Salah Gunakan Status Pencari Suaka untuk Berkeliling Indonesia, 3 WN Sri Lanka Dideportasi

Kompas.com - 21/05/2021, 16:29 WIB
Petugas Rudenim Makassar melakukan pemeriksaan berkas administrasi untuk tiga WNA Srilanka yang akan dideportasi ke negara asalnya, Jumat (21/5/2021). Petugas Rudenim Makassar melakukan pemeriksaan berkas administrasi untuk tiga WNA Srilanka yang akan dideportasi ke negara asalnya, Jumat (21/5/2021).

KOMPAS.com- Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar, Sulawesi Selatan, mendeportasi tiga warga negara (WN) Sri Lanka berinisial KR (30), KS (25), dan IYS (26).

Ketiga pencari suaka itu dipulangkan ke negara asalnya melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pada Jumat (21/5/2021).

Pemulangan dilakukan setelah tiga orang itu dianggap telah melakukan pelanggaran berat dan memenuhi semua unsur pendeportasian.

Baca juga: Pencari Suaka Asal Afganistan Terlibat Kasus Pencurian Laptop di Bandara Soekarno-Hatta

Kepala Rudenim Makassar Alimuddin mengatakan, tiga orang itu datang ke Indonesia sebagai pencari suaka.

Namun, selagi menunggu ada negara lain yang mau menampung mereka sebagai pengungsi, tiga laki-laki ini malah berkeliling Indonesia.

"Ketiganya masih status asylum seeker atau seseorang yang masih dalam pertimbangan untuk memperoleh status pengungsi yang diterbitkan oleh UNHCR. Tetapi mereka malah melakukan pelanggaran dan akhirnya dibatalkan kemudian dideportasi," kata Alimuddin di Makassar, Jumat, seperti dilansir Antara.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Alimuddin, tiga orang ini ditangkap Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan di salah satu hotel di Maros, Sulawesi Selatan, pada 4 April 2021.

Baca juga: Positif Covid-19 Saat Hamil, Pencari Suaka Asal Afganistan Dirawat di Rumah Lawan Covid-19

Sebelumnya, mereka diketahui sudah berwisata ke Makassar, Medan, dan Papua.

Alimuddin menduga, WN Sri Lanka ini salah mengartikan surat tanpa pencari suaka yang diberikan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR/Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi) kepada mereka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru di Pangkep yang Belum Divaksin Dilarang Mengajar

Guru di Pangkep yang Belum Divaksin Dilarang Mengajar

Makassar
Salah Gunakan Status Pencari Suaka untuk Berkeliling Indonesia, 3 WN Sri Lanka Dideportasi

Salah Gunakan Status Pencari Suaka untuk Berkeliling Indonesia, 3 WN Sri Lanka Dideportasi

Makassar
Oknum Pelaku Pungli di Disdik Makassar Diduga Raup Puluhan Miliar Rupiah Tiap Tahun

Oknum Pelaku Pungli di Disdik Makassar Diduga Raup Puluhan Miliar Rupiah Tiap Tahun

Makassar
53 dari 56 Terduga Teroris yang Ditangkap di Sulsel Sudah Ditetapkan sebagai Tersangka

53 dari 56 Terduga Teroris yang Ditangkap di Sulsel Sudah Ditetapkan sebagai Tersangka

Makassar
Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Dipindahkan ke Lapas Makassar

Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Dipindahkan ke Lapas Makassar

Makassar
MT yang Tewas Ditembak Densus 88 Ternyata Pernah Teror Acara Syahrul Yasin Limpo

MT yang Tewas Ditembak Densus 88 Ternyata Pernah Teror Acara Syahrul Yasin Limpo

Makassar
Disebut Tak Sejalan, Wali Kota Makassar Copot Seluruh Ketua RT hingga Camat, Ini Penyebabnya

Disebut Tak Sejalan, Wali Kota Makassar Copot Seluruh Ketua RT hingga Camat, Ini Penyebabnya

Makassar
Wali Kota Makassar Ganti Semua Camat, Lurah, Ketua RW, dan RT: Mereka Dididik untuk Lawan Saya

Wali Kota Makassar Ganti Semua Camat, Lurah, Ketua RW, dan RT: Mereka Dididik untuk Lawan Saya

Makassar
Kesal Ibunya Sering Menangis, Jamal Bunuh Ayah Kandungnya

Kesal Ibunya Sering Menangis, Jamal Bunuh Ayah Kandungnya

Makassar
Pegawai Bank Sulselbar Diduga Selewengkan Dana Kredit Sejak 2016, Negara Merugi Rp 25 M

Pegawai Bank Sulselbar Diduga Selewengkan Dana Kredit Sejak 2016, Negara Merugi Rp 25 M

Makassar
Terpaut 39 Tahun, Pasangan Asal Bone Ini Sah Menjadi Suami Istri

Terpaut 39 Tahun, Pasangan Asal Bone Ini Sah Menjadi Suami Istri

Makassar
Ayahnya Adang Pelaku Bom Bunuh Diri, Anak Sekuriti Gereja Katedral Makassar Ditawari Jadi Polisi

Ayahnya Adang Pelaku Bom Bunuh Diri, Anak Sekuriti Gereja Katedral Makassar Ditawari Jadi Polisi

Makassar
Ini Peran 3 Perempuan Terduga Teroris yang Ditangkap Terkait Bom Bunuh Diri di Makassar

Ini Peran 3 Perempuan Terduga Teroris yang Ditangkap Terkait Bom Bunuh Diri di Makassar

Makassar
3 Perempuan Terduga Teroris Ditangkap, Satu Orang Berperan sebagai Motivator

3 Perempuan Terduga Teroris Ditangkap, Satu Orang Berperan sebagai Motivator

Makassar
Kardus Bertuliskan 'Islam X' Hebohkan Warga Makassar, Ternyata Berisi Bohlam

Kardus Bertuliskan "Islam X" Hebohkan Warga Makassar, Ternyata Berisi Bohlam

Makassar
komentar di artikel lainnya
Close Ads X