Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembunuh Imam Masjid di Luwu Divonis 20 Tahun Penjara

Kompas.com - 31/05/2022, 13:55 WIB
Amran Amir,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

LUWU, KOMPAS.com – Aditya Prayoga (22) terdakwa kasus pembunuhan Imam Masjid Al-Ikhwan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, divonis hukuman 20 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Belopa, Selasa (31/5/2022).

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Belopa, ini dipimpim oleh Hakim Ketua, Wahyu Hidayat, dan dua orang hakim anggota, yakni Yohanes Richard dan Imam Setyawan.

Saat membacakan putusan, Wahyu Hidayat menguraikan bahwa hal yang memberatkan terdakwa adalah Yusuf Kutubi Opu Dg Parebba merupakan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Selain itu dia juga menyampaikan hal lain yang memberatkan terdakwa yakni melakukan tindak kejahatan di tempat ibadah. Padahal seharusnya tempat itu bebas dari tindakan kejahatan.

Aditya Prayoga yang terbukti melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Yusuf Kutubi Opu Dg Parebba, juga turut memberatkan vonis hukuman.

“Dengan ini memutuskan terdakwa, Aditya Prayoga dengan hukuman 20 tahun penjara,” sebut Wahyu Hidayat dan mengakhiri dengan ketukan palu.

Baca juga: Sidang Pleidoi Pembunuh Imam Masjid di Luwu Diwarnai Kericuhan

Keluarga dan kerabat pun sontak mengucapkan terima kasih kepada hakim. Keluarga korban Arifin Andi Wajuanna mengungkapkan walaupun tidak sebanding tapi putusan ini sudah bisa memberikan sedikit rasa lega.

“Kami rasa putusan ini sudah pantas diberikan kepada terdakwa, dan saya semua keluarga sudah siap menerimanya,” ucap Arifin Andi Wajuanna.

Sidang Putusan kasus pembunuhan Imam Masjid di Belopa ini dijaga ketat aparat kepolisian Polres Luwu dan Satuan Brimob Batalyon D Baebunta Sulsel.

Pantauan Kompas.com di lokasi terlihat aparat keamanan berjaga mengelilingi gedung pengadilan Negeri Belopa. Selain itu juga terlihat pihak kemanan berjaga di jalan poros depan pengadilan.

Tak hanya itu, polisi juga terlihat berjaga-jaga di kantor Kejaksaan Negeri Luwu, rumah jabatan Jaksa dan rumah jabatan Hakim di Belopa.

Personil Polres Luwu, AKP A. Syamsu menyampaikan ada 255 personel anggota kepolisian yang diturunkan untuk pengamanan.

"Personil ini gabungan dari Personel Polres Luwu dan dari Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel,” ujar Syamsu.

Sebelumnya diberitakan, sidang kasus pembunuhan seorang imam masjid bernama Yusuf Katubi (70) di Pengadilan Negeri Belopa, Kabupaten Luwu,  Sulawesi Selatan, Rabu (25/5/2022) sore diwarnai kericuhan.

Kericuhan terjadi di dalam ruang sidang, saat pembacaan pleidoi atau pembelaan berlangsung. Kuasa hukum terdakwa Zulpikar meminta keringan. Sementara keluarga korban yang tidak terima mendengar permintaan itu sontak berdiri, dan melontarkan protes.

Bahkan kericuhan berlanjut hingga sidang usai. Keluarga korban sampai coba mencegat jaksa, meski dapat dihalau polisi.

Ismail Wahid, perwakilan keluarga korban, menyatakan protes karena tidak bisa menerima  tuntutan jaksa.

“Kami menginginkan  terdakwa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau Pasal 340 (KUHP). Sementara sebelumnya dituntut 15 tahun penjara atau Pasal 338 (KUHP) oleh jaksa penuntut umum,” kata Ismail di Pengadilan Negeri Belopa, Rabu (25/5/2022).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pesona Salukang Kallang, Gua Terpanjang di Indonesia

Pesona Salukang Kallang, Gua Terpanjang di Indonesia

Makassar
Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Kisah Pilu Kakek di Makassar Gendong Jenazah Cucunya Pakai Ojol Sejauh 53 Km

Makassar
Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Video Viral Jenazah Bayi di Makassar Diantar Ojol Sejauh 53 Km, RSUP Tadjuddin Chalid: Kami Mohon Maaf

Makassar
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Makassar
Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Disdik Cari Penyebar Video Perundungan Siswa SMP di Makassar

Makassar
Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Sopir Ojol di Makassar Tempuh 53 Km Antar Jenazah Bayi karena Keluarga Tak Mampu Sewa Ambulans

Makassar
Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Siswa SMP Difabel Korban Bully di Makassar Trauma Berat, Tak Mau Masuk Sekolah

Makassar
Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Akses di Dusun Ini Serba Terbatas, Ibu Hamil Harus Ditandu Lewati Bukit dan Hutan untuk Melahirkan

Makassar
KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

KPU Palopo Buka Pendaftaran Pantarlih, Dibutuhkan 468 orang, Ini Syaratnya

Makassar
5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

5.818 Calon Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin Lolos UTBK SNBT 2024

Makassar
Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Berniat Mendahului, Wanita di Makassar Tewas Terlindas Truk Molen

Makassar
PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

PPDB SMP di Palopo, Banyak Orangtua Pilih Datangi Sekolah untuk Daftarkan Anak

Makassar
Viral, Siswa SMP Difabel di Makassar Di-'bully', Pihak Sekolah Buka Suara

Viral, Siswa SMP Difabel di Makassar Di-"bully", Pihak Sekolah Buka Suara

Makassar
Keluarga Korban Penembakan KKB Papua Mengeluh, Harus Bayar Rp 58 Juta untuk Pulangkan Jenazah ke Sulsel

Keluarga Korban Penembakan KKB Papua Mengeluh, Harus Bayar Rp 58 Juta untuk Pulangkan Jenazah ke Sulsel

Makassar
Pereteli Kendaraan Curian untuk Hilangkan Jejak, 4 Orang Ditangkap Resmob Tana Toraja

Pereteli Kendaraan Curian untuk Hilangkan Jejak, 4 Orang Ditangkap Resmob Tana Toraja

Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com