Tulis Status soal Mahasiswa Unibos Meninggal, Karyawan Hotel di Makassar Ditangkap

Kompas.com - 03/10/2019, 14:42 WIB
Ilustrasi Facebook IstIlustrasi Facebook

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Irfan (33), seorang karyawan hotel di Kota Makassar diamankan tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel lantaran menulis status di akun Facebooknya bahwa Dicky Wahyudi, mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) yang ditabrak mobil taktis polisi meninggal dunia. 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani mengatakan, status mengenai kabar Dicky Wahyudi meninggal dunia ditulis Irfan di akun Facebook yang bernama Ippang Idrus, pada Selasa 2 Oktober kemarin. 


Status ini kemudian viral dan menimbulkan banyak kecaman kepada polisi selaku penabrak mahasiswa Fakultas Hukum tersebut. 

Baca juga: Dirawat di ICU, Begini Kondisi Mahasiswa Unibos yang Tertabrak Kendaraan Taktis Polisi

"Setelah kami cek, saudara Dicky Wahyudi dalam keadaan sehat, tidak ada apa-apa memang dia selama ini masih dirawat tapi setiap hari keadaannya membaik," kata Dicky Soendani, saat menggelar konferensi pers di Polda Sulsel, Kamis (3/10/2019).

Menurut Dicky, Irfan masih kerabat oleh Dicky Wahyudi. Namun, kabar mengenai meninggalnya Dicky Wahyudi diperoleh Irfan dari tantenya.

Irfan lalu menulis status tersebut tanpa mengecek secara langsung kondisi Dicky Wahyudi yang sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. 

Dicky mengungkapkan, status yang ditulis Irfan ini sangat berbahaya dan rawan memicu terjadinya tindakan anarkis yang lebih besar bila kabar tersebut beredar luas. 

"Kita tahu situasi sekarang, mahasiswa masih belum menerima bagaimana kondisi Dicky saat ini. Namun, kita jelaskan keadaan Dicky terus membaik tapi kalau terhasut hoaks ini mungkin akan terjadi tindakan anarkis. Ini sangat bahaya bagi kamtibmas di Makassar," imbuh dia. 

Baca juga: Penjelasan Propam Polda Sulsel soal Aparat yang Tabrak Mahasiswa Unibos

Setelah melakukan penyelidikan, tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel kemudian menangkap Irfan di sebuah hotel tempat ia bekerja. 

Irfan disangkakan melanggar Pasal 45A Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 dan atau Pasal 14 Ayat 2 UU ITE dan atau Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peratuan Hukum Pidana. 

"Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," pungkas Dicky. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Duta Teh Indonesia

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Duta Teh Indonesia

Regional
Soal OTT Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Prihatin, Wakil Wali Kota Minta Maaf

Soal OTT Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Prihatin, Wakil Wali Kota Minta Maaf

Regional
Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar

Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar

Regional
Makan Daging Sapi yang Sudah Mati Sehari, 60 Warga Masuk Rumah Sakit

Makan Daging Sapi yang Sudah Mati Sehari, 60 Warga Masuk Rumah Sakit

Regional
Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Regional
Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Regional
Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Regional
Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Regional
PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

Regional
Aktivitas Reklamasi Semakin 'Menggila', Ketua DPRD Batam Berang

Aktivitas Reklamasi Semakin "Menggila", Ketua DPRD Batam Berang

Regional
Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Regional
Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Regional
Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Regional
Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X