Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Longsor Terjang Empat Desa di Luwu Utara, Jalan Poros Seko-Rongkong Sempat Tak Bisa Dilalui

Kompas.com - 23/04/2024, 23:20 WIB
Amran Amir,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

LUWU UTARA, KOMPAS.com Bencana longsor melanda empat desa di Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (22/4/2024) malam. Akibatnya, jalan poros Seko – Rongkong sempat tak bisa dilalui. 

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Rongkong, Bripka Ferdi mengatakan empat desa di Kecamatan Rongkong yang dilanda longsor yakni Desa Minanga, Rinding Allo, Komba, dan Desa Limbong.

Baca juga: Cerita Sopir Selamat dari Longsor Piket Nol : Jika Melanjutkan Perjalanan, Bisa Saja Saya Terkubur bersama Truk

“Material longsor menutupi badan jalan dan sebagian badan jalan. Termasuk jalan ambles sebagian yang menghubungkan Poros Seko-Rongkong. Akibatnya arus kendaraan mengalami kemacetan,” kata Ferdi saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2024) sore.

Lanjut Ferdi, setelah warga setempat bersama personel Polsek Rongkong melakukan pembukaan jalan, kendaraan roda dua dapat melintas.

“Saat ini untuk kendaraan roda dua sudah bisa melintas tetapi harus penuh kehati-hatian.  Sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Kami membantu mengatur lalu lintas serta mengarahkan masyarakat setempat dalam membuka jalur sementara guna memperlancar arus kendaraan dan memfasilitasi evakuasi,” ucap Ferdi.

Selain jalan poros Seko-Rongkong longsor dan ambles, sejumlah tiang listrik ikut tumbang.

“Jalan yang longsor bahkan ambles menyebabkan beberapa tiang listrik tumbang sehingga terjadi pemadaman listrik di wilayah tersebut,” ujar Ferdi.

Terkait kejadian longsor di Kecamatan rongkong, Kapolres Luwu Utara, AKBP Muhammad Husni Ramli mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait. 

“Kami pihak Kepolisian telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan dan bimbingan kepada masyarakat terdampak serta memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut,” tutur Muhammad Husni.

Dia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang masih mengintai.

“Meskipun upaya penanganan darurat telah dilakukan, masih ada ancaman lanjutan yang harus dihadapi. Potensi terjadinya longsor di beberapa titik lainnya masih sangat mungkin terjadi jika curah hujan masih tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang masih berpotensi terjadi,” Imbuh Muhammad Husni.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Makassar
Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Makassar
Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Makassar
Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com