Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Oknum Anggota DPRD Pinrang Terpilih Dilaporkan Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Kompas.com - 10/06/2024, 09:21 WIB
Suddin Syamsuddin,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

PINRANG, KOMPAS.com - Seorang oknum calon anggota DPRD Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) terpilih berinisal (K) dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual

"Iya benar, ada laporan tentang pelecehan seksual yang dilaporkan seorang perempuan N (18). Kasus itu kita masih lakukan penyelidikan," ucap Kanit PPA Polres Pinrang, Ipda Sudirman, Minggu (9/6/2024). 

Sudirman mengatakan, korban menyambangi Mapolres Pinang pada Selasa (4/6/2024) malam dan melaporkan bahwa ia telah dilecehkan K di rumah pelaku.

Saat usai shalat Ashar, korban menceritakan pelaku mencium tangan, kening, serta bibir.

"Korban dan ibunya menumpang di rumah pelaku. Dengan kesadaran sendiri korban melaporkan apa yang dialami tahun 2020 di rumah pelaku," papar dia.

Baca juga: Update Pembacokan Ojol di Bantul Yogyakarta, Pelakunya Ternyata Pelajar

Baca juga: Pembuang Bayi di Toko Laundry Semarang Ditangkap, Ternyata Seorang Pemandu Karaoke

Laporan dicabut

Informasi yang didapatkan pihak kepolisian, terlapor merupakan salah satu caleg terpilih DPRD Pinrang 2024. Hal tersebut juga dikonfirmasi melalui keterangan korban.

 

Kendati demikian, ada hal yang janggal dari proses laporan tersebut.

Pasalnya, korban tiba-tiba datang mencabut laporannya selang 5 jam setelah melaporkan, dengan ditemani ibu dan kuasa hukumnya.

"Lucunya, tiba-tiba korban diantar oleh ibunya didampingi pengacara datang ke kantor ingin mencabut laporan. Kami semakin bersemangat menyelidiki peristiwa itu. Biasanya korban didampingi pengacara membela korban, ini pengacara mendampingi mencabut laporan," jelas dia.

Baca juga: Pengakuan Pemilik Salon di Sleman yang Sebabkan Korban Tewas Usai Suntik Filler Payudara

Terpisah, kuasa hukum korban Baharuddin mengatakan, pada awal pelaporan di Mapolres Pinang, korban dipaksa oleh pacarnya untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Saat itu, korban melapor karena dipaksa oleh pacar atau teman prianya. Kini kami sebagai kuasa hukum korban mendampingi akan mencabut laporan," terangnya, Minggu. 

Saat disinggung terkait tuduhan laporan bohong atau memberikan keterangan palsu di hadapan polisi, Baharuddin hanya tersenyum. 

" Jika ada seperti itu ya, tanyakan ke pak Kanit PPA saja," pungkasnya.

Baca juga: Mahasiswi di Yogyakarta Tewas Diduga akibat Gantung Diri, Polisi Temukan Sepucuk Surat

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Makassar
Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Makassar
Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Makassar
Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com