Gubernur Sulsel dan Wakilnya Keliling Kabupaten/Kota Tinjau Daerah Bencana, Siapkan Anggaran Rp 20 M

Kompas.com - 09/01/2020, 13:29 WIB
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama seluruh elemen menggelar apel siaga bencana di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (8/1/2020). Dokumentasi Pemprov SulselGubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama seluruh elemen menggelar apel siaga bencana di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (8/1/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, berbagi tugas meninjau sejumlah daerah yang dilanda bencana angin kencang, puting beliung, tanah longsor, dan abrasi.

Nurdin mendatangi lokasi abrasi di Pantai Galesong, Kabupaten Takalar, didampingi Bupati Takalar, Ketua DPRD Takalar, anggota DPRD Sulsel, Kepala Balai Pompengan, dan Kepala Dinas Terkait.

Dalam peninjauan itu, Nurdin melihat langsung kondisi abrasi di Pantai Galesong yang sangat memprihatinkan.

Abrasi sudah menghilangkan puluhan rumah warga dan kuburan di tiga lokasi tempat pemakaman umum (TPU) di Pantai Galesong.

Dalam kesempatan itu pun, Nurdin membagikan bronjong atau gabions yang merupakan kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis seng.

Selanjutnya, Nurdin meninjau Cekdam Bili-bili untuk memastikan debit air masih normal dan tidak melampaui ambang batas seperti kabar hoaks yang beredar di masyarakat.

Cekdam Bili-bili ini merupakan bendungan yang dapat menampung air sebanyak 200 juta meter kubik.

“Kita pastikan pada rakyat bahwa pemerintah hadir saat masyarakat tertimpa bencana. Kita punya dana tanggap darurat yang dana kontijensi untuk Sulsel sebesar Rp 20 miliar. Dana kontijensi ini untuk penanggulangan bencana, baik tahap prabencana, saat tanggap darurat atau pasca bencana,” kata Nurdin, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: 345 Rumah di Sulsel Rusak Dilanda Cuaca Ekstrem, Ini Penjelasan BMKG

Sementara itu, Andi meninjau Sulsel bagian utara yakni Kabupaten Sidrap, Barru, dan beberapa daerah lainnya yang dilanda bencana angin kencang, angin puting beliung, dan tanah longsor.

Bencana ini menerjang 12 kabupaten/kota di Sulsel sejak 1 hingga 5 Januari 2020 dan merusak sekitar 2.000 rumah warga.  

Andi mengatakan, Pemprov Sulsel masih melakukan pengiriman bantuan dan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih pendataan.

"Saya mau lihat, apa kebutuhan para korban bencana dan apakah sudah dilakukan pengiriman bantuan di beberapa wilayah di Sulsel. Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada korban jiwa, karena itu yang paling penting,” katanya.

Dalam peninjauan di lokasi-lokasi bencana, Andi Sudirman Sulaiman pun membagikan bantuan, seperti selimut, tenda, mi instan, dan lainnya.

 Baca juga: Hadapi Monsun Asia Melintas di Sulsel, Gubernur Gelar Apel Siaga Bencana

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kalung Antivirus Corona, Menkes Terawan: Saya Malah Belum Mempelajari Isinya

Soal Kalung Antivirus Corona, Menkes Terawan: Saya Malah Belum Mempelajari Isinya

Regional
Pemkab Karawang Buka Seleksi Terbuka 6 Jabatan Tinggi

Pemkab Karawang Buka Seleksi Terbuka 6 Jabatan Tinggi

Regional
Sempat Dirawat, Bayi 11 Bulan Korban Kapal Tenggelam di NTT Meninggal

Sempat Dirawat, Bayi 11 Bulan Korban Kapal Tenggelam di NTT Meninggal

Regional
Tujuh Ular Piton Sepanjang Lima Meter Teror Warga Blora

Tujuh Ular Piton Sepanjang Lima Meter Teror Warga Blora

Regional
Dicabuli Ayah Kandung Selama 10 Tahun, Gadis Ini Tak Tega Lihat Sang Bapak Dipenjara

Dicabuli Ayah Kandung Selama 10 Tahun, Gadis Ini Tak Tega Lihat Sang Bapak Dipenjara

Regional
Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur, Kejadian Serupa Pernah Terjadi 10 Tahun Lalu

Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur, Kejadian Serupa Pernah Terjadi 10 Tahun Lalu

Regional
Cerita Komunitas Serambi Tau Macca Sebar Minta Baca ke Pelosok, Pernah Dikira Hendak Culik Anak-anak

Cerita Komunitas Serambi Tau Macca Sebar Minta Baca ke Pelosok, Pernah Dikira Hendak Culik Anak-anak

Regional
Pasien Positif Covid-19 Kabur dengan Kapal Feri, Semua Penumpang Dikarantina

Pasien Positif Covid-19 Kabur dengan Kapal Feri, Semua Penumpang Dikarantina

Regional
Dokter Putri Meninggal karena Corona, Emil Dardak: Covid Memang Ada di Sekitar Kita

Dokter Putri Meninggal karena Corona, Emil Dardak: Covid Memang Ada di Sekitar Kita

Regional
Gubernur Banten Sebut SMA dan SMK Mulai Masuk pada Desember 2020

Gubernur Banten Sebut SMA dan SMK Mulai Masuk pada Desember 2020

Regional
Remaja Asal Sukoharjo Tewas Usai Latihan Silat, Polisi Periksa 4 Saksi

Remaja Asal Sukoharjo Tewas Usai Latihan Silat, Polisi Periksa 4 Saksi

Regional
Terkait Penyebaran Covid-19, Ridwan Kamil Minta Bupati Pangandaran Tingkatkan Komunikasi ke Warga

Terkait Penyebaran Covid-19, Ridwan Kamil Minta Bupati Pangandaran Tingkatkan Komunikasi ke Warga

Regional
Kisah Cinta Pengantin dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air, Berawal dari Media Sosial

Kisah Cinta Pengantin dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air, Berawal dari Media Sosial

Regional
Pagu Inisiatif Kementerian ESDM Rp 6,84 Triliun, Menteri Arifin: Untuk Kepentingan Rakyat

Pagu Inisiatif Kementerian ESDM Rp 6,84 Triliun, Menteri Arifin: Untuk Kepentingan Rakyat

Regional
Takut Ditagih Utang, Berpura-pura Dirampok hingga Tusuk Dada Sendiri

Takut Ditagih Utang, Berpura-pura Dirampok hingga Tusuk Dada Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X