Dua Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar Dituntut Hukuman Mati

Kompas.com - 04/04/2019, 17:29 WIB
Mobil Tahanan dua terdakwa pembunuhan satu keluarga di Makassar di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (4/4/2019). Kompas.com/HIMAWAN Mobil Tahanan dua terdakwa pembunuhan satu keluarga di Makassar di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (4/4/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Jaksa penuntut umum menuntut hukuman mati pada dua terdakwa kasus pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan yang terjadi pada tanggal 4 Agustus 2018 lalu.

Dua terdakwa bernama Andi Muhammad Ilham dan Zulkifli Amir merupakan eksekutor yang membakar langsung rumah milik Sanusi yang juga menjadi korban dalam pembunuhan itu.

Dua terdakwa juga merupakan bawahan Akbar Daeng Ampuh, jaringan kartel narkoba yang juga otak dari pembunuhan ini.

"Menyatakan terdakwa Andi Muhammad Ilham Agsary alias Ilho dan Zulkifli Amir alias Ramma terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP bersama-sama," kata Tabrani, salah satu jaksa penuntut umum saat membacakan tuntutan di PN Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/4/2019).

Baca juga: Satu Keluarga di Makassar Tewas Dibakar oleh Kartel Narkoba

Tabrani mengatakan, tak ada satupun pertimbangan yang membuat kedua terdakwa bisa mendapatkan keringanan dalam perkara ini.

Salah satu hal yang memberatkan ialah karena pembunuhan ini dilakukan dengan cara direncanakan terlebih dahulu. Dimana kedua terdakwa sebelum mengeksekusi korban menyusun strategi yang diotaki Akbar Daeng Ampuh dari bilik penjara.

"Di malam hari orang pada tidur semua dimana korban tidak memiliki upaya lain dan ini sudah terstruktur karena pelaku beli bensin dulu. Selain itu ada juga kerugian materi yang ditimbulkan bukan hanya kerugian nyawa. Dimana ada rumah lain yang kena dampak dari pembakaran ini," ujar Tabrani.

Baca juga: Kisah Satu Keluarga yang Selamat dari Speedboat yang Hancur Tabrak Pohon di Sungai Musi

Sebelumnya, pembunuhan yang dilakukan kedua terdakwa didasari utang narkoba yang dimiliki oleh Ahmad Fahri, salah satu korban kepada Akbar Daeng Ampuh yang juga bos dari kedua terdakwa tersebut.

Karena tidak membayar utangnya sebesar Rp 29 juta, Akbar geram dan menyuruh kedua anak buahnya itu untuk menghabisi nyawa Fahri dengan cara membakar rumah milik kakeknya, Sanusi, tempat Fhari tinggal. 

Selain Fahri, lima kerabatnya yang berada di dalam rumah itu juga ikut tewas terbakar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erupsi Gunung Semeru, 550 Warga di Radius 10 Kilometer dari Kawah Mengungsi

Erupsi Gunung Semeru, 550 Warga di Radius 10 Kilometer dari Kawah Mengungsi

Regional
Baliho Berisi Surat Gubernur tentang Pemecatan Faida Dipasang di Depan Pendopo Bupati Jember

Baliho Berisi Surat Gubernur tentang Pemecatan Faida Dipasang di Depan Pendopo Bupati Jember

Regional
Jumlah Kasus Corona di Kota Bandung Masih Terus Melonjak

Jumlah Kasus Corona di Kota Bandung Masih Terus Melonjak

Regional
Blora Persiapkan 50 Persen Sekolah Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Blora Persiapkan 50 Persen Sekolah Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Regional
Viral Video Truk Terguling di Serang, Muatannya Dijarah Warga, Ini Penjelasan Kapolres

Viral Video Truk Terguling di Serang, Muatannya Dijarah Warga, Ini Penjelasan Kapolres

Regional
Aceh Segera Terbitkan Qanun soal Haji dan Umrah, Apa Saja Isinya?

Aceh Segera Terbitkan Qanun soal Haji dan Umrah, Apa Saja Isinya?

Regional
Gunung Semeru Meletus, Awan Panas Meluncur 11 Kilometer Selama 3 Jam, Warga Panik dan Mengungsi

Gunung Semeru Meletus, Awan Panas Meluncur 11 Kilometer Selama 3 Jam, Warga Panik dan Mengungsi

Regional
Kesaksian Warga yang Melihat Gunung Semeru Meletus: Seperti Guguran Awan Panas

Kesaksian Warga yang Melihat Gunung Semeru Meletus: Seperti Guguran Awan Panas

Regional
Setelah Dusun Semilir, Pemkab Semarang Incar Tempat Wisata Lain Pelanggar Protokol Kesehatan

Setelah Dusun Semilir, Pemkab Semarang Incar Tempat Wisata Lain Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Menguji Tuah Prabowo di Pilkada Sumatera Barat

Menguji Tuah Prabowo di Pilkada Sumatera Barat

Regional
Tak Terima Ditegur saat Mabuk, Pelajar di Cianjur Bacok Pegawai Provider Seluler

Tak Terima Ditegur saat Mabuk, Pelajar di Cianjur Bacok Pegawai Provider Seluler

Regional
Memburu Ali Kalora, Pimpinan MIT yang Terlibat Teror di Sigi, Operasi Rutin hingga Gunakan Thermal Drone

Memburu Ali Kalora, Pimpinan MIT yang Terlibat Teror di Sigi, Operasi Rutin hingga Gunakan Thermal Drone

Regional
Kisah Rizti, 9 Tahun Dampingi Suami Pengidap HIV/AIDS, hingga Bangun Komunitas Pita Merah

Kisah Rizti, 9 Tahun Dampingi Suami Pengidap HIV/AIDS, hingga Bangun Komunitas Pita Merah

Regional
Spanduk Ajakan Taati Protokol Kesehatan Diturunkan, Seniman di Banyumas Protes

Spanduk Ajakan Taati Protokol Kesehatan Diturunkan, Seniman di Banyumas Protes

Regional
Luhut Soroti Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali, Kadinkes: Setelah Libur Panjang Tidak Meningkat

Luhut Soroti Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali, Kadinkes: Setelah Libur Panjang Tidak Meningkat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X