Proyek Tol Layang Makassar Rugi Rp 4 Miliar Usai Demo Mahasiswa

Kompas.com - 10/10/2019, 08:16 WIB
Aparat Patroli Motor (Patmor) saat hendak membubarkan massa aksi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Jumat (27/9/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANAparat Patroli Motor (Patmor) saat hendak membubarkan massa aksi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Jumat (27/9/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Aksi demonstrasi menolak UU KPK dan sejumlah RUU bermasalah yang dilakukan aliansi mahasiswa dan masyarakat di Makassar, Sulawesi Selatan, pada akhir September lalu membuat proyek tol layang di Jalan A P Pettarani Makassar mengalami kerugian. 

Proyek yang dikerjakan PT WIka Beton ini rugi hingga Rp 4 miliar.

Titik awal pengerjaan proyek tol merupakan titik kumpul massa sebelum bertolak ke Gedung DPRD Sulawesi Selatan yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. 

Deputi Project Manager PT Wika Beton Emmy Yanuar mengatakan, ada banyak peralatan proyek yang rusak ketika aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu berlangsung. 


"Ada peralatan yang dilempar dan kemudian paling banyak memang pagar dan kabel-kabel instalasi listrik yang cukup banyak, habislah. Termasuk coret-coret yang bahasanya kurang pas menurut kita. Kalau kerugian saya bisa estimasi itu kira-kira Rp 3-4 miliar," kata Emmy saat diwawancarai, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Demo Mahasiswa Makassar, 2 Mobil Polisi Dirusak, Pagar Gedung DPRD Sulsel Dijebol

Selain kerugian materil, pengerjaan proyek tol layang ini juga terhambat selama 15 hari. 

Para peserta aksi yang terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa ini membuat para pekerja proyek tol layang yang direncanakan rampung pada Juli 2020 ini tidak bekerja. 

"Kejadian kemarin menimbulkan kerugian bagi kita itu sudah terlihat nyata, tapi kami berupaya untuk tetap melakukan pekerjaan ini tepat waktu," ujar Emmy. 

Progres pengerjaan proyek tol layang sepanjang 4,3 kilometer ini sudah mencapai 32,5 persen.

Proyek yang sudah dimulai pengerjaannya pada April 2018 bakal dikebut dengan cara melakukan rekayasa lalu lintas berupa penutupan flyover Makassar selama lima hari, mulai Kamis (10/10/2019) malam.

Penutupan ini dilakukan Wika Beton untuk pengerjaan upper sturcture yakni pemasangan box grider yang tepat di atas jalan flyover. 

"Kita butuh waktu lima hari, jadi flyover akan kita tutup kita alihkan dan di bawahnya juga. Untuk pengangkatan box grider yang merupakan pekerjaan yang cukup berbahaya sehingga harus safety kepada masyarakat," ujar Emmy. 

Baca juga: Pukul Polisi Saat Demo, Mahasiswa Makassar Ditangkap

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Regional
Ratusan ASN Banyuwangi Doakan Pemerintahan Baru Berjalan Baik

Ratusan ASN Banyuwangi Doakan Pemerintahan Baru Berjalan Baik

Regional
PDI-P Jabar Singgung soal Interpelasi terhadap Ridwan Kamil

PDI-P Jabar Singgung soal Interpelasi terhadap Ridwan Kamil

Regional
Paman Aniaya Keponakan gara-gara Atap Seng Hilang

Paman Aniaya Keponakan gara-gara Atap Seng Hilang

Regional
Viral Video Kucing Mati Dicekoki Air Kelapa, Polisi Lakukan Penyelidikan

Viral Video Kucing Mati Dicekoki Air Kelapa, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Duta Teh Indonesia

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Duta Teh Indonesia

Regional
Soal OTT Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Prihatin, Wakil Wali Kota Minta Maaf

Soal OTT Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Prihatin, Wakil Wali Kota Minta Maaf

Regional
Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar

Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar

Regional
Makan Daging Sapi yang Sudah Mati Sehari, 60 Warga Masuk Rumah Sakit

Makan Daging Sapi yang Sudah Mati Sehari, 60 Warga Masuk Rumah Sakit

Regional
Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Regional
Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Regional
Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Regional
Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Regional
PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

Regional
Aktivitas Reklamasi Semakin 'Menggila', Ketua DPRD Batam Berang

Aktivitas Reklamasi Semakin "Menggila", Ketua DPRD Batam Berang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X