Pledoi, Terdakwa Pembunuhan Taruna ATKP Makassar Sebut Aturan Lalu Lintas Berlaku di Kampus

Kompas.com - 07/08/2019, 15:40 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan taruna tingkat 1 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Muhammad Rusdi saat keluar dari ruang sidang usai membacakan pleidoinya di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (7/8/2019).KOMPAS.com/HIMAWAN Terdakwa kasus pembunuhan taruna tingkat 1 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Muhammad Rusdi saat keluar dari ruang sidang usai membacakan pleidoinya di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (7/8/2019).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Muhammad Rusdi yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan Aldama Putra Pongkala taruna tingkat 1 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar membacakan pembelaannya melalui penasihat hukumnya di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (7/9/2019).

Dalam pleidoi yang dibacakan Sri Wahyuni tersebut, ada beberapa fakta baru yang mengungkap alasan terdakwa Rusdi menghukum Aldama hanya karena tidak memakai helm. Ia menyebut di kampus ATKP, taruna yang melanggar lalu lintas juga dapat dihukum oleh seniornya. 


Hal ini berdasarkan klarifikasi penasihat hukum atas saksi Triwahyudi Listin yang merupakan teman setingkat Rusdi di ATKP. 

"Saksi tersebut menerangkan bahwa pada pokoknya segala aturan yang berlaku di luar kampus tetap berlaku pula di dalam kampus ATKP, apalagi aturan tersebut diatur dengan aturan khusus, yaitu berkaitan dengan peraturan lalu lintas," ujar Sri Wahyuni. 

Baca juga: Dituntut 10 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Pembunuhan Taruna ATKP Ajukan Pembelaan

Sri Wahyuni menepis dakwan jaksa penuntut umum yang menyebutkan bahwa Rusdi melakukan pemukulan di ulu hati Aldama sebanyak dua kali.

Menurutnya, Rusdi hanya melakukan pemukulan sebanyak satu kali setelah memerintahkan Aldama melakukan sikap tobat selama 10 menit. 

"Hal tersebut dilakukan oleh terdakwa bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam diri korban Aldama mengingat bahwa korban merupakan junior dan terdakwa merupakan senior," paparnya.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Taruna ATKP Makassar, Terdakwa Dituntut 10 Tahun Penjara

Sidang kasus pembunuhan taruna tingkat 1 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar bakal dilanjutkan pada tanggal 21 Agustus mendatang dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim terhadap terdakwa Muhammad Rusdi. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Dua ABK Korban Pembantaian di KM Mina Sejati Diautopsi

Dua ABK Korban Pembantaian di KM Mina Sejati Diautopsi

Regional
Saldo Rekening Minus Rp 28 Juta Secara Misterius, Polisi Ini Gugat Bank BRI Solo

Saldo Rekening Minus Rp 28 Juta Secara Misterius, Polisi Ini Gugat Bank BRI Solo

Regional
Seekor Buaya Sinyulong Masuk ke Kolam Ikan Warga di Riau

Seekor Buaya Sinyulong Masuk ke Kolam Ikan Warga di Riau

Regional
Gubernur Ganjar: Cekcok Karena Sara Itu 'Jadul'

Gubernur Ganjar: Cekcok Karena Sara Itu "Jadul"

Regional
Pasangan Suami Istri Dibacok Saat Pergoki Maling Masuk Rumah

Pasangan Suami Istri Dibacok Saat Pergoki Maling Masuk Rumah

Regional
Nasib Nelayan Pantai Sadeng di Tangan Tengkulak, Melaut hingga 10 Hari Tapi Tidak Dapat Apa-apa...

Nasib Nelayan Pantai Sadeng di Tangan Tengkulak, Melaut hingga 10 Hari Tapi Tidak Dapat Apa-apa...

Regional
Unicef Desak Sekolah Sediakan Pembalut Cadangan

Unicef Desak Sekolah Sediakan Pembalut Cadangan

Regional
Gubernur Kalimantan Timur Buat Pergub Halau Broker Tanah di Lokasi Ibu Kota Negara

Gubernur Kalimantan Timur Buat Pergub Halau Broker Tanah di Lokasi Ibu Kota Negara

Regional
Kecewa Hasil Audensi, Pengemudi Ojol Mogok hingga Jumat

Kecewa Hasil Audensi, Pengemudi Ojol Mogok hingga Jumat

Regional
Usut Pembantaian di KM Mina Sejati, Polisi Periksa 35 ABK Kapal Gemilang Samudera

Usut Pembantaian di KM Mina Sejati, Polisi Periksa 35 ABK Kapal Gemilang Samudera

Regional
3 Warga Desa Ditangkap, Para Ibu Datangi Kantor Polisi Minta Penangguhan

3 Warga Desa Ditangkap, Para Ibu Datangi Kantor Polisi Minta Penangguhan

Regional
Biaya Sewa Naik 2 Kali Lipat, Pasar Seni Lukis Indonesia Ke-13 Terancam Batal Digelar

Biaya Sewa Naik 2 Kali Lipat, Pasar Seni Lukis Indonesia Ke-13 Terancam Batal Digelar

Regional
Kronologi Remaja Bunuh Pacar dengan Cangkul karena Ditolak Berhubungan Badan

Kronologi Remaja Bunuh Pacar dengan Cangkul karena Ditolak Berhubungan Badan

Regional
Kapolri, Panglima TNI, dan Wiranto ke Manokwari Papua: Kami Menyalami dan Bersilaturahmi

Kapolri, Panglima TNI, dan Wiranto ke Manokwari Papua: Kami Menyalami dan Bersilaturahmi

Regional
Diduga Masalah Lahan, Warga Rusak Kantor Kepala Desa di Lhokseumawe

Diduga Masalah Lahan, Warga Rusak Kantor Kepala Desa di Lhokseumawe

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X