Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Kompas.com - 17/09/2019, 23:09 WIB
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko KOMPAS.com/HIMAWANKasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko

MAKASSAR, KOMPAS.com - T (32), wanita yang ditangkap polisi karena menjadi pelaku perdagangan keponakannya sendiri terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, T dianggap melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002.

"Dia (T) kayak mucikari. Dia yang carikan pelanggan. Kebanyakan dari Om-om," kata Indratmoko, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Perempuan Ini Tega Jual Keponakannya ke Lelaki Hidung Belang

AS (14) yang menjadi korban dari T kini dibawa ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Makassar.

Setelah dikonseling oleh P2TP2A, AS mengakui sebelumnya telah dijajakan oleh T di hotel dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. 

"T membenarkan bahwa adanya keterangan korban AS telah mengekpsloitasi keponakannya sendiri dan baru satu kali. Si korban juga masih shock, sedang dalam tahap konseling jadi belum terlalu banyak dimintai keterangan," kata Indratmoko.

Baca juga: Kementerian PPPA: 70 Persen Korban Perdagangan Orang Itu Anak dan Perempuan

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap seorang wanita berinisial T (32) yang menjadi pelaku perdagangan remaja di bawah umur di Kota Makassar, Selasa (17/9/2019).

T menjadi mucikari dan menawarkan AS (14), keponakannya sendiri, ke pria hidung belang.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengungkapkan, T diketahui menjadi mucikari keponakannya itu setelah orangtua AS mengetahui rencana jahat T yang ingin menawarkan anaknya di sekitar Jalan Ratulangi, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar pada Senin malam.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolres Singkawang Marahi Pemilik Warung Kopi yang Tak Indahkan Imbauan

Kapolres Singkawang Marahi Pemilik Warung Kopi yang Tak Indahkan Imbauan

Regional
Bayi 4 Bulan Positif Covid-19 Kondisinya Membaik, Tak Lagi Sesak Napas

Bayi 4 Bulan Positif Covid-19 Kondisinya Membaik, Tak Lagi Sesak Napas

Regional
Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Tenggelam di Parit

Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Tenggelam di Parit

Regional
Satu WNA dan 1 Dokter di Palangkaraya Positif Covid-19

Satu WNA dan 1 Dokter di Palangkaraya Positif Covid-19

Regional
Pilkada Ditunda, 289 Panwas dan Staf Sekretariat Kecamatan di Semarang Dinonaktifkan

Pilkada Ditunda, 289 Panwas dan Staf Sekretariat Kecamatan di Semarang Dinonaktifkan

Regional
Pulang dari Surabaya, Seorang Warga Kabupaten Madiun Positif Corona

Pulang dari Surabaya, Seorang Warga Kabupaten Madiun Positif Corona

Regional
Hasil Rapid Test di Banten, 34 Orang Terpapar Virus

Hasil Rapid Test di Banten, 34 Orang Terpapar Virus

Regional
UPDATE: Covid-19 di Kaltim, Positif 20, Meninggal 1, PDP 175 dan ODP 3.224 Orang

UPDATE: Covid-19 di Kaltim, Positif 20, Meninggal 1, PDP 175 dan ODP 3.224 Orang

Regional
Seorang Lagi Sembuh dari Covid-19 di Jatim, Usianya 60 Tahun

Seorang Lagi Sembuh dari Covid-19 di Jatim, Usianya 60 Tahun

Regional
Dinyatakan Sembuh, 4 Pasien Covid-19 di RSWN Semarang Diperbolehkan Pulang

Dinyatakan Sembuh, 4 Pasien Covid-19 di RSWN Semarang Diperbolehkan Pulang

Regional
Hasil Rapid Test Pertama Kota Sukabumi Negatif, Akan Ditambah 2.000 Alat

Hasil Rapid Test Pertama Kota Sukabumi Negatif, Akan Ditambah 2.000 Alat

Regional
Gubernur Sulut Geser Anggaran Pilkada untuk Penanganan Covid-19

Gubernur Sulut Geser Anggaran Pilkada untuk Penanganan Covid-19

Regional
Pulang ke Ambon, 16 Calon Perwira Polisi Dikarantina

Pulang ke Ambon, 16 Calon Perwira Polisi Dikarantina

Regional
Massa Tolak Pemakaman 2 Jenazah PDP Corona, Pj Wali Kota Makassar Mengaku Terlambat Dapat Info

Massa Tolak Pemakaman 2 Jenazah PDP Corona, Pj Wali Kota Makassar Mengaku Terlambat Dapat Info

Regional
Akibat Corona, KA Anjasmoro Relasi Jombang-Jakarta Tak Beroperasi Mulai 1 April

Akibat Corona, KA Anjasmoro Relasi Jombang-Jakarta Tak Beroperasi Mulai 1 April

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X