Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/09/2022, 10:46 WIB

KOMPAS.com - Berbagai kelompok etnis mewarnai keragaman yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Suku Toraja.

Suku Toraja adalah penduduk asli yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan yang menetap di sekitar pegunungan bagian utara.

Baca juga: Kearifan Tanah Toraja dalam Kopi Mangiru’ Dolo

Masyarakat Suku Toraja masih banyak tersebar di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Mamasa.

Baca juga: Manene Suku Toraja, Ritual Bersihkan Jenazah untuk Hormati Leluhur, Tetap Digelar Walau di Perantauan

Asal Usul Suku Toraja

Dalam buku Tongkonan Mahakarya Arsitektur Tradisional Suku Toraja (2017) oleh Weni Rahayu, dijelaskan bahwa ada beberapa versi dari asal-usul nama Toraja.

Baca juga: Ritual Rawat Mayat Suku Toraja di Perbatasan RI-Malaysia Beri Pesan Damai Jelang Paskah

Orang Bugis-Sidenreng menyebutnya orang Toraja dengan nama ‘to riajang’ yang artinya ‘orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan’.

Sementara orang Luwu pada zaman Belanda menyebut orang Toraja dengan ‘to riaja’ yang berarti ‘orang yang berdiam di sebelah barat’.

Ada pula versi lain yang menyebut bahwa orang Toraja berasal dari ‘toraya’, yang bermakna orang besar atau bangsawan.

Rumah Tongkonan, rumah adat Suku Toraja.Shutterstock/JOSE MIGUEL NAVARRETE Rumah Tongkonan, rumah adat Suku Toraja.

Dari mitos yang beredar di masyarakat, Toraja adalah sebuah negeri otonom bernama ‘Tondok Lepongan Bulan’ atau ‘Tana Matarik Allo’.

Para bangsawan menyebutkan Toraja berasal dari kata tau raja yang berarti orang raja atau keturunan raja.

Dalam mitos tersebut, para bangsawan Toraja (tana’ bulaan) beranggapan bahwa mereka nenek moyang mereka adalah keturunan Puang Matua (dewa tertinggi/Tuhan) yang kemudian diangkat menjadi raja di Tondok Lepongan Bulan atau Tana Matarik Allo.

Sampai saat ini kepercayaan tersebut masih hidup dan dideklamasikan dalam pernikahan antara para bangsawan (tana’ bulaan).

Ciri-ciri Suku Toraja

Ciri khas Suku Toraja dapat diamati dari cara hidup serta hasil budaya yang masih dapat diamati hingga saat ini.

Salah satunya adalah kepercayaan desa-desa kecil otonom yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut sebelum abad ke-20, yang dinamakan Aluk Todolo.

Meski kini mayoritas masyarakatnya sudah memeluk agama Kristen, namun ajaran Aluk Todolo masih tetap dijalankan.

Selain itu, masyarakat Suku Toraja juga memiliki baju adat yaitu Baju Pokko yang digunakan untuk kaum wanita.

Sementara bagi pria akan mengenakan pakaian Seppa Tallung yang akan dipakai bersama dengan sejumlah aksesoris, seperti Kandure, Ganyang, dan Lipa'.

Saat memakai baju Seppa Tallung, biasanya orang tersebut juga akan memakai penutup kepala yang disebut Passapu.

Selain itu, masyarakat Suku Toraja memiliki rumah adat yaitu Tongkonan yang berbentuk panggung.

Rumah Tongkonan terbuat dari kayu dengan atap lengkung seperti perahu dan berhias tanduk kerbau.

Jasad Suku Toraja yang didandani.Shutterstock/Muslianshah Masrie Jasad Suku Toraja yang didandani.

Masyarakat Suku Toraja juga dikenal dengan situs pemakaman kuno yang terletak di tebing batu yaitu Tampang Allo, Lemo, Suaya, Sirope, Landan, da Londa.

Di tempat tersebut, peti-peti mati berukir diletakkan pada ceruk-ceruk tebing batu dan terdapat pula patung-patung kayu (Tau tau) milik para mendiang.

Tradisi Suku Toraja

Suku Toraja dikenal memiliki berbagai tradisi, beberapa di antaranya cukup khas dan terkenal akan keunikannya. Berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Rambu Solo’

Salah satu tradisi khas dari Suku Toraja adalah Rambu Solo' atau dikenal dengan istilah Auk Rampe Matampu.

Rambu Solo' adalah tradisi upacara pemakaman yang dilaksanakan masyarakat Toraja untuk menghormati dan mengantarkan arwah menuju kehidupan selanjutnya.

Masyarakat Toraja menganggap orang yang sudah meninggal telah benar-benar meninggal jika seluruh kebutuhan prosesi upacara Rambu Solo terpenuhi.

Jika upacara ini belum dilakukan, maka keluarga akan memperlakukannya layaknya orang sakit, sehingga harus disediakan makanan, minuman, dan dibaringkan di tempat tidur.

Tradisi ini dilakukan melalui serangkaian ritual dan doa yang dilaksanakan dengan pertunjukan seni, penyembelihan babi atau kerbau, dan kemudian mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

2. Tradisi Ma’nene

Tradisi Ma'nene adalah ritual untuk membersihkan dan mengganti pakaian dari mayat yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

Ritual Ma'nene tidak hanya sekedar ritual untuk membersihkan dan memakaikan baju baru pada jasad para leluhur.

Ritual ini adalah gambaran dari pentingnya hubungan antar anggota keluarga bahkan yang sudah meninggal, dan diyakini para leluhur juga akan memberikan timbal balik positif bagi keluarga yang masih hidup.

Tradisi Ma'nene menjadi salah satu tradisi yang masih dipertahankan dan dipahami sebagai cara menghormati nenek moyang.

3. Sisemba’

Sisemba’ adalah permainan adu kaki yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dari hasil panen.

Permainan ini dilaksanakan di lapangan terbuka dan dapat dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Ada tiga cara permainan tradisional Sisemba yaitu Sisemba Simanuk (satu lawan satu), Sisemba Siduanan (dua lawan dua), dan Sisemba Sikambanan (kelompok lawan kelompok).

Sumber:
Kompas.com (Penulis: Dini Daniswari, Kistin Septiyani, Gaby Bunga Saputra | Editor: Ni Nyoman Wira Widyanti, Wahyu Adityo Prodjo)
makassar.tribunnews.com
disbudpar.sulselprov.go.id 
kids.grid.id 

Buku: Weni Rahayu. 2017. Tongkonan Mahakarya Arsitektur Tradisional Suku Toraja. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 30 Januari 2023: Pagi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 30 Januari 2023: Pagi Hujan Ringan

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 29 Januari 2023: Siang hingga Malam Berawan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 29 Januari 2023: Siang hingga Malam Berawan

Makassar
Tanggul Sungai Rongkong Jebol, 3 Desa di Luwu Utara Terendam Banjir

Tanggul Sungai Rongkong Jebol, 3 Desa di Luwu Utara Terendam Banjir

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 28 Januari 2023: Pagi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 28 Januari 2023: Pagi Hujan Ringan

Makassar
Penjelasan Mendagri soal Pernyataannya Minta Aparat Tak Selidiki Kepala Daerah

Penjelasan Mendagri soal Pernyataannya Minta Aparat Tak Selidiki Kepala Daerah

Makassar
Mendagri Ungkap Banyak Daerah di Sulsel yang Andalkan Transfer Pemerintah Pusat untuk Gaji Pegawai

Mendagri Ungkap Banyak Daerah di Sulsel yang Andalkan Transfer Pemerintah Pusat untuk Gaji Pegawai

Makassar
Siap Maju di Pilgub Sulsel 2024, Wali Kota Makassar Akan Panaskan Suasana Politik

Siap Maju di Pilgub Sulsel 2024, Wali Kota Makassar Akan Panaskan Suasana Politik

Makassar
Palsukan Status Perkawinan di KTP untuk Menikah Lagi, Pria di Toraja Dilaporkan Istri Pertama

Palsukan Status Perkawinan di KTP untuk Menikah Lagi, Pria di Toraja Dilaporkan Istri Pertama

Makassar
Ayah di Palopo Tega Aniaya Anaknya, Diduga Dipicu Saat Anak Minta Pulsa ke Ibunya

Ayah di Palopo Tega Aniaya Anaknya, Diduga Dipicu Saat Anak Minta Pulsa ke Ibunya

Makassar
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 27 Januari 2023: Hujan Ringan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 27 Januari 2023: Hujan Ringan Sepanjang Hari

Makassar
Makam Mahasiswa Unhas Tewas Diksar Mapala Dibongkar untuk Proses Autopsi

Makam Mahasiswa Unhas Tewas Diksar Mapala Dibongkar untuk Proses Autopsi

Makassar
Cerita di Balik Ibu Cekoki Bayinya Kopi Saset, Ingin Viral hingga Disoroti Jokowi

Cerita di Balik Ibu Cekoki Bayinya Kopi Saset, Ingin Viral hingga Disoroti Jokowi

Makassar
Demi Kontan, Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset, Tinggal di Kontrakan dengan Ibu Tunggal dan Nenek yang Buta

Demi Kontan, Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset, Tinggal di Kontrakan dengan Ibu Tunggal dan Nenek yang Buta

Makassar
Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Ditangani Dinsos Gowa, Ibunya dalam Perawatan

Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Ditangani Dinsos Gowa, Ibunya dalam Perawatan

Makassar
Mahasiswi Kedokteran Disekap 3 Perampok di Rumahnya di Kawasan Elite Makassar

Mahasiswi Kedokteran Disekap 3 Perampok di Rumahnya di Kawasan Elite Makassar

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.