Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Update Banjir Sidrap Sulsel, Ratusan Warga Mengungsi, Bantuan Perbekalan Makanan dan Air Bersih Dinantikan

Kompas.com - 17/05/2024, 08:50 WIB
Suddin Syamsuddin,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

SIDRAP, KOMPAS.com - Banjir yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terjadi.

Banjir terparah terjadi di Kelurahan Wettee, Kecamatan Pancalautang, Kabuaten Sidrap, Sulsel. Ratusan warga mengungsi akibat banjir tersebut. 

"Ketinggian air di Kelurahan Wettee, mencapai 150 sentimeter. Warga yang berada di dekat Danau Sidenreng, mulai mengungsi karena takut adanya banjir susulan," ucap Ambo Semmi warga Kelurahan Wettee, Kecamatan Pancalautang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Kamis (16/5/2024). 

Baca juga: Beras Mahal, Petani di Demak Pungut Gabah Busuk untuk Konsumsi

Banjir yang melanda di Kelurahan Wettee, Kabupaten Sidrap imbuhnya, bisa terjadi dalam waktu satu bulan. Pasalnya, Kelurahan Wettee adalah dataran rendah Kabupaten Sidrap dan berada tidak jauh dari danau Sidenreng. 

"Jika banjir melanda permukiman di sini pak, bisa mencapai satu bulan. Apalagi hujan masih saja terjadi. Hari ini tepat seminggu banjir melanda. kami mulai mengungsi " ungkap dia.

Sementara itu, personel Kodim/1420 Kabupaten Sidrap, bersama Kelurahan Wettee, Kabupaten Sidrap terus melakukan patroli dengan menggunakan perahu.

Baca juga: Kapal Kelotok Terbalik di Kalsel, 2 Selamat, 1 Masih Pencarian


Baca juga: Cerita Abdul Hamid Korban Banjir Nunukan, Tidur Memeluk Parang untuk Usir Buaya dan Ular Hitam

Dievakuasi menggunakan perahu

Sejumlah warga sudah dievakuasi menggunakan perahu. 

"Tiap jam kita lakukan patroli bersama pihak kelurahan setempat, mengantisipasi banjir susulan. Selain tiap hari memberikan imbauan agar warga waspada, kita juga telah mengantongi sejumlah nomor telepon warga yang terdampak banjir," ucap Peltu Kisman, personel Kodim/1420, Kabupaten Sidrap.

Tercatat korban rumah terdampak sekitar 100 rumah yang dihuni 110 kepala keluarga. Mereka kini membutuhkan bantuan perbekalan makanan dan air bersih. 

"Ada sekitar 100 rumah yang dihuni 110 kepala keluarga yang terdampak banjir, kita sudah beberapa kali mengusulkan bantuan ke PBPD Kabupaten Sidrap, namun hingga kini bantuan belum juga turun," terang Lurah Wettee, Hestina. 

Baca juga: Banjir Demak, Beban Ekonomi Masyarakat, dan Ancaman Utang...

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Makassar
Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Makassar
Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Makassar
Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com