Kronologi Penembakan 3 Warga di Makassar Versi Polisi, Berawal Warga Pukul dan Teriaki Aparat Maling

Kompas.com - 31/08/2020, 06:26 WIB
Ilustrasi penembakan ShutterstockIlustrasi penembakan
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Tiga pemuda Makassar jadi korban penembakan yang dilakukan petugas kepolisian. Mereka adalah Anjas (23), Iqbal (22) serta Amar (18).

Setelah menjalani perawatan, Anjas yang mengalami luka tembak di kepala akhirnya meninggal dunia. Sementara Iqbal dan Amar mengalami luka tembak di bagian betis.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Ia mengatakan peristiwa yang terjadi pada Minggu (30/8/2020) dini hari itu berawal saat anggota polisi melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan.

Baca juga: Tiga Warga Diduga Jadi Korban Salah Tembak Polisi, Ini Kata Kapolres Pelabuhan Makassar

Saat itu petugas kepolisian menanyakan sebuah alamat ke pemuda yang sedang minum minuman keras.

Namun saat ditanya, tiba-tiba ada yang memukul petugas dari belakang.

"Begitu mau tanya alamat terus anggota ditanya anggota apa bukan, tiba-tiba ada yang mukul dari belakang," kata AKBP Kadarislam kepada Kompas.com melalui telepon, Minggu (30/8/2020) siang.

Saat itu, petugas kepolisian sempat menunjukkan identitas kepada warga.

Baca juga: Satu Warga Makassar yang Kena Tembak Polisi Meninggal Dunia

Namun karena ada memukul anggota dari belakang, situasi memanas. Selain dipukul, petugas juga diteriaki pencuri. Warga yang ada di lokasi pun mengejarnya.

Karena merasa terpojok, polisi kemudian membela diri dengan melepaskan tembakan peringatan menggunakan peluru tajam.

Kadarislam mengatakan ia belum bisa memastikan apakah ada unsur kesengajaan di inseden tersebut.

"Cuma sekarang lagi mau cari kenapa bisa ada warga ketembak begitu," ujarnya.

"Dugaan sementara salah tembak. Iya (pakai) peluru tajam," ungkapnya

Baca juga: 3 Pemuda di Makassar Diduga Jadi Korban Penembakan Polisi, 1 Orang Kritis

6 polisi diperiksa propam

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi
Usai penembakan tersebut, enam polisi diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel.

Enam polisi tersebut berasal dari Polsek Ujung Tanah dan Polres Pelabuhan Makassar.

AKBP Kadarislam menjamin transparansi pemeriksaan polisi yang diduga melepas tembakan yang mengenai warga.

Apalagi diketahui jika 3 pemuda yang tertembak itu bukan bagian dari para pemuda mabuk yang ditanyai alamat oleh petugas.

Baca juga: Buntut Penembakan 3 Warga, 6 Polisi Diperiksa Propam Polda Sulsel

Tak hanya itu. Mantan Kapolres Bone ini mengatakan ada kemungkinan jumlah anggota polisi yang diperiksa di Propam atas peristiwa penembakam ini bertambah

"Korban sudah kami temui dan keluarganya. Kami tetap transparan kalau ada anggota yang salah itu tetap akan kami tindak," ujar Kadarislam.

Walaupun sudah menemui keluarga korban, Kadarisman akan kembali menemui keluarga korban karena mereka keberatan atas peristiwa yang terjadi pada anaknya.

Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading Hari Ini

Pamit menginap di rumah teman

Ilustrasi tanda tanyaShutterstock Ilustrasi tanda tanya
Sementara itu Jawad, ayah Anjas mengatakan peristiwa tersebut berawal saat anaknya izin menginap di rumah temannya karena ingin ke tempat pelelangan ikan.

Saat berada di dalam rumah, Jawad sempat mendengar letusan senjata berkali-kali. Namun ia tak tahu pasti kronologi sang anak bisa tertembak.

Saat kejadian pukul 01.30 Wita, Jawad memastikan tak ada ada perang kelompok di sekitar lokasi.

Baca juga: Detik-detik Riswanto Dikira Kancil dan Ditembak Temannya hingga Tewas, Sempat Berteriak dan Pegangi Leher

"Saya juga tidak tahu ceritanya bagaimana karena yang korban 3 ini kena tembak. Pas teriak Binmas, jangan menembak, baru berhenti menembak. Itu saja Binmas bergetar karena hampir juga dia kena tembak," kata Jawad saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Ia bercerita mendapatkan informasi jika tembakan itu dilepaskan oleh polisi.

"Pas sudah berhenti baru dikejar sama warga. Tidak ada perang, cuma tiba-tiba saja," ujar Jawad.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Himawan | Editor: Farid Assifa, Robertus Belarminus)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terima Ditegur saat Mabuk, Pelajar di Cianjur Bacok Pegawai Provider Seluler

Tak Terima Ditegur saat Mabuk, Pelajar di Cianjur Bacok Pegawai Provider Seluler

Regional
Memburu Ali Kalora, Pimpinan MIT yang Terlibat Teror di Sigi, Operasi Rutin hingga Gunakan Thermal Drone

Memburu Ali Kalora, Pimpinan MIT yang Terlibat Teror di Sigi, Operasi Rutin hingga Gunakan Thermal Drone

Regional
Kisah Rizti, 9 Tahun Dampingi Suami Pengidap HIV/AIDS, hingga Bangun Komunitas Pita Merah

Kisah Rizti, 9 Tahun Dampingi Suami Pengidap HIV/AIDS, hingga Bangun Komunitas Pita Merah

Regional
Spanduk Ajakan Taati Protokol Kesehatan Diturunkan, Seniman di Banyumas Protes

Spanduk Ajakan Taati Protokol Kesehatan Diturunkan, Seniman di Banyumas Protes

Regional
Luhut Soroti Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali, Kadinkes: Setelah Libur Panjang Tidak Meningkat

Luhut Soroti Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali, Kadinkes: Setelah Libur Panjang Tidak Meningkat

Regional
Pasukan Kostrad, Marinir, dan Tontaikam Ikut Buru Kelompok Ali Kalora

Pasukan Kostrad, Marinir, dan Tontaikam Ikut Buru Kelompok Ali Kalora

Regional
Wali Kota Padang Diminta Menonaktifkan Kasatpol PP yang Diduga Bantu Calon Gubernur

Wali Kota Padang Diminta Menonaktifkan Kasatpol PP yang Diduga Bantu Calon Gubernur

Regional
Satgas Covid-19 Sidak Warkop di Pontianak yang Dipenuhi Mahasiswa, 7 Orang Positif

Satgas Covid-19 Sidak Warkop di Pontianak yang Dipenuhi Mahasiswa, 7 Orang Positif

Regional
Duka Mulyadi, Tak Bisa Lihat Jasad Putra Semata Wayangnya yang Tertabrak Truk Tangki Pengangkut BBM

Duka Mulyadi, Tak Bisa Lihat Jasad Putra Semata Wayangnya yang Tertabrak Truk Tangki Pengangkut BBM

Regional
Guru Harus Swab Test Jelang Belajar Tatap Muka di Sulsel, Sekolah Harus Di-fogging

Guru Harus Swab Test Jelang Belajar Tatap Muka di Sulsel, Sekolah Harus Di-fogging

Regional
Warga Mulai Tak Disiplin, Risma Minta Bawahannya Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Warga Mulai Tak Disiplin, Risma Minta Bawahannya Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Regional
Gunung Semeru Meletus, Keluarkan Awan Panas Selama Hampir 3 Jam

Gunung Semeru Meletus, Keluarkan Awan Panas Selama Hampir 3 Jam

Regional
10 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Cipali Diidentifikasi, 7 Orang Berasal dari Pekalongan

10 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Cipali Diidentifikasi, 7 Orang Berasal dari Pekalongan

Regional
Jadwal Perjalanan LRT Palembang Kembali Ditambah

Jadwal Perjalanan LRT Palembang Kembali Ditambah

Regional
20.000 Pil Ekstasi dan Sabu Asal Malaysia Diselundupkan ke Batam

20.000 Pil Ekstasi dan Sabu Asal Malaysia Diselundupkan ke Batam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X