Buntut Kebakaran di Samping Polsek Makassar, 27 Tahanan Dipindahkan

Kompas.com - 28/06/2020, 14:37 WIB
Kebakaran yang melanda belasan rumah di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/6/2020). Dok IstimewaKebakaran yang melanda belasan rumah di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/6/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Puluhan tahanan Polsek Makassar dipindahkan menyusul  kebakaran yang melanda beberapa rumah dan bangunan semi permanen tepat di samping polsek tersebut.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, 27 tahanan yang berada di sel Polsek Makassar dipindahkan lantaran asap dari kebakaran mencapai sel yang membuat para tahanan kesulitan bernapas.

" Tahanan dipindahkan karena udaranya kurang sehat dan akan ditempatkan di polsek-polsek terdekat," kata Yudhiawan saat diwawancara di sekitar lokasi kebakaran, Minggu (28/6/2020).

Baca juga: Kebakaran di Samping Polsek Makassar, Petugas Damkar Kena Pukul

Selain memindahkan para tahanan, kegiatan administrasi di Polsek Makassar kini belum bisa dilanjutkan lantaran listrik masih padam.

Beruntung api tak menjalar ke bangunan Polsek Makassar.

"Kita koordinasi dengan PLN karena kebakaran ini ada 7 rumah makanya siapa tau ada kabel yang masih terbakar dan telanjang, itu sangat berbahaya," ujar Yudhiawan.

Terkait penyebab kebakaran, lanjut Yudhiawan, pihaknya masih melakukan olah TKP sembari berkoordinasi dengan pihak laboratorium forensik Polda Sulsel.

"Kita koordinasi dengan labfor terkait dugaan kebakarannya apakah ada unsur kesengajaan atau korsleting listrik," ujar Yudhiawan.

Baca juga: Menyamar Jadi Petugas PLN, Mail Curi Kabel di 32 Gardu Listrik di Makassar dan Maros

Sebelumnya diberitakan, kebakaran melanda beberapa rumah dan bangunan tepat di samping Polsek Makassar yang berada di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Makassar.

Kebakaran yang terjadi pada pukul 11.00 Wita tersebut, membuat panik seluruh warga dan petugas kepolisian lantaran jarak yang sangat dekat dengan Mapolsek Makassar.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Makassar pun kesulitan memadamkan api yang membakar beberapa bangunan semi permanen tersebut lantaran warga berkumpul dan menyesaki lokasi kebakaran.

Bahkan, petugas damkar yang hendak memadamkan si jago merah justru terkena pukul oleh seorang warga yang berada di lokasi.

Sekretaris Dinas Damkar Makassar, Hasanuddin mengatakan, petugas yang dianiaya tersebut mengalami luka hingga berdarah di bagian pelipis.

"Sudah ada dua pelaku pemukulan yang diamankan di Polrestabes Makassar," kata Hasanuddin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur, Kejadian Serupa Pernah Terjadi 10 Tahun Lalu

Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur, Kejadian Serupa Pernah Terjadi 10 Tahun Lalu

Regional
Cerita Komunitas Serambi Tau Macca Sebar Minta Baca ke Pelosok, Pernah Dikira Hendak Culik Anak-anak

Cerita Komunitas Serambi Tau Macca Sebar Minta Baca ke Pelosok, Pernah Dikira Hendak Culik Anak-anak

Regional
Pasien Positif Covid-19 Kabur dengan Kapal Ferry, Seluruh Penumpang Dikarantina

Pasien Positif Covid-19 Kabur dengan Kapal Ferry, Seluruh Penumpang Dikarantina

Regional
Dokter Putri Meninggal karena Corona, Emil Dardak: Covid Memang Ada di Sekitar Kita

Dokter Putri Meninggal karena Corona, Emil Dardak: Covid Memang Ada di Sekitar Kita

Regional
Gubernur Banten Sebut SMA dan SMK Mulai Masuk pada Desember 2020

Gubernur Banten Sebut SMA dan SMK Mulai Masuk pada Desember 2020

Regional
Remaja Asal Sukoharjo Tewas Usai Latihan Silat, Polisi Periksa 4 Saksi

Remaja Asal Sukoharjo Tewas Usai Latihan Silat, Polisi Periksa 4 Saksi

Regional
Terkait Penyebaran Covid-19, Ridwan Kamil Minta Bupati Pangandaran Tingkatkan Komunikasi ke Warga

Terkait Penyebaran Covid-19, Ridwan Kamil Minta Bupati Pangandaran Tingkatkan Komunikasi ke Warga

Regional
Kisah Cinta Pengantin dengan Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air, Berawal dari Media Sosial

Kisah Cinta Pengantin dengan Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air, Berawal dari Media Sosial

Regional
Pagu Inisiatif Kementerian ESDM Rp 6,84 Triliun, Menteri Arifin: Untuk Kepentingan Rakyat

Pagu Inisiatif Kementerian ESDM Rp 6,84 Triliun, Menteri Arifin: Untuk Kepentingan Rakyat

Regional
Takut Ditagih Utang, Berpura-pura Dirampok hingga Tusuk Dada Sendiri

Takut Ditagih Utang, Berpura-pura Dirampok hingga Tusuk Dada Sendiri

Regional
Upacara di Lapangan Karebosi, Pj Walkot Makassar Ingin Kasus Covid-19 Landai Akhir Juli

Upacara di Lapangan Karebosi, Pj Walkot Makassar Ingin Kasus Covid-19 Landai Akhir Juli

Regional
Pertama Kali dalam Sejarah, Babel Ekspor 12 Ton Lidi Nipah ke Nepal

Pertama Kali dalam Sejarah, Babel Ekspor 12 Ton Lidi Nipah ke Nepal

Regional
Penganiaya Ojol di Pekanbaru : 'Dia Gaya-gayaan Setelah Saya Klakson 2 Kali...'

Penganiaya Ojol di Pekanbaru : "Dia Gaya-gayaan Setelah Saya Klakson 2 Kali..."

Regional
Dokter Putri Meninggal karena Covid-19, Memiliki Komorbid yang Membuat Semakin Parah

Dokter Putri Meninggal karena Covid-19, Memiliki Komorbid yang Membuat Semakin Parah

Regional
Viral Video Bocah 5 Tahun Cerita Lima Kali Dicabuli 'Pak Uwo', Ini Pengakuan Pelaku

Viral Video Bocah 5 Tahun Cerita Lima Kali Dicabuli "Pak Uwo", Ini Pengakuan Pelaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X