Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Curi Brankas Tua hingga Kertas Bekas, Staf dan Sekuriti Kantor Disnakertrans Sulsel Ditangkap

Kompas.com - 11/06/2024, 05:42 WIB
Reza Rifaldi,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

 MAKASSAR, KOMPAS.com - Dua karyawan yang bekerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap usai nekat melakukan aksi pencurian brankas dan berbagai dokumen penting.

Kedua pelaku yang masing-masing berinisial YST dan PR dibekuk polisi di kantor Disnakertrans Sulsel yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulsel, pada Senin (10/6/2024).

Diketahui, YST berstatus sebagai staf Disnakertrans dan PR merupakan sekuriti. Keduanya dilaporkan atas dugaan pencurian.

Baca juga: 16.644 Calon Jemaah Haji Telah Diberangkatkan Melalui Embarkasi Makassar

Keduanya dibekuk tanpa perlawanan dan langsung di bawa ke Mapolsek Tamalanrea untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf mengatakan, kasus tersebut berawal saat YST sebagai staf meminta PR untuk mencarikan orang yang hendak membeli kertas bekas.

"Awalnya, pelaku ini melihat tumpukan kertas di dalam gudang (Disnakertrans) sehingga meminta (PR) untuk mencarikan pembeli. PR akhirnya menghubungi salah seorang rekannya yang juga kita amankan inisial YHS," kata Yusuf, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin malam.

Pada Jumat (8/6/2024) malam, YHS pun datang dan mengambil tumpukan kertas bekas yang dijual YST.

Sesampai di sana YST juga menawarkan sebuah brankas tua kepada YHS yang berprofesi sebagai pedagang barang loak.

"Di hari Minggu (9/6/2024), mereka akhirnya mengambil brankas tersebut dan membawanya menggunakan mobil pikap," beberapa Yusuf.

Yusuf mengatakan, YST menjual brankas besi berisikan data anggaran Disnakertrans Sulsel itu senilai Rp 450.000. Hasil penjualannya pun juga diberikan kepada PR sebesar Rp 150.000.

Baca juga: KM Umsini di Pelabuhan Makassar Terbakar, Api Muncul dari Motor Bantu

"Hasil penjualan brankas dan kertas itu mereka bagi-bagi untuk kebutuhan sehari-hari," ucap dia.

Untuk saat ini, ketiga pelaku masih sementara menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tamalanrea.

"Masih dilakukan pemeriksaan, barang bukti juga sudah diamankan semua di Polsek," ujar dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Makassar
Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Makassar
Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Makassar
Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com