Ular Marak Bermunculan di Permukiman Warga di Mamuju, Sebulan 20 Ekor Ditangkap

Kompas.com - 21/09/2022, 19:16 WIB

 

MAMUJU, KOMPAS.com - Warga di Kabupaten Mamuju mulai khawatir dengan maraknya kemunculan ular buas di area permukiman mereka. 

Setidaknya dalam sebulan terakhir, tim Rescue Dinas Damkar Mamuju mencatat sudah mengevakuasi 20 ekor ular di Kecamatan Simboro dan Mamuju. 

Kanit Rescue Damkar Mamuju Jubair mengatakan bahwa jumlah ini belum termasuk yang ditangkap sendiri oleh warga. 

Baca juga: 8 Anak Ular Kobra Ditemukan Berkeliaran di Rusunawa Lumajang, Penghuni Ketakutan

Pasalnya dalam kurun waktu 3 hari, warga menangkap dua ekor ular jenis piton dengan panjang hingga 7 meter. 

Ular sepanjang 7 meter ini kemudian dikuliti warga usai memakan seekor anjing di Jalan Andi Makkasau, Senin (19/9/2022) malam. 

"Tapi masih ada yang lebih besarnya ini karena kami prediksi masih ada lagi (yang berkeliaran)," kata Jubair kepada wartawan saat diwawancara di kantornya di Jalan Ahmad Yani, Rabu (21/9/2022). 

Baca juga: Ular Sanca Sepanjang 2 Meter Dievakuasi dari Banaran Cafe Semarang

Jubair menyebut selain jenis piton, beberapa ular yang dievakuasi pihaknya di antaranya ular sanca, kobra, dan boiga. 

Fenomena maraknya kemunculan ular di area permukiman warga kata Jubair disebabkan oleh habitatnya yang terancam. Pasalnya, kata Jubair, banyak habitat ular yang kini dijadikan sebagai bangunan permukiman warga. 

"Sebelum kita kan, mereka (ular) memang yang duluan di sana," ujar Jubair. 

Pria yang akrab disapa Bimo ini mengaku menemui kendala saat mengevakuasi ular yang kian marak mengingat ular yang dievakuasi tersebut disimpan terlebih dahulu di kantornya. 

Hal ini membuat pihaknya kesulitan lantaran di kantornya tidak memiliki tempat penangkaran hingga ular tersebut menumpuk di salah satu ruangan yang juga mengancam keselamatan petugas. 

Penumpukan ini terjadi karena pihak BKSDA baru mengambil ular ini setelah disimpan 2 hingga 3 hari di kantor Damkar Mamuju. 

"Yang kami utamakan penangkaran. Karena kalau dapat 1-2 ekor kewalahan kami. Jadi kami imbau teman-teman BKSDA kalau bisa dipercepat," ucap Jubair. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Tragedi Kanjuruhan, Pos Polantas di Makassar Nyaris Dibakar

Setelah Tragedi Kanjuruhan, Pos Polantas di Makassar Nyaris Dibakar

Makassar
Cerita Om Kumis, Warga Pinrang Sulsel Selamat dari Serangan KKB di Papua

Cerita Om Kumis, Warga Pinrang Sulsel Selamat dari Serangan KKB di Papua

Makassar
Annyorong Lopi, Tradisi Peluncuran Kapal yang Unik di Bulukumba

Annyorong Lopi, Tradisi Peluncuran Kapal yang Unik di Bulukumba

Makassar
Fenomena Hujan Es Terjadi di Makassar, Ini Penyebab dan Tanda-tandanya Menurut BMKG

Fenomena Hujan Es Terjadi di Makassar, Ini Penyebab dan Tanda-tandanya Menurut BMKG

Makassar
Gangguan Mesin, Penerbangan Sriwijaya Air ke Surabaya Terpaksa Kembali ke Makassar

Gangguan Mesin, Penerbangan Sriwijaya Air ke Surabaya Terpaksa Kembali ke Makassar

Makassar
Barongko, Kue Tradisional Bugis Makassar yang Penuh Filosofi

Barongko, Kue Tradisional Bugis Makassar yang Penuh Filosofi

Makassar
Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Luwu Timur Ditahan

Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Luwu Timur Ditahan

Makassar
Yulis Jadi Tersangka karena Adopsi Bayi Hubungan Gelap Polisi, Kasat Reskrim Upayakan 'Restorative Justice'

Yulis Jadi Tersangka karena Adopsi Bayi Hubungan Gelap Polisi, Kasat Reskrim Upayakan "Restorative Justice"

Makassar
Kasus Penganiayaan Siswi SMPN 1 Makassar hingga Kritis di RS Berakhir Damai

Kasus Penganiayaan Siswi SMPN 1 Makassar hingga Kritis di RS Berakhir Damai

Makassar
8 Korban Penipuan Travel Rp 3 Miliar di Makassar Lapor Polisi, Pemilik Mangkir dari Pemeriksaan

8 Korban Penipuan Travel Rp 3 Miliar di Makassar Lapor Polisi, Pemilik Mangkir dari Pemeriksaan

Makassar
Sidang Pelanggaran HAM Berat Paniai, Saksi Ungkap Warga Ditembak di Depan Koramil

Sidang Pelanggaran HAM Berat Paniai, Saksi Ungkap Warga Ditembak di Depan Koramil

Makassar
Sekolah Rusak, Murid SDN 74 Bolang, Enrekang, Belajar di Kolong Rumah

Sekolah Rusak, Murid SDN 74 Bolang, Enrekang, Belajar di Kolong Rumah

Makassar
Pelajar SMA di Pinrang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

Pelajar SMA di Pinrang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

Makassar
Tagih Uang, Korban Dugaan Penipuan Travel Rp 3 Miliar di Makassar Pasang Iklan di 'Billboard'

Tagih Uang, Korban Dugaan Penipuan Travel Rp 3 Miliar di Makassar Pasang Iklan di "Billboard"

Makassar
Video Siswa SMAN di Makassar Dipukul Gurunya, Ini Penjelasan Kadis Pendidikan Sulsel

Video Siswa SMAN di Makassar Dipukul Gurunya, Ini Penjelasan Kadis Pendidikan Sulsel

Makassar
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.