Saksi Sidang Hak Angket Ungkap Setoran Rp 10 M Untuk Menangkan Nurdin di Pilkada

Kompas.com - 09/07/2019, 16:10 WIB
Sidang paripurna DPRD Sulawesi Selatan yang menyetujui penggunaan hak angket untuk pemeritahan gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di ruang paripurna DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (24/6/2019). Kompas.com/HIMAWAN Sidang paripurna DPRD Sulawesi Selatan yang menyetujui penggunaan hak angket untuk pemeritahan gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di ruang paripurna DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (24/6/2019).

MAKASSAR,  KOMPAS.com – Sidang hak angket yang digulirkan DPRD Sulsel terus berlanjut dan satu persatu terungkap fakta-fakta tentang kebijakan dan keputusan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Seperti dalam sidang hak angket yang digelar di lantai 8 Menara DPRD Sulsel, Selasa (9/7/2019), tim hak angket memanggil mantan Kepala Dinas Bina Marga, Jumras.

Jumras yang hanya menjabat sekitar 3 bulan sebagai Kepala Dinas Bina Marga itu mengungkapkan perihal pencopotannya yang mendadak.

“Saya tidak tahu apa masalah saya sampai dicopot. Tiba-tiba saja saya dipanggil oleh Nurdin Abdullah di rumah jabatan Gubernur Sulsel pada hari Minggu (20/4/2019). Saya di situ langsung dicopot di berikan surat pencopotanku yang tertanggal 18 April 2019,” katanya.


Baca juga: Sidang Hak Angket Ungkap Perseteruan Nurdin Abdullah dengan Andi Sudirman di Pemprov Sulsel 

Jumras mengaku, dirinya tidak mengetahui apa kesalahan yang telah dibuatnya. Namun sebelum pencopotannya, dirinya ditemui oleh dua orang pengusaha bernama Angguk dan Fery. Dua orang pengusaha itu meminta proyek kepada dirinya.

“Saat Angguk dan Fery datang minta proyek, saya tidak langsung berikan. Di situ Angguk bercerita, bahwa dirinya telah menyetorkan uang sebesar Rp 10 miliar untuk memenangkan Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel,” ungkap Jumras.

Seketika, peserta sidang hak angket kaget mendengar pengakuan Jumras dalam ruangan itu.

Jumras dalam sidang angket membeberkan seluruh persoalan yang ada di Pemerintah Provinsi Sulsel. Namun kemudian dia meminta seluruh wartawan dan anggota Komite Pemantau Legislatif (Kopel) agar keluar dari ruangan sidang.

Permintaan Jumras pun disetujui oleh Ketua sidang hak angket, Kadir Halid.

Baca juga: DPRD Sulsel Resmi Ajukan Hak Angket untuk Gubernur Nurdin 

Diketahui, Jumras dicopot jabatannya oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Tak terima, dia lalu melaporkannya ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Dalam surat keputusan Gubernur nomor 822.2/11/IV/2019 tentang pemberhentian Jumras dari jabatan pimpinan tinggi pratama di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel, Gubernur mencopot Jumras, karena diduga terkait bagi-bagi proyek di Pemprov Sulsel.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Duta Teh Indonesia

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Duta Teh Indonesia

Regional
Soal OTT Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Prihatin, Wakil Wali Kota Minta Maaf

Soal OTT Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Prihatin, Wakil Wali Kota Minta Maaf

Regional
Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar

Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar

Regional
Makan Daging Sapi yang Sudah Mati Sehari, 60 Warga Masuk Rumah Sakit

Makan Daging Sapi yang Sudah Mati Sehari, 60 Warga Masuk Rumah Sakit

Regional
Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Regional
Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Regional
Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Regional
Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Regional
PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

Regional
Aktivitas Reklamasi Semakin 'Menggila', Ketua DPRD Batam Berang

Aktivitas Reklamasi Semakin "Menggila", Ketua DPRD Batam Berang

Regional
Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Regional
Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Regional
Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Regional
Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X