Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Nelayan di Luwu Utara Sulsel Dilaporkan Hilang, Basarnas Lakukan Pencarian

Kompas.com - 25/11/2022, 09:12 WIB
Amran Amir,
Khairina

Tim Redaksi

LUWU UTARA, KOMPAS.com – Dua orang nelayan di  Pantai Seta-seta, Kecamatan Tana Lili, Luwu Utara, Sulawesi Selatan dilaporkan hilang, Jumat (25/11/2022).

Kedua nelayan tersebut yakni Warda (47) dan Yusril (24), warga Desa Bunga Didi, Kecamatan Tana Lili, Luwu Utara.

Komandan Pos Unit  Siaga  SAR  Luwu Utara Primus Paembonan mengatakan, pihaknya menerima laporan korban hilang tersebut dari masyarakat setempat.

Baca juga: 2 Nelayan Bawean Gresik yang Dilaporkan Hilang akibat Angin Kencang Ditemukan Selamat

Pada Kamis (24/11/2022) pukul 05.00 Wita, korban berangkat melaut dari Pantai Seta-seta bersama dengan temannya menggunakan 2 perahu bala-bala, namun pada malam hari mereka belum kembali.

“Informasi yang diterima bahwa pada sore hari sekitar pukul 17.00 Wita perahu yang dipakai korban balik kanan menuju pantai dan pada pukul 18.00 Wita perahu temannya juga balik kanan ke pantai. Namun motor korban masih ada di pinggir pantai dan perahu bala balanya belum kembali ke pantai, sehingga keluarga korban melaporkan ke pemerintah setempat dan melakukan pencarian,” kata Primus saat dikonfirmasi, Jumat (25/11/2022) pagi.

Baca juga: Nelayan Temukan Mayat Tanpa Identitas di Perairan Kupang

Menurut Primus, hingga Kamis (24/11/2022) malam, tim SAR melakukan pencarian namun masih nihil.

“Tim SAR dari Marinir Pos TNI Munte dan masyarakat melakukan pencarian dan hasilnya masih nihil dan pagi ini tim SAR Basarnas gabungan turun melakukan pencarian,” ucap Primus.

Menurut Primus, tim Basarnas bergerak dengan membawa peralatan air untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

“Saat ini kami tim SAR gabungan BPBD Luwu Utara, Angkatan Laut Pos Marinir Munte, Tagana, dan SAR Brimob Batalyon D Baebunta menuju ke lokasi dengan membawa peralatan berupa LCR, peralatan selam dan alat komunikasi,” ujar Primus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Makassar
Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Saat Sapi Kurban di Makassar Jatuh ke Sumur, 18 Petugas Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi

Makassar
Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Lapangan Karebosi Jadi Lokasi Shalat Id di Kota Makassar, Ini Titik Parkirnya

Makassar
Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Goa Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com