12 Orang yang Ditangkap Usai Tolak Tambang Pasir di Makassar Dibebaskan

Kompas.com - 14/09/2020, 09:48 WIB
Warga Pulau Kodingareng Lompo Makassar saat memprotes penangkapan nelayan dan aktivis mahasiswa saat aksi protes tambang pasir di perairan Makassar, Sabtu (12/9/2020). Dok IstimewaWarga Pulau Kodingareng Lompo Makassar saat memprotes penangkapan nelayan dan aktivis mahasiswa saat aksi protes tambang pasir di perairan Makassar, Sabtu (12/9/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi membebaskan 8 nelayan Pulau Kodingareng Makassar serta 3 mahasiswa dan satu aktivis lingkungan yang ditangkap saat protes tambang laut di perairan Sangkarrang, Sabtu (12/9/2020).

Direktur Polairud Polda Sulsel Kombes Pol Hery Wiyanto mengatakan, para nelayan, aktivis, serta mahasiswa yang ditahan tersebut sebelumnya terkait pelemparan bom molotov dan pemotongan kabel di kapal PT Royal Boskalis.

Namun saat pemeriksaan, penyidik belum menemukan bukti terhadap 12 orang yang ditahan tersebut.

Mereka pun dilepas pada Minggu (13/9/2020) siang.

"Tadi siang sudah saya lepaskan mas karena belum cukup buktinya," kata Hery kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Minggu sore.

Baca juga: Polisi Tangkap 7 Nelayan dan 3 Mahasiswa Makassar yang Tolak Penambangan Pasir Laut

Hery mengatakan, penahanan selama 24 jam terhadap para nelayan itu untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi, kata Hery masih tetap mengembangkan dan mencari pelaku pelempar bom molotov kapal milik perusahaan Belanda tersebut.

"Kita masih kembangkan terus untuk mencari siapa pelaku pengrusakan kemarin," ujar Hery.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Operasional LBH Makassar Edy Kurniawan mengatakan, pelepasan nelayan, serta mahasiswa tersebut menjadi indikasi kuat penyidik Polairud tidak meyakini dan ragu atas keterlibatannya terhadap dugaan tindak pidana.

"Sehingga memang besar dugaan, kepolisian asal melakukan penangkapan dan terkesan reaksioner dalam menindaklanjuti laporan yang diterima." kata Edy.

Baca juga: Makassar Pilih Masifkan Swab Massal ketimbang Kembali Terapkan PSBB

Sebelumnya diberitakan  Polisi kembali menangkap tujuh nelayan Pulau Kodingareng Makassar saat melakukan aksi protes kapal PT Royal Boskalis yang kembali beroperasi menambang pasir laut, Sabtu (12/9/2020) pagi.

Selain nelayan, satu aktivis lingkungan dan tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang aktif di lembaga pers turut diamankan saat mendampingi protes para nelayan.

Tujuh nelayan yang ditangkap yakni Nawir, Asrul, Andi Saputra, Irwan, Mustakim, Nasar, dan Rijal.

Sementara aktivis lingkungan yang ditangkap dengan kekerasan ialah Rahmat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Layanan RSUD Babel Tetap Berjalan meski 2 Staf dan 1 Dokter Positif Corona

Layanan RSUD Babel Tetap Berjalan meski 2 Staf dan 1 Dokter Positif Corona

Regional
Kronologi Seorang Ibu Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur

Kronologi Seorang Ibu Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur

Regional
Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Regional
Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Regional
Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Regional
Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Regional
Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Regional
Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Regional
Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X