Diupah Rp 70.000, Bocah 11 Tahun Dijadikan Kurir Narkoba

Kompas.com - 10/07/2019, 14:44 WIB
Ilustrasi anak kecil sendirian,SHUTTERSTOCK Ilustrasi anak kecil sendirian,

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Dahlia (50) ditangkap tim satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar karena mempekerjakan AL, bocah 11 tahun sebagai kurir narkoba di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan. 

"Setelah dilakukan pengembangan, ditangkaplah orang yang menyuruh melakukan ataupun yang pengedar aslinya. Jadi anak ini hanya sebagai saksi, pelaku utamanya yaitu perempuan D," kata Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika, Rabu (10/7/2019).

Baca juga: Bocah Alifa, Pengidap Tomur Ganas Meninggal di RS Sanglah Bali

Diari mengatakan, AL mejalankan perintah Dahlia dalam mengedarkan sabu tanpa sepengahuan ibu kandung AL.


Dahlia mengenal AL pertama kali karena ibu AL bekerja sebagai tukang cuci di rumahnya di sekitaran Jalan Kerung-kerung, Maakassar. 

AL diperintahkan untuk mengantar paket sabu dengan cara mengambil saset tersebut di pot yang ada di rumah Dahlia. Sekali mengantar, AL diupah Rp 70.000. 

"Kalau tahu orangtuanya pasti melarang. Jadi orangtua anak ini bekerja di rumah pelaku, biasa datang untuk cuci baju. Anak ini sudah sering dimanfaatkan karena ada hubungan emosional antara pelaku dengan orangtua dari anak ini," ujarnya.

Baca juga: Tangis Pilu Bocah Berusia 44 Hari Penderita Kanker di Aceh Utara

Polisi sudah berkomunikasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan LPKS-ABH (Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Anak yang Berhadapan dengan Hukum) untuk penanganan hukum bocah tersebut. 

Dahlia dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 dan Pasal 112 Ayat 1 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun.

"Nanti kita bikinkan pernyataan bersama, dia berperan sebaga saksi dan tersangka utama tetap perempuan Dahlia, dan anak ini akan tetap didampingi orang tua," ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Regional
Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Regional
Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Regional
Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Regional
PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

Regional
6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Regional
Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Regional
Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Regional
Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Regional
Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Regional
Jaksa Banding Atas Vonis 4 Tahun Terhadap Pelajar 17 Tahun Kasus 26 Kg Sabu

Jaksa Banding Atas Vonis 4 Tahun Terhadap Pelajar 17 Tahun Kasus 26 Kg Sabu

Regional
Jauh dari Rumah Sakit, Penderita Bibir Sumbing NTT Sulit Berobat

Jauh dari Rumah Sakit, Penderita Bibir Sumbing NTT Sulit Berobat

Regional
Kekeringan, Warga Rela Berjalan Bolak balik Menyedot Air dengan Mulut

Kekeringan, Warga Rela Berjalan Bolak balik Menyedot Air dengan Mulut

Regional
Di Daerah Ini, Pelajar Lebih Banyak Tertular HIV/AIDS dibanding PSK

Di Daerah Ini, Pelajar Lebih Banyak Tertular HIV/AIDS dibanding PSK

Regional
Close Ads X