Pria Ini Peras Penyewa Ruko di Makassar, Ancam Rusak Mobil jika Tak Diberi Uang

Kompas.com - 11/02/2020, 18:09 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Syaril alias Howa (59) ditangkap tim Reserse Mobil Polsek Panakkukang karena memeras para pedagang dan penyewa rumah toko (Ruko) di sepanjang Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Selasa (11/2/2020). 

Kasi Humas Polsek Panakkukang Bripka Ahmad Halim mengatakan, Howa ditangkap setelah korbannya mengadu ke pihak kepolisian. 

Pria bertato tersebut tak berkutik saat ditangkap polisi. 

"Anggota bergerak setelah mendapat informasi terkait keberadaan pelaku. Pelaku sendiri diamankan di rumahnya," kata Ahmad saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (11/2/2020).

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Orang yang Buat Onar di Kongres V PAN

Ahmad mengatakan, dalam menjalankan aksinya, Howa memalak warga dengan modus uang keamanan sebesar Rp 400.000 per bulan. 

Bila uang tersebut tak diberikan, Howa mengancam bakal melukai pedagang dan merusak mobil mereka.

Howa menggunakan uang hasil palakannya untuk berfoya-foya dan membeli minuman keras.

Baca juga: Tangkap Buaya Berkalung Ban, Ahli dari Australia Pasang Trap Panjang 4 Meter

Pelaku dijerat dengan Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

"Aksinya dilakukan sejak tiga bulan terakhir. Uangnya digunakan untuk keluarganya, kadang juga dipakai minum ballo (tuak)," ujar Ahmad. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Ditabrak dari Belakang, Truk Saya Sampai Terbalik'

"Saya Ditabrak dari Belakang, Truk Saya Sampai Terbalik"

Regional
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Aliran Kali di Dua Desa

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Aliran Kali di Dua Desa

Regional
Sambut HUT Ke-75 RI,  Warga di Bandung Lukis Mural di Jalan Setapak Sepanjang 140 Meter

Sambut HUT Ke-75 RI, Warga di Bandung Lukis Mural di Jalan Setapak Sepanjang 140 Meter

Regional
Cerita Perawat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Pernah Pingsan karena Terlalu Lama Kenakan APD

Cerita Perawat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Pernah Pingsan karena Terlalu Lama Kenakan APD

Regional
Cagar Alam Habitat Satwa Komodo Terbakar, Pemadaman Masih Dilakukan

Cagar Alam Habitat Satwa Komodo Terbakar, Pemadaman Masih Dilakukan

Regional
Merasa Jambi Lebih Panas Beberapa Pekan Belakangan? Ini Penjelasan BMKG

Merasa Jambi Lebih Panas Beberapa Pekan Belakangan? Ini Penjelasan BMKG

Regional
Covid-19 di Banyumas Belum Terkendali, Masyarakat Dilarang Gelar Lomba 17-an

Covid-19 di Banyumas Belum Terkendali, Masyarakat Dilarang Gelar Lomba 17-an

Regional
Pintu Kelenteng Kwan Sing Bio Ditutup, Puluhan Umat Sembahyang di Trotoar

Pintu Kelenteng Kwan Sing Bio Ditutup, Puluhan Umat Sembahyang di Trotoar

Regional
Pengakuan Evitasari, PKL yang Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel

Pengakuan Evitasari, PKL yang Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel

Regional
Ida Harus Relakan Sawahnya yang Produktif untuk Pembangunan Tol Yogya-Solo

Ida Harus Relakan Sawahnya yang Produktif untuk Pembangunan Tol Yogya-Solo

Regional
Saksi Sidang Cerai Dipukul Saat Tunggu Persidangan, Pelakunya Mengaku Sakit Hati

Saksi Sidang Cerai Dipukul Saat Tunggu Persidangan, Pelakunya Mengaku Sakit Hati

Regional
Kepsek Meninggal karena Covid-19, 2 Anak dan Seorang Menantunya Tertular

Kepsek Meninggal karena Covid-19, 2 Anak dan Seorang Menantunya Tertular

Regional
Berdalih Temani Tidur, Pria di Semarang Justru Cabuli Anak Tiri

Berdalih Temani Tidur, Pria di Semarang Justru Cabuli Anak Tiri

Regional
Tengah Memancing, Pria Ini Hilang Tergulung Ombak di Hadapan Anak Istri

Tengah Memancing, Pria Ini Hilang Tergulung Ombak di Hadapan Anak Istri

Regional
Tamatan SMA Tipu Profesor PTN di Jambi dari Dalam Lapas, Korban Rugi Rp 183 Juta

Tamatan SMA Tipu Profesor PTN di Jambi dari Dalam Lapas, Korban Rugi Rp 183 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X