Orangtua Aldama Pertanyakan Pleidoi Pembunuh Anaknya yang Tidak Sesuai Rekonstruksi

Kompas.com - 08/08/2019, 11:33 WIB
Daniel Pongkala, ayah Aldama Putra Pongkala taruna tingkat 1 ATKP Makassar yang tewas dianiaya seniornya, usai bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (1/7/2019).KOMPAS.com/HIMAWAN Daniel Pongkala, ayah Aldama Putra Pongkala taruna tingkat 1 ATKP Makassar yang tewas dianiaya seniornya, usai bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (1/7/2019).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Daniel Pongkala, ayah dari Aldama Putra Pongkala, taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar keberatan dengan pembelaan terdakwa pembunuh anaknya yang menyebut hanya melakukan pukulan sebanyak satu kali. 

Daniel yang juga hadir dalam sidang dengan agenda pembelaan yang diajukan terdakwa Muhammad Rusdi terlihat gelisah dengan seluruh pernyataan yang dibacakan melalui penasihat hukum terdakwa. 


Usai sidang, Daniel pun sempat mengutarakan keberatannya dengan penasihat hukum Rusdi. Daniel mengatakan, pernyataan Rusdi tersebut tidak sesuai dengan hasil rekonstruksi yang dilakukan kepolisian pada tanggal 18 Maret 2019 lalu.

Baca juga: Jaksa Harap Hakim Tidak Ringankan Vonis untuk Pembunuh Taruna ATKP Makassar 

"Hasil rekonstruksi kemarin itu hasil pemukulannya 5 kali dan bukan detik, tapi bermenit-menit dianiaya anak saya itu sampai pingsan hingga meninggal dunia. Jadi ( pleidoi), tidak sesuai dengan rekonstruksi," kata Daniel, saat diwawancara, Kamis (8/8/2019).

Daniel pun menyesalkan pembelaan Rusdi selaku senior pemberi hukuman Aldama sewaktu berada di kampus.

Sikap Rusdi yang tidak langsung memberikan Aldama hukuman sewaktu juniornya itu melanggar, dinilai Daniel sebagai bentuk perencanaan Rusdi untuk menganiaya anaknya. 

Pria yang juga merupakan anggota TNI itu menilai bahwa Rusdi merupakan senior yang buruk bagi anaknya.

Apalagi, pada saat itu, Rusdi memerintahkan Aldama untuk menemuinya di barak. Untuk itu ia menyebut Rusdi seharusnya dikenakan pasal 355 KUHP.

Ia sekali lagi menyebut Rusdi layak dihukum lebih dari 15 tahun penjara. 

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

9 Tahun Pria Ini Jadikan Dua Putri Kandungnya sebagai Budak Seks

9 Tahun Pria Ini Jadikan Dua Putri Kandungnya sebagai Budak Seks

Regional
Wiranto: Kami ke Manokwari Bukan untuk Memata-matai

Wiranto: Kami ke Manokwari Bukan untuk Memata-matai

Regional
Jaksa Kejari Yogyakarta yang Jadi Tersangka Suap di KPK Terancam Diberhentikan Sementara

Jaksa Kejari Yogyakarta yang Jadi Tersangka Suap di KPK Terancam Diberhentikan Sementara

Regional
Heboh Kayu Bajakah Dijual Bebas, Terbitkan Surat Edaran hingga Ada Jenis yang Beracun

Heboh Kayu Bajakah Dijual Bebas, Terbitkan Surat Edaran hingga Ada Jenis yang Beracun

Regional
Dua ABK Korban Pembantaian di KM Mina Sejati Diautopsi

Dua ABK Korban Pembantaian di KM Mina Sejati Diautopsi

Regional
Saldo Rekening Minus Rp 28 Juta Secara Misterius, Polisi Ini Gugat Bank BRI Solo

Saldo Rekening Minus Rp 28 Juta Secara Misterius, Polisi Ini Gugat Bank BRI Solo

Regional
Seekor Buaya Sinyulong Masuk ke Kolam Ikan Warga di Riau

Seekor Buaya Sinyulong Masuk ke Kolam Ikan Warga di Riau

Regional
Gubernur Ganjar: Cekcok Karena Sara Itu 'Jadul'

Gubernur Ganjar: Cekcok Karena Sara Itu "Jadul"

Regional
Pasangan Suami Istri Dibacok Saat Pergoki Maling Masuk Rumah

Pasangan Suami Istri Dibacok Saat Pergoki Maling Masuk Rumah

Regional
Nasib Nelayan Pantai Sadeng di Tangan Tengkulak, Melaut hingga 10 Hari Tapi Tidak Dapat Apa-apa...

Nasib Nelayan Pantai Sadeng di Tangan Tengkulak, Melaut hingga 10 Hari Tapi Tidak Dapat Apa-apa...

Regional
Unicef Desak Sekolah Sediakan Pembalut Cadangan

Unicef Desak Sekolah Sediakan Pembalut Cadangan

Regional
Gubernur Kalimantan Timur Buat Pergub Halau Broker Tanah di Lokasi Ibu Kota Negara

Gubernur Kalimantan Timur Buat Pergub Halau Broker Tanah di Lokasi Ibu Kota Negara

Regional
Kecewa Hasil Audensi, Pengemudi Ojol Mogok hingga Jumat

Kecewa Hasil Audensi, Pengemudi Ojol Mogok hingga Jumat

Regional
Usut Pembantaian di KM Mina Sejati, Polisi Periksa 35 ABK Kapal Gemilang Samudera

Usut Pembantaian di KM Mina Sejati, Polisi Periksa 35 ABK Kapal Gemilang Samudera

Regional
3 Warga Desa Ditangkap, Para Ibu Datangi Kantor Polisi Minta Penangguhan

3 Warga Desa Ditangkap, Para Ibu Datangi Kantor Polisi Minta Penangguhan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X