaku diduga mengedarkan uang palsu di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar.

"Karena kasus ini menyangkut dua wilayah yakni Polman dan Mamuju. Penanganannya selanjutnya kita limpahkan ke penyidik Ditreskrimsus Polda Sulbar," tandas Herman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Makassar
Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Makassar
Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Makassar
Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com