Kompas.com - 05/07/2022, 13:43 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Diberlakukannya Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, sopir angkot (petepete) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) minta keringanan waktu.

Ketua Serikat Sopir Angkot di Kota Makassar, Subair menilai seharusnya peraturan yang dibuat tidak kaku. Menurutnya, perlu edukasi kepada sopir angkot yang berkemampuan terbatas. Maka dari itu, pihaknya meminta penerapan ETLE bagi sopir angkot diberikan waktu.

"Kalau saya peraturan itu tidak kaku, mengedukasi sopir yang kemampuannya terbatas. Memang harus bijak, jika mau diterapkan. Harus bertahap dan membutuhkan waktu. Kalau bisa belakangan lah diberlakukan untuk sopir angkot," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (5/7/2022).

Baca juga: Angkot, Bentor hingga Bus Bebas Tilang ETLE, Polisi Takut Didemo

Subair mengakui jika angkot di jalanan masih melakukan banyak pelanggaran. Apalagi sopir angkot dikejar target penumpang dan setoran.

Subair menuturkan, ETLE memang harus diterapkan kepada sopir angkot. Namun, kondisi angkot memang jauh beda dengan kendaraan pribadi yang masih lengkap dan layak jalan.

"Kondisi angkot memang beda dengan kendaraan pribadi. Memang angkot itu sudah tidak lengkaplah. Jadi kalau mau diterapkan peraturan, ya sudah tidak bisa jalan lagi," ujarnya.

Subair mengungkapkan, angkot di Kota Makassar menurun drastis. Kini jumlah angkot di Kota Makassar berkisar 2.000-an dari yang sebelumnya 5.000-an.

Bahkan ada trayek angkot yang sudah mulai punah. Pasalnya hanya ada dua angkot yang beroperasi, misalnya saja trayek Jalan Veteran.

"Menurun drastis ini, karena angkotnya memang tidak bisa beroperasi lagi karena termakan usia. sudah tidak memenuhi standar lagi," bebernya.

Subair pernah meminta Pemerintah Kota Makassar membuat program peremajaan angkot. Namun, hingga saat ini belum ada program peremajaan angkot yang ditunggu-tunggu para sopir.

"Angkot ini harusnya diremajakan, tapi pemerintah tidak membuka peremajaan sampai sekarang," tambahnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Aparat kepolisian kembali menerapkan Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Kota Makassar. Hanya saja, untuk angkot, becak motor (bentor) dan bus angkutan dalam kota dikecualikan dari penerapan ETLE. 

Peraturan lalu lintas ini pun menuai kritik masyarakat, karena polisi terkesan pilih kasih menerapkan ETLE.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Pedalaman Toraja Utara Masih Tertinggal, Siswa Minta Jokowi dan Mendikbud Turun Tangan

Sekolah di Pedalaman Toraja Utara Masih Tertinggal, Siswa Minta Jokowi dan Mendikbud Turun Tangan

Makassar
Hendak Foya-foya, Sindikat Perampok Toko Lintas Provinsi di Sulsel Ditangkap Polisi

Hendak Foya-foya, Sindikat Perampok Toko Lintas Provinsi di Sulsel Ditangkap Polisi

Makassar
Tawarkan 5 Perempuan, Muncikari di Makassar Ditangkap

Tawarkan 5 Perempuan, Muncikari di Makassar Ditangkap

Makassar
Hasil DNA 7 Janin dalam Kotak Makanan Identik dengan Sepasang Kekasih Pelaku Aborsi

Hasil DNA 7 Janin dalam Kotak Makanan Identik dengan Sepasang Kekasih Pelaku Aborsi

Makassar
Penemuan Bayi Tanpa Kepala Gegerkan Warga Gowa

Penemuan Bayi Tanpa Kepala Gegerkan Warga Gowa

Makassar
Ayah di Luwu Setubuhi 3 Anak Kandungnya yang Masih di Bawah Umur Selama 4 Tahun

Ayah di Luwu Setubuhi 3 Anak Kandungnya yang Masih di Bawah Umur Selama 4 Tahun

Makassar
TKI Kamboja Pulang ke Parepare, Mengaku Bekerja Jadi Marketing Penipuan Investasi Bodong dan Judi Online

TKI Kamboja Pulang ke Parepare, Mengaku Bekerja Jadi Marketing Penipuan Investasi Bodong dan Judi Online

Makassar
Terancam Banjir Lebih Parah, Ramai-ramai Ketua RT dan RW di Makassar Dukung Jalur Kereta Api Elevated

Terancam Banjir Lebih Parah, Ramai-ramai Ketua RT dan RW di Makassar Dukung Jalur Kereta Api Elevated

Makassar
Kasus Prostitusi Online Anak di Bawah Umur Dibongkar, Tarif Mulai Rp 600.000

Kasus Prostitusi Online Anak di Bawah Umur Dibongkar, Tarif Mulai Rp 600.000

Makassar
Langgar Edaran dari Pemda Toraja Utara dan Tana Toraja, 19 Ekor Kerbau dari Jeneponto Dipulangkan Satgas PMK

Langgar Edaran dari Pemda Toraja Utara dan Tana Toraja, 19 Ekor Kerbau dari Jeneponto Dipulangkan Satgas PMK

Makassar
Polisi Tegaskan Tidak Ada Tersangka Baru Kasus Bocah 12 Tahun Tewas Disiksa di Atas Kapal

Polisi Tegaskan Tidak Ada Tersangka Baru Kasus Bocah 12 Tahun Tewas Disiksa di Atas Kapal

Makassar
Kurir Sabu 11 Kg di Parepare Ditangkap, Diupah Rp 100 Juta

Kurir Sabu 11 Kg di Parepare Ditangkap, Diupah Rp 100 Juta

Makassar
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Bocah 12 Tahun di Atas Kapal, Korban Dianiaya Pakai Selang

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Bocah 12 Tahun di Atas Kapal, Korban Dianiaya Pakai Selang

Makassar
Banding Ditolak, AKBP M Resmi Dipecat atas Kasus Budak Seks Anak di Bawah Umur

Banding Ditolak, AKBP M Resmi Dipecat atas Kasus Budak Seks Anak di Bawah Umur

Makassar
Pisah Ranjang dengan Istri, Pria di Sinjai Bacok Mertuanya hingga Tewas

Pisah Ranjang dengan Istri, Pria di Sinjai Bacok Mertuanya hingga Tewas

Makassar
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.