Saharuddin Dibunuh karena Mabuk dan Nantang Duel di Acara Pernikahan

Kompas.com - 04/11/2019, 15:10 WIB
Jufri (orange), saat diamankan di Polsek Panakkukang Makassar usai membunuh seorang pemuda di acara pernikahan keluarganya, Senin (4/11/2019). KOMPAS.com/HIMAWANJufri (orange), saat diamankan di Polsek Panakkukang Makassar usai membunuh seorang pemuda di acara pernikahan keluarganya, Senin (4/11/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Jufri (43) mengaku menganiaya Saharuddin (29) hingga tewas karena korban dan teman-temannya membawa minuman keras ke acara keluarga pelaku.

Jufri khawatir perilaku korban itu merusak momen bahagia di pesta pernikahan keluarga pelaku. 

Informasi itu dibenarkan Kasat Reskrim Polsek Panakkukang Ipda Andri Kurniawan.

Andri mengatakan, awalnya korban ditegur Jufri karena membawa minuman keras. Teguran itu kemudian dijawab korban dengan ajakan berduel. Bahkan, korban sempat melayangkan senjata tajam hingga melukai jari Jufri.

"Lalu pelaku masuk ke rumah ambil badik. Di situlah pelaku melakukan penganiayaan tersebut," kata Andri saat ditemui di Mapolsek Panakkukang, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Pemuda di Makassar Tewas Ditikam Usai Datang ke Acara Pernikahan dalam Keadaan Mabuk

Menurut Andir, penganiayaan itu terjadi di Jalan Sukamaju 4, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sabtu (2/11/2019).

 

Jufri dengan badik menganiaya Saharuddin hingga tewas. Korban menderita 11 luka tikaman di sekujur tubuhnya.

"Dari hasil visum terdapat 11 luka yakni di dada tengah 2 kali, di dada kanan 2 kali, ketiak sebelah kiri 1 kali, lengan kiri 3 kali, payudara 1 kali, dada kiri 1 kali, dan di dahi 1 kali," kata Andri. 

Menurut Andri, Saharuddin membawa minuman keras ke acara tetangganya lantaran ingin meramaikan pesta itu. Namun niat Saharuddin ditolak keluarga yang punya acara pernikahan. 

Baca juga: Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Menjadi 194 Orang

Saat ini, Jufri sedang ditempatkan di sel Polsek Panakkukang untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut. 

"Pelaku dikenai pasal 351 KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Andri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Regional
BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Regional
Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X