MAMUJU, KOMPAS.com - Warga di Kabupaten Mamuju mulai khawatir dengan maraknya kemunculan ular buas di area permukiman mereka.
Setidaknya dalam sebulan terakhir, tim Rescue Dinas Damkar Mamuju mencatat sudah mengevakuasi 20 ekor ular di Kecamatan Simboro dan Mamuju.
Kanit Rescue Damkar Mamuju Jubair mengatakan bahwa jumlah ini belum termasuk yang ditangkap sendiri oleh warga.
Baca juga: 8 Anak Ular Kobra Ditemukan Berkeliaran di Rusunawa Lumajang, Penghuni Ketakutan
Pasalnya dalam kurun waktu 3 hari, warga menangkap dua ekor ular jenis piton dengan panjang hingga 7 meter.
Ular sepanjang 7 meter ini kemudian dikuliti warga usai memakan seekor anjing di Jalan Andi Makkasau, Senin (19/9/2022) malam.
"Tapi masih ada yang lebih besarnya ini karena kami prediksi masih ada lagi (yang berkeliaran)," kata Jubair kepada wartawan saat diwawancara di kantornya di Jalan Ahmad Yani, Rabu (21/9/2022).
Baca juga: Ular Sanca Sepanjang 2 Meter Dievakuasi dari Banaran Cafe Semarang
Jubair menyebut selain jenis piton, beberapa ular yang dievakuasi pihaknya di antaranya ular sanca, kobra, dan boiga.
Fenomena maraknya kemunculan ular di area permukiman warga kata Jubair disebabkan oleh habitatnya yang terancam. Pasalnya, kata Jubair, banyak habitat ular yang kini dijadikan sebagai bangunan permukiman warga.
"Sebelum kita kan, mereka (ular) memang yang duluan di sana," ujar Jubair.
Pria yang akrab disapa Bimo ini mengaku menemui kendala saat mengevakuasi ular yang kian marak mengingat ular yang dievakuasi tersebut disimpan terlebih dahulu di kantornya.
Hal ini membuat pihaknya kesulitan lantaran di kantornya tidak memiliki tempat penangkaran hingga ular tersebut menumpuk di salah satu ruangan yang juga mengancam keselamatan petugas.
Penumpukan ini terjadi karena pihak BKSDA baru mengambil ular ini setelah disimpan 2 hingga 3 hari di kantor Damkar Mamuju.
"Yang kami utamakan penangkaran. Karena kalau dapat 1-2 ekor kewalahan kami. Jadi kami imbau teman-teman BKSDA kalau bisa dipercepat," ucap Jubair.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.