Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Padati Terminal Bus Daya Makassar

Kompas.com - 31/05/2019, 15:45 WIB
Ilustrasi terminal bus Jessi CarinaIlustrasi terminal bus

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pada H-5 Lebaran, terminal bus regional Daya di Makassar mulai dipadati penumpang. Padahal, biasanya terminal ini mulai ramai pada H-3 Lebaran.

Salah satu penumpang asal Morowali, Sulawesi Tengah, Nurul Muhaiminu, mengatakan mudik kali ini lebih dipersiapkan lantaran harga tiket pesawat yang terlalu melambung tinggi.

Sehingga ia dan warga lainnya lebih memilih menggunakan transportasi darat atau bus.

Nurul sendiri telah memesan tiket tujuan Morowali jauh hari sebelumnya karena takut harga tiket bus juga akan naik lantaran meningkatnya permintaan transportasi bus.

"Pilih naik bus karena kalau naik pesawat itu bisa bayar sampai Rp 1 juta. Naik bus hanya Rp 220.000. Itu saja harganya sudah tinggi," kata dia.

Baca juga: Akhirnya Setelah Bertahun-tahun Padang Akan Miliki Terminal Bus

Baginya, antusiasme umat Islam menyiapkan Idul Fitri memang tidak dapat dibendung.

Mayoritas umat Muslim bahkan rela merogoh kantongnya hanya untuk bisa berlebaran bersama keluarga tercinta di kampung halaman.

"Ini adalah momen sekali setahun. Sebagai anak rantau, saya tidak ingin melewatkannya," kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Seorang penumpang bus dengan tujuan Luwu Utara, Ira Bahari, mengaku biasanya para penumpang di terminal setempat akan lebih banyak saat H-3 Lebaran, sebab pada masa itu karyawan dari berbagai perusahaan telah mendapatkan jatah libur Lebaran.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Melambung, Jumlah Pemudik di Bandara Halim Turun

"Saya pernah pulang minus tiga hari. Jadi saya tahu kondisi kapan terminal lagi padat-padatnya. Makanya saya lebih cepat mudik untuk menghindari kepadatan pemudik," kata perempuan asal Bone-Bone, Luwu Utara itu.

Dengan kepadatan pemudik di tempat tersebut di Makassar, Jumat, membuat petugas terminal tidak henti-hentinya mengingatkan mereka untuk memperhatikan keamanan barang bawaannya, sebab tidak sedikit dari mereka yang membawa belanjaan dengan jumlah berlebihan.

"Banyak yang beli baju Lebaran, bahkan ada yang memang datang ke Makassar khusus untuk membeli pakaian dan dijual kembali," kata karyawan bus Pipos, Didit.

Berdasarkan pantauan, sejumlah petugas keamanan mulai berjaga-jaga di sekitar Terminal Regional Daya. Mereka antara lain personel kepolisian dan Dinas Perhubungan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

Regional
Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Regional
Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Regional
Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Regional
Kesal Sering Cekcok, Pria Ini Tega Bunuh Tetangganya yang Menderita Gangguan Mental

Kesal Sering Cekcok, Pria Ini Tega Bunuh Tetangganya yang Menderita Gangguan Mental

Regional
Protes Digusur, Perempuan PKL di Tegal Siram Bensin ke Tubuhnya dan Satpol PP, Videonya Viral

Protes Digusur, Perempuan PKL di Tegal Siram Bensin ke Tubuhnya dan Satpol PP, Videonya Viral

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X