Mahasiswa Demo Tuntut Pengadaan Bus Sekolah untuk Kelurahan Terpencil, Tak Satu Pun Anggota DPRD Temui

Kompas.com - 02/06/2022, 15:58 WIB

PALOPO, KOMPAS.com  – Aksi unjuk rasa mahasiswa Aliansi Demokrasi berlangsung di DPRD Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/6/2022) siang.

Aksi unjuk rasa mahasiswa menuntut untuk dilakukan pengadaan  bus sekolah bagi siswa yang berdomisi di daerah terpencil yakni Kelurahan Battang dan Battang Barat.

Baca juga: Curi Motor di Palopo, Mantan Personel Polres Mamuju Ditangkap Polisi

Kordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Demokrasi, Ridal mengatakan, dua kelurahan tersebut sudah mendesak untuk dilakukan pengadaan bus sekolah mengingat kondisi medan dan jarak dari rumah ke sekolah dan sebaliknya cukup jauh.

"Kehadiran bus ini sangat dibutuhkan oleh para siswa di Kelurahan Battang dan Battang Barat, mengingat jarak tempuh dari wilayah tersebut menuju ke sekolah itu sangat jauh berkisar 15 hingga 20 kilometer," kata Ridal saat dikonfirmasi, Kamis (2/6/2022).

Selain itu, di dua kelurahan tersebut masih minim kendaraan angkutan sehingga pelajar kerap terlambat tiba di sekolah.

“Kendaraan umum di dua kelurahan ini masih minim khususnya angkutan lokal, di mana jalur tersebut merupakan poros Palopo Toraja,” ucap Ridal.

Baca juga: Demo Tolak Presiden 3 Periode Ricuh, Kaca Kantor DPRD Palopo Pecah, 14 Orang Diamankan

Sayangnya, saat mereka berunjuk rasa di DPRD tak satu pun anggota DPRD Palopo yang menemui.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum pengunjuk rasa tiba di Kantor DPRD Kota Palopo, sejumlah anggota DPRD Kota Palopo meninggalkan kantor untuk melakukan kunjungan lapangan, sementara beberapa anggota DPRD lainnya tengah menjalani Dinas Luar Kota.  

Pantauan Kompas.com di lokasi, aksi unjuk rasa dilakukan dengan membakar ban bekas di depan dan dalam halaman gedung DPRD Kota Palopo.

Saat aksi unjuk rasa berlangsung, semua anggota DPRD Kota Palopo tidak berada di kantor, bahkan, tiga ruang komisi di DPRD Kota Palopo terlihat kosong.

“Kami sangat kecewa hingga kami menyatakan mosi tidak percaya dengan DPRD Kota Palopo karena beberapa kali teman-teman aksi juga kadang tidak menemuinya,” ujar Ridal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Kota Palopo, terkait kegiatan semua anggota DPRD Palopo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Pedalaman Toraja Utara Masih Tertinggal, Siswa Minta Jokowi dan Mendikbud Turun Tangan

Sekolah di Pedalaman Toraja Utara Masih Tertinggal, Siswa Minta Jokowi dan Mendikbud Turun Tangan

Makassar
Hendak Foya-foya, Sindikat Perampok Toko Lintas Provinsi di Sulsel Ditangkap Polisi

Hendak Foya-foya, Sindikat Perampok Toko Lintas Provinsi di Sulsel Ditangkap Polisi

Makassar
Tawarkan 5 Perempuan, Muncikari di Makassar Ditangkap

Tawarkan 5 Perempuan, Muncikari di Makassar Ditangkap

Makassar
Hasil DNA 7 Janin dalam Kotak Makanan Identik dengan Sepasang Kekasih Pelaku Aborsi

Hasil DNA 7 Janin dalam Kotak Makanan Identik dengan Sepasang Kekasih Pelaku Aborsi

Makassar
Penemuan Bayi Tanpa Kepala Gegerkan Warga Gowa

Penemuan Bayi Tanpa Kepala Gegerkan Warga Gowa

Makassar
Ayah di Luwu Setubuhi 3 Anak Kandungnya yang Masih di Bawah Umur Selama 4 Tahun

Ayah di Luwu Setubuhi 3 Anak Kandungnya yang Masih di Bawah Umur Selama 4 Tahun

Makassar
TKI Kamboja Pulang ke Parepare, Mengaku Bekerja Jadi Marketing Penipuan Investasi Bodong dan Judi Online

TKI Kamboja Pulang ke Parepare, Mengaku Bekerja Jadi Marketing Penipuan Investasi Bodong dan Judi Online

Makassar
Terancam Banjir Lebih Parah, Ramai-ramai Ketua RT dan RW di Makassar Dukung Jalur Kereta Api Elevated

Terancam Banjir Lebih Parah, Ramai-ramai Ketua RT dan RW di Makassar Dukung Jalur Kereta Api Elevated

Makassar
Kasus Prostitusi Online Anak di Bawah Umur Dibongkar, Tarif Mulai Rp 600.000

Kasus Prostitusi Online Anak di Bawah Umur Dibongkar, Tarif Mulai Rp 600.000

Makassar
Langgar Edaran dari Pemda Toraja Utara dan Tana Toraja, 19 Ekor Kerbau dari Jeneponto Dipulangkan Satgas PMK

Langgar Edaran dari Pemda Toraja Utara dan Tana Toraja, 19 Ekor Kerbau dari Jeneponto Dipulangkan Satgas PMK

Makassar
Polisi Tegaskan Tidak Ada Tersangka Baru Kasus Bocah 12 Tahun Tewas Disiksa di Atas Kapal

Polisi Tegaskan Tidak Ada Tersangka Baru Kasus Bocah 12 Tahun Tewas Disiksa di Atas Kapal

Makassar
Kurir Sabu 11 Kg di Parepare Ditangkap, Diupah Rp 100 Juta

Kurir Sabu 11 Kg di Parepare Ditangkap, Diupah Rp 100 Juta

Makassar
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Bocah 12 Tahun di Atas Kapal, Korban Dianiaya Pakai Selang

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Bocah 12 Tahun di Atas Kapal, Korban Dianiaya Pakai Selang

Makassar
Banding Ditolak, AKBP M Resmi Dipecat atas Kasus Budak Seks Anak di Bawah Umur

Banding Ditolak, AKBP M Resmi Dipecat atas Kasus Budak Seks Anak di Bawah Umur

Makassar
Pisah Ranjang dengan Istri, Pria di Sinjai Bacok Mertuanya hingga Tewas

Pisah Ranjang dengan Istri, Pria di Sinjai Bacok Mertuanya hingga Tewas

Makassar
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.