Tak Terima Tumbal Ditembak Mati, Keluarga Bawa Jenazahnya ke Kantor Polisi

Kompas.com - 14/01/2020, 16:21 WIB
Keluarga almarhum Tumbal yang menyerang Polsek Bontoala saat hendak mengantarkan jenazah untuk dimakamkan, Selasa (10/1/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANKeluarga almarhum Tumbal yang menyerang Polsek Bontoala saat hendak mengantarkan jenazah untuk dimakamkan, Selasa (10/1/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Keluarga Tumbal (25) warga Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mendatangi Polsek Bontoala pada Selasa (14/1/2020) sekitar 11.00 WITA.

Mereka datang dengan membawa jenazah Tumbal yang tewas akibat ditembak polisi pada Senin (13/1/2020) malam.

Kapolsek Bontoala Kompol Andriany Lilikay mengatakan, sempat terjadi bentrokan antara keluarga Tumbal dan polisi yang berjaga.

Baca juga: Polisi di Makassar Tangkap Imigran Afghanistan yang Aniaya Temannya

Pasalnya, keluarga Tumbal memaksa masuk ke kantor polisi itu dengan membawa jenazah.

Peristiwa saling lempar kayu dan batu pun terjadi di depan Polsek Bontoala selama 10 menit.

"Saya perintahkan anggota untuk menghalau tidak boleh ada pengantar jenazah yang boleh  mendatangi Polsek. Jadi kami luruskan arusnya tidak berbelok ke Polsek," kata Andriany kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa. 

Baca juga: Cuaca Buruk di Makassar, Pendaratan 3 Pesawat Dialihkan

Bentrokan yang membuat arus lalu lintas terhambat ini akhirnya redam setelah polisi bernegosiasi dengan keluarga Tumbal. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kalung Antivirus Corona, Menkes Terawan: Saya Malah Belum Mempelajari Isinya

Soal Kalung Antivirus Corona, Menkes Terawan: Saya Malah Belum Mempelajari Isinya

Regional
Pemkab Karawang Buka Seleksi Terbuka 6 Jabatan Tinggi

Pemkab Karawang Buka Seleksi Terbuka 6 Jabatan Tinggi

Regional
Sempat Dirawat, Bayi 11 Bulan Korban Kapal Tenggelam di NTT Meninggal

Sempat Dirawat, Bayi 11 Bulan Korban Kapal Tenggelam di NTT Meninggal

Regional
Tujuh Ular Piton Sepanjang Lima Meter Teror Warga Blora

Tujuh Ular Piton Sepanjang Lima Meter Teror Warga Blora

Regional
Dicabuli Ayah Kandung Selama 10 Tahun, Gadis Ini Tak Tega Lihat Sang Bapak Dipenjara

Dicabuli Ayah Kandung Selama 10 Tahun, Gadis Ini Tak Tega Lihat Sang Bapak Dipenjara

Regional
Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur, Kejadian Serupa Pernah Terjadi 10 Tahun Lalu

Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur, Kejadian Serupa Pernah Terjadi 10 Tahun Lalu

Regional
Cerita Komunitas Serambi Tau Macca Sebar Minta Baca ke Pelosok, Pernah Dikira Hendak Culik Anak-anak

Cerita Komunitas Serambi Tau Macca Sebar Minta Baca ke Pelosok, Pernah Dikira Hendak Culik Anak-anak

Regional
Pasien Positif Covid-19 Kabur dengan Kapal Feri, Semua Penumpang Dikarantina

Pasien Positif Covid-19 Kabur dengan Kapal Feri, Semua Penumpang Dikarantina

Regional
Dokter Putri Meninggal karena Corona, Emil Dardak: Covid Memang Ada di Sekitar Kita

Dokter Putri Meninggal karena Corona, Emil Dardak: Covid Memang Ada di Sekitar Kita

Regional
Gubernur Banten Sebut SMA dan SMK Mulai Masuk pada Desember 2020

Gubernur Banten Sebut SMA dan SMK Mulai Masuk pada Desember 2020

Regional
Remaja Asal Sukoharjo Tewas Usai Latihan Silat, Polisi Periksa 4 Saksi

Remaja Asal Sukoharjo Tewas Usai Latihan Silat, Polisi Periksa 4 Saksi

Regional
Terkait Penyebaran Covid-19, Ridwan Kamil Minta Bupati Pangandaran Tingkatkan Komunikasi ke Warga

Terkait Penyebaran Covid-19, Ridwan Kamil Minta Bupati Pangandaran Tingkatkan Komunikasi ke Warga

Regional
Kisah Cinta Pengantin dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air, Berawal dari Media Sosial

Kisah Cinta Pengantin dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air, Berawal dari Media Sosial

Regional
Pagu Inisiatif Kementerian ESDM Rp 6,84 Triliun, Menteri Arifin: Untuk Kepentingan Rakyat

Pagu Inisiatif Kementerian ESDM Rp 6,84 Triliun, Menteri Arifin: Untuk Kepentingan Rakyat

Regional
Takut Ditagih Utang, Berpura-pura Dirampok hingga Tusuk Dada Sendiri

Takut Ditagih Utang, Berpura-pura Dirampok hingga Tusuk Dada Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X