Catut Nama Pejabat Polda Sulsel untuk Pinjam Uang, 2 Pria Ini Ditangkap

Kompas.com - 15/11/2019, 14:59 WIB
Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas saat merilis tersangka penipuan online yang dilakukan dua pria asal Sidrap berinisial KD dan AC, di lobi Polda Sulsel,  Jumat (15/11/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANWakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas saat merilis tersangka penipuan online yang dilakukan dua pria asal Sidrap berinisial KD dan AC, di lobi Polda Sulsel, Jumat (15/11/2019).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tim Subdit 5 Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel menangkap dua pria asal Sidrap berinisial KD dan AC usai melakukan penipuan online kepada salah satu anggota kepolisian dengan mencatut nama Kabid Humas Polda Sulsel untuk mendapatkan keuntungan. 

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas mengungkapkan, kedua pria tersebut ditangkap di Kota Parepare, Kamis (14/11/2019). 

Adnas menyebut, pelaku menghubungi korban berinsial AA untuk mentransferkannya uang sebesar Rp 150 juta via WhatsApp dengan menirukan suara Kabid Humas Polda Sulsel pada Rabu (13/11/2019) lalu. 

Baca juga: Kasus Penipuan Akumobil, Polisi Blokir Rekening Tersangka BJB

"Pelaku ini berpura-pura menjadi pejabat yang baru dengan meniru suara kemudian meniru bahasa, logat dan gaya dan memerintahkan kepada bendahara yang memegang uang untuk menyediakan uang," kata Adnas, saat konferensi pers, di lobi Polda Sulsel, Jumat (15/11/2019).

Adnas menagatakan, awalnya korban tidak percaya dengan telepon kedua orang ini.

Namun, karena didesak dengan dalih ada keperluan mendadak, korban akhirnya mentransfer uang sebesar Rp 150 juta ke beberapa rekening yang dipegang pelaku. 

Tindakan pelaku tersebut baru diketahui usai korban yang sudah mentransfer uang ratusan juta menghubungi langsung Kabid Humas sehingga menyadari dirinya baru saja tertipu. 

"Kabid Humas tidak pernah menghubungi dan memberi instruksi kepada korban untuk memberikan uang ke beberapa rekening bank," imbuh Adnas. 

Baca juga: Pemprov Jatim Buka 1.817 Formasi CPNS, Khofifah Minta Pelamar Waspada Penipuan

Adnas mengungkapkan, AC dan KD bukanlah pelaku utama. Saat ini, penyidik masih mengejar pelaku utama yang juga masih merupakan kerabat AC dan KD. 

AC dan KD dikenakan Pasal 45a Ayat 1 juncto Pasal 28 Ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda Rp 2 miliar. 

"Pelaku yang menghubungi langsung korban masih DPO. Masih kerabat kedua pelaku yang diamankan," tutur Adnas.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut HUT Ke-75 RI,  Warga di Bandung Lukis Mural di Jalan Setapak Sepanjang 140 Meter

Sambut HUT Ke-75 RI, Warga di Bandung Lukis Mural di Jalan Setapak Sepanjang 140 Meter

Regional
Cerita Perawat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Pernah Pingsan karena Terlalu Lama Kenakan APD

Cerita Perawat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Pernah Pingsan karena Terlalu Lama Kenakan APD

Regional
Cagar Alam Habitat Satwa Komodo Terbakar, Pemadaman Masih Dilakukan

Cagar Alam Habitat Satwa Komodo Terbakar, Pemadaman Masih Dilakukan

Regional
Merasa Jambi Lebih Panas Beberapa Pekan Belakangan? Ini Penjelasan BMKG

Merasa Jambi Lebih Panas Beberapa Pekan Belakangan? Ini Penjelasan BMKG

Regional
Covid-19 di Banyumas Belum Terkendali, Masyarakat Dilarang Gelar Lomba 17-an

Covid-19 di Banyumas Belum Terkendali, Masyarakat Dilarang Gelar Lomba 17-an

Regional
Pintu Kelenteng Kwan Sing Bio Ditutup, Puluhan Umat Sembahyang di Trotoar

Pintu Kelenteng Kwan Sing Bio Ditutup, Puluhan Umat Sembahyang di Trotoar

Regional
Pengakuan Evitasari, PKL yang Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel

Pengakuan Evitasari, PKL yang Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel

Regional
Ida Harus Relakan Sawahnya yang Produktif untuk Pembangunan Tol Yogya-Solo

Ida Harus Relakan Sawahnya yang Produktif untuk Pembangunan Tol Yogya-Solo

Regional
Saksi Sidang Cerai Dipukul Saat Tunggu Persidangan, Pelakunya Mengaku Sakit Hati

Saksi Sidang Cerai Dipukul Saat Tunggu Persidangan, Pelakunya Mengaku Sakit Hati

Regional
Kepsek Meninggal karena Covid-19, 2 Anak dan Seorang Menantunya Tertular

Kepsek Meninggal karena Covid-19, 2 Anak dan Seorang Menantunya Tertular

Regional
Berdalih Temani Tidur, Pria di Semarang Justru Cabuli Anak Tiri

Berdalih Temani Tidur, Pria di Semarang Justru Cabuli Anak Tiri

Regional
Tengah Memancing, Pria Ini Hilang Tergulung Ombak di Hadapan Anak Istri

Tengah Memancing, Pria Ini Hilang Tergulung Ombak di Hadapan Anak Istri

Regional
Tamatan SMA Tipu Profesor PTN di Jambi dari Dalam Lapas, Korban Rugi Rp 183 Juta

Tamatan SMA Tipu Profesor PTN di Jambi dari Dalam Lapas, Korban Rugi Rp 183 Juta

Regional
Setelah 7 Hari, Pencarian WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Dihentikan

Setelah 7 Hari, Pencarian WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Dihentikan

Regional
Orangtuanya Positif Covid-19, Pasangan di Gunungkidul Harus Tunda Pernikahan

Orangtuanya Positif Covid-19, Pasangan di Gunungkidul Harus Tunda Pernikahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X