Polisi Kembali Tangkap 2 Joki CPNS di Makassar, 7 Masih Buron

Kompas.com - 08/11/2018, 15:57 WIB
kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani dan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar,  Kompol Wirdhanto Hadicaksono menunjukkan dua tersangka joki CPNS yang baru ditangkapnya. KOMPAS.com/Hendra Ciptokabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani dan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono menunjukkan dua tersangka joki CPNS yang baru ditangkapnya.


MAKASSAR, KOMPAS.com – Pengungkapan kasus perjokian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang diselenggarakan di Aula RRI, Jl Ribura’ne, Kota Makassar terus dilakukan Polda Sulsel dan jajarannya.

Setelah menangkap 6 orang tersangka dalam satu sindikat, kini polisi kembali menangkap 2 dari 9 orang tersangka yang masih buron.

Kedua tersangka yang baru ditangkap yakni Muh Rusnan (33) warga Bumi Permata Sudiang, Blok J 3, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Selain itu, ditangkap pula seorang PNS Pemerintah Kota Makassar bernama Andi Slamet alias Memet (30), warga Jl Sibula Dalam no 68, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono dalam keterangan persnya, Kamis (8/11/2018) mengatakan, tersangka M Rusnan ditangkap di rumahnya, Selasa (8/11/2018).

Sementara Memet ditangkap di rumahnya, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Kasus Joki CPNS di Makassar, Pelindo IV Bantah Ada Dokter Jadi Pegawainya

“Dari 9 orang buron, 2 tersangka sudah kami tangkap. Sisa 7 tersangka lagi yang kami kejar. Semua tersangka melakukan tindak pidana membuat surat yang diduga palsu sesuai dangan pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 dan pasal 55 ayat 1 ke 1 (e) KUHpidana. Total tersangka yang kami tangkap 8 orang dan sudah ditahan,” tegasnya.

Sebelumnya, telah diberitakan, praktek perjokian dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Kota Makassar terungkap.

Panitia seleksi CPNS dan aparat kepolisian berhasil menangkap 6 orang dalam sindikat perjokian dan salah seorang diataranya merupakan dokter PNS yang bertugas di wilayah Pelindo IV Makassar.

Keenam tersangka sindikat joki CPNS masing-masing dokter Wahyudi, Musriadi, Martin Tumpak, Ahmad Lutfi, Hamdi Widi, dan Adi Putra.

Keenamnya ditangkap saat pelaksanaan tes CPNS di Aula Kantor RRI Jl Riburane, Kota Makassar.

Awalnya, 4 tersangka tertangkap setelah panitia seleksi CPNS yang dikawal aparat kepolisian melakukan pemeriksaan KTP dan kartu tes CPNS Kemenkumham di Aula RRI Makassar.

Keempat tersangka tak berkutik dan langsung diamankan ke markas Polrestabes Makassar guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kompas TV Yang menarik, betor ini diisi oleh dua orang, yakni pebalap dan joki.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
Warga Bekasi Ditemukan Tinggal Kerangka di Jepara

Warga Bekasi Ditemukan Tinggal Kerangka di Jepara

Regional
Pembunuh Ibu Kos di Tulungagung Ditangkap, Cekik Korban Hingga Tewas dan Curi Perhiasan

Pembunuh Ibu Kos di Tulungagung Ditangkap, Cekik Korban Hingga Tewas dan Curi Perhiasan

Regional
Pemkab Kulon Progo Surati Sultan HB X, Minta Underpass Kulur Segera Dituntaskan

Pemkab Kulon Progo Surati Sultan HB X, Minta Underpass Kulur Segera Dituntaskan

Regional
KPU Denpasar Tutup Pendaftaran, Nihil Calon Independen di Pilkada

KPU Denpasar Tutup Pendaftaran, Nihil Calon Independen di Pilkada

Regional
Selama Sepekan, Jembatan di Sungai Pentasan Prabumulih Terendam Banjir

Selama Sepekan, Jembatan di Sungai Pentasan Prabumulih Terendam Banjir

Regional
Maju Pilkada, Istri Bupati Buru Selatan Janji Perjuangkan Nasib Perempuan

Maju Pilkada, Istri Bupati Buru Selatan Janji Perjuangkan Nasib Perempuan

Regional
Bupati Lebak Geram Galian Tanah Diangkut ke Tangerang untuk Proyek Perumahan

Bupati Lebak Geram Galian Tanah Diangkut ke Tangerang untuk Proyek Perumahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X