Usai Sidang, Puluhan Kerabat Korban Hadang Dua Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar

Kompas.com - 04/04/2019, 18:51 WIB
Polisi berjaga di samping mobil tahanan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Makassar saat berada di PN MAKASSAR, Kamis (4/4/2019) Kompas.com/HIMAWAN Polisi berjaga di samping mobil tahanan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Makassar saat berada di PN MAKASSAR, Kamis (4/4/2019)

MAKASSAR, KOMPAS.com - Dua terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, nyaris diamuk keluarga dan kerabat korban usai sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (4/4/2019).

Puluhan warga yang mayoritas berasal dari keluarga dan kerabat korban itu berdiri di depan pintu utama PN Makassar dan mencoba menghadang dua terdakwa yaitu Ilham Agsari dan Zulkifli Amir.

Peristiwa ini bermula kerabat korban geram karena tidak bisa mengikuti jalannya persidangan lantaran tak mendapatkan info ruang persidangan dipindahkan.

Polisi yang mengawal kedua terdakwa ini lalu mencoba berlari untuk menghindari hadangan tersebut. Dua terdakwa yang terborgol juga ikut lari agar tak terkena pukulan.

Pemandangan ini berlangsung hingga ke halaman belakang pengadilan. Polisi mencoba menenangkan warga dan membawa terdakwa masuk ke mobil tahanan.

"Kami tidak kecewa dengan tuntutan jaksa, kami terima. Tapi kami sangat kecewa karena tidak bisa melihat jalannya sidang," kata Amir, orangtua salah satu korban.

Baca juga: Dua Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar Dituntut Hukuman Mati

Ketua Tim JPU Tabrani mengatakan, hakim memang meminta untuk memindahkan ruangan tempat berlangsungnya sidang lantaran ruang sidang utama yang selalu digunakan sebelumnya masih terpakai dalam perkara lain.

"Tidak ada alasan untuk menutup-nutupi sidang. Ini kan sidang terbuka untuk umum sejak awal," kata Tabrani.

Baca juga: Satu Keluarga di Makassar Tewas Dibakar oleh Kartel Narkoba

Sidang pembacaan tuntutan perkara pembunuhan satu keluarga sempat ditunda selama lima kali. Jaksa beralasan pembacaan tuntutan tak kunjung dibacakan karena persetujuan dari Kejaksaan Agung tak kunjung diberikan. 

Jaksa penuntut umum menuntut hukuman mati pada kedua pelaku kasus pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan yang terjadi pada 4 Agustus 2018 lalu.

Kedua terdakwa dikenakan pasal 340 KUHP Juncto pasal 55 ayar 1 ke (1) KUHP. Sidang akan dilanjutkan pada 9 April dengan agenda pembacaan pleidoi untuk kedua terdakwa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baliho Berisi Surat Gubernur tentang Pemecatan Faida Dipasang di Depan Pendopo Bupati Jember

Baliho Berisi Surat Gubernur tentang Pemecatan Faida Dipasang di Depan Pendopo Bupati Jember

Regional
Jumlah Kasus Corona di Kota Bandung Masih Terus Melonjak

Jumlah Kasus Corona di Kota Bandung Masih Terus Melonjak

Regional
Blora Persiapkan 50 Persen Sekolah Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Blora Persiapkan 50 Persen Sekolah Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Regional
Viral Video Truk Terguling di Serang, Muatannya Dijarah Warga, Ini Penjelasan Kapolres

Viral Video Truk Terguling di Serang, Muatannya Dijarah Warga, Ini Penjelasan Kapolres

Regional
Aceh Segera Terbitkan Qanun soal Haji dan Umrah, Apa Saja Isinya?

Aceh Segera Terbitkan Qanun soal Haji dan Umrah, Apa Saja Isinya?

Regional
Gunung Semeru Meletus, Awan Panas Meluncur 11 Kilometer Selama 3 Jam, Warga Panik dan Mengungsi

Gunung Semeru Meletus, Awan Panas Meluncur 11 Kilometer Selama 3 Jam, Warga Panik dan Mengungsi

Regional
Kesaksian Warga yang Melihat Gunung Semeru Meletus: Seperti Guguran Awan Panas

Kesaksian Warga yang Melihat Gunung Semeru Meletus: Seperti Guguran Awan Panas

Regional
Setelah Dusun Semilir, Pemkab Semarang Incar Tempat Wisata Lain Pelanggar Protokol Kesehatan

Setelah Dusun Semilir, Pemkab Semarang Incar Tempat Wisata Lain Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Menguji Tuah Prabowo di Pilkada Sumatera Barat

Menguji Tuah Prabowo di Pilkada Sumatera Barat

Regional
Tak Terima Ditegur saat Mabuk, Pelajar di Cianjur Bacok Pegawai Provider Seluler

Tak Terima Ditegur saat Mabuk, Pelajar di Cianjur Bacok Pegawai Provider Seluler

Regional
Memburu Ali Kalora, Pimpinan MIT yang Terlibat Teror di Sigi, Operasi Rutin hingga Gunakan Thermal Drone

Memburu Ali Kalora, Pimpinan MIT yang Terlibat Teror di Sigi, Operasi Rutin hingga Gunakan Thermal Drone

Regional
Kisah Rizti, 9 Tahun Dampingi Suami Pengidap HIV/AIDS, hingga Bangun Komunitas Pita Merah

Kisah Rizti, 9 Tahun Dampingi Suami Pengidap HIV/AIDS, hingga Bangun Komunitas Pita Merah

Regional
Spanduk Ajakan Taati Protokol Kesehatan Diturunkan, Seniman di Banyumas Protes

Spanduk Ajakan Taati Protokol Kesehatan Diturunkan, Seniman di Banyumas Protes

Regional
Luhut Soroti Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali, Kadinkes: Setelah Libur Panjang Tidak Meningkat

Luhut Soroti Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali, Kadinkes: Setelah Libur Panjang Tidak Meningkat

Regional
Pasukan Kostrad, Marinir, dan Tontaikam Ikut Buru Kelompok Ali Kalora

Pasukan Kostrad, Marinir, dan Tontaikam Ikut Buru Kelompok Ali Kalora

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X