Duduk Perkara Istri Siram Air Panas ke Tubuh Suami hingga Tewas

Kompas.com - 24/07/2019, 14:28 WIB
Ilustrasi garis polisi. THINKSTOCKIlustrasi garis polisi.

MAKASSAR, KOMPAS.com - AJ (30), warga Desa Kapita, Jeneponto nekat menyiram suaminya Bahtiar (28) dengan air panas usai mengetahui suaminya menikah dengan wanita berinisial M di Kota Makassar.

Penyiraman ini sendiri mengakibatkan tubuh Bahtiar luka hingga meninggal dunia usai dirawat selama sekitar enam hari. 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani mengungkapkan kronologi peristiwa hingga AJ nekat menyiram air panas Bahtiar.


Baca juga: Ingin Bawa Istri Kedua Tinggal Serumah, Alasan Istri Pertama Siram Suami dengan Air Panas

Sekitar tanggal 24 Juni 2019 lalu, AJ mengetahui suaminya telah menikah dengan M pada tahun 2018 lalu. 

Kabar ini didapatkan dari keluarga suaminya. Bahtiar sendiri belakangan sibuk bekerja di Makassar sebagai pengemudi ojek online. AJ menanyakan kabar ini ke Bahtiar yang dibenarkan sendiri oleh Bahtiar.

Tidak hanya itu, Bahtiar juga mengatakan akan mengajak istri keduanya itu tinggal serumah dengannya. 

Mengetahui hal ini dari mulut suaminya, AJ makin merasa sakit hati dan terbakar cemburu.

Puncaknya, pada Sabtu (13/7/2019)  pekan lalu, sekitar pukul 09.00 Wita, AJ memasak air panas di dalam panci. Saat itu, Bahtiar sedang tertidur di kamarnya. 

Usai air panasnya mendidih, AJ memindahkannya ke dalam ember lalu bergegas menuju kamar suaminya lalu menumpahkan air panas tersebut ke Bahtiar yang membuat dada dan perutnya melepuh.

"Sewaktu Bahtiar sedang tidur, AJ memasak air panas dan menuangkannya ke dalam ember lalu menyiramkannya ke arah suaminya di bagian dada dan perut," kata Dicky Soendani di Makassar.

Baca juga: Karena Air Panas, Perempuan Ini Tusuk Ibu dan Adik Kandung dengan Gunting

Mengetahui kejadian ini, keluarga Bahtiar lalu datang dan membawa Bahtiar ke Rumah Sakit Dg Pajolle di Kabupaten Takalar.

Namun pada Minggu dini hari, Bahtiar dipulangkan ke rumah saudaranya untuk diobati secara tradisional setelah di rumah sakit kondisi Bahtiar tidak mengalami perubahan. 

"Selama kurang lebih enam hari diobati, Bahtiar mengembuskan napasnya pada tanggal 19 Juli 2019 sekitar pukul 13.00 Wita," imbuhnya. 

Kematian Bahtiar sendiri tidak diterima oleh keluarganya. Keluarga sempat melaporkan perlakuan AJ ke Polsek terdekat.

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Bobby Rachman. 

"Sekitar pukul 15.00 Wita, Kapolsek Bangkala mendatangi langsung AJ di rumahnya di Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto," kata Bobby. 

Menurut Bobby, tindakan penyiraman yang dilakukan oleh AJ tidak direncanakan. Namun, AJ menyirami air panas suaminya dalam keadaan cemburu besar. 

"Itu spontan saat diketahui suami sudah menikah dengan perempuan lain," imbuhnya. 

AJ kini ditahan di sel tahanan Polres Jeneponto. Usai diperiksa, ia ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal Pasal 44 ayat 2 dan 3 Undang-Undang KDRT dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Megawati soal Permintaan Rekomendasi Langsung: Belum Jadi Pemimpin Sudah dari Belakang

Megawati soal Permintaan Rekomendasi Langsung: Belum Jadi Pemimpin Sudah dari Belakang

Regional
Viral, Gajah Liar Masuk Kompleks SD Lalu Makan Sawit dan Bunga, Orangtua Siswa Panik

Viral, Gajah Liar Masuk Kompleks SD Lalu Makan Sawit dan Bunga, Orangtua Siswa Panik

Regional
Keluarga Kakek yang Disebut Wagub Sulsel Meninggal karena Kelaparan Membantah

Keluarga Kakek yang Disebut Wagub Sulsel Meninggal karena Kelaparan Membantah

Regional
Kesultanan Selaco Tasikmalaya Ternyata Punya SK KemenkumHAM dan Surat dari PBB

Kesultanan Selaco Tasikmalaya Ternyata Punya SK KemenkumHAM dan Surat dari PBB

Regional
Tiga Ekor Surili Masuk Perkampungan Diduga Kelaparan, Makan Sabun Batangan

Tiga Ekor Surili Masuk Perkampungan Diduga Kelaparan, Makan Sabun Batangan

Regional
Megawati Nasihati Gubernur Sulut: Jangan Tambah Gemuk, Banyak Jalan

Megawati Nasihati Gubernur Sulut: Jangan Tambah Gemuk, Banyak Jalan

Regional
Ini 5 Faktor yang Sebabkan Longsor di Sukajaya Bogor Menurut PVMBG

Ini 5 Faktor yang Sebabkan Longsor di Sukajaya Bogor Menurut PVMBG

Regional
Paksa 2 Siswa SMP Lakukan Perbuatan Asusila, Pedagang Kolor Ditangkap Polisi

Paksa 2 Siswa SMP Lakukan Perbuatan Asusila, Pedagang Kolor Ditangkap Polisi

Regional
Polisi Sisir Kawasan Gunung Guntur, Cari Ladang Ganja Lainnya

Polisi Sisir Kawasan Gunung Guntur, Cari Ladang Ganja Lainnya

Regional
Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Regional
Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X