4 Fakta di Balik Kematian Satu Keluarga Dibakar Mafia Narkoba

Kompas.com - 14/08/2018, 19:13 WIB
Lima pelaku pembakaran rumah di Jl Tinumbu, Makassar ditangkap polisi. KOMPAS.com/Hendra CiptoLima pelaku pembakaran rumah di Jl Tinumbu, Makassar ditangkap polisi.

KOMPAS.com - Gerombolon mafia narkoba di Makassar nekat membakar sebuah rumah dan membuat enam orang penghuninya yang sedang tertidur lelap, meninggal dunia, pada Senin (6/8/2018). 

Kemarahan para mafia tersebut hanya dipicu utang hasil penjualan narkoba sebesar Rp 10 juta. 

Saat ini jajaran Polrestabes Makassar sudah meringkus lima terduga pelaku pembakaran tersebut. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/8/2018), sekitar pukul 03.45 Wita, di Jalan Tinumbu, Makassar. 

Berikut sejumlah fakta terkait kasus tersebut.

1. Dipicu utang narkoba sebesar Rp 10 juta

Ilustrasi uang. Dok. HaloMoney.co.id Ilustrasi uang.

Muhammad Fahri alias Desta tidak menyetorkan hasil penjualan 9 paket narkoba senilai Rp 10 juta kepada Akbar Ampuh, seorang narapidana kasus pembunuhan yang masih mendekam di Lapas Kelas 1 Makassar.

Akbar pun emosi dan segera memerintahkan Andi Ilham dan Rahman alias Appang, untuk mendatangi rumah Desta dan menagih uang tersebut.

Setelah bertemu dengan Desta, kedua preman tersebut segera menghajar habis-habisan dan  membuat Desta lari tunggang langgang. Desta pun bersembunyi di rumah kakeknya, Haji Sanusi (70), yang berada di dekat lokasi rumahnya. 

Masih belum puas menghajar Desta, kedua preman memanggil gerombolannya untuk mencari keberadaan Desta.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasukan Kostrad, Marinir, dan Tontaikam Ikut Buru Kelompok Ali Kalora

Pasukan Kostrad, Marinir, dan Tontaikam Ikut Buru Kelompok Ali Kalora

Regional
Wali Kota Padang Diminta Menonaktifkan Kasatpol PP yang Diduga Bantu Calon Gubernur

Wali Kota Padang Diminta Menonaktifkan Kasatpol PP yang Diduga Bantu Calon Gubernur

Regional
Satgas Covid-19 Sidak Warkop di Pontianak yang Dipenuhi Mahasiswa, 7 Orang Positif

Satgas Covid-19 Sidak Warkop di Pontianak yang Dipenuhi Mahasiswa, 7 Orang Positif

Regional
Duka Mulyadi, Tak Bisa Lihat Jasad Putra Semata Wayangnya yang Tertabrak Truk Tangki Pengangkut BBM

Duka Mulyadi, Tak Bisa Lihat Jasad Putra Semata Wayangnya yang Tertabrak Truk Tangki Pengangkut BBM

Regional
Guru Harus Swab Test Jelang Belajar Tatap Muka di Sulsel, Sekolah Harus Di-fogging

Guru Harus Swab Test Jelang Belajar Tatap Muka di Sulsel, Sekolah Harus Di-fogging

Regional
Warga Mulai Tak Disiplin, Risma Minta Bawahannya Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Warga Mulai Tak Disiplin, Risma Minta Bawahannya Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Regional
Gunung Semeru Meletus, Keluarkan Awan Panas Selama Hampir 3 Jam

Gunung Semeru Meletus, Keluarkan Awan Panas Selama Hampir 3 Jam

Regional
10 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Cipali Diidentifikasi, 7 Orang Berasal dari Pekalongan

10 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Cipali Diidentifikasi, 7 Orang Berasal dari Pekalongan

Regional
Jadwal Perjalanan LRT Palembang Kembali Ditambah

Jadwal Perjalanan LRT Palembang Kembali Ditambah

Regional
20.000 Pil Ekstasi dan Sabu Asal Malaysia Diselundupkan ke Batam

20.000 Pil Ekstasi dan Sabu Asal Malaysia Diselundupkan ke Batam

Regional
Gunung Semeru Meletus, Warga Berbondong-bondong Mengungsi

Gunung Semeru Meletus, Warga Berbondong-bondong Mengungsi

Regional
Simpan 19 Kilogram Sabu, Bapak dan Anak di Palu Terancam Hukuman Mati

Simpan 19 Kilogram Sabu, Bapak dan Anak di Palu Terancam Hukuman Mati

Regional
Demo di PLTU Paiton, Aktivis Lingkungan Menduga Tumpahan Batu Bara Rusak Ekosistem Laut

Demo di PLTU Paiton, Aktivis Lingkungan Menduga Tumpahan Batu Bara Rusak Ekosistem Laut

Regional
Pengusaha Jasa Pesta Nikah Enggan Tes Swab, Resepsi Dilarang Sampai Zona Hijau

Pengusaha Jasa Pesta Nikah Enggan Tes Swab, Resepsi Dilarang Sampai Zona Hijau

Regional
Potret Siswa Cendekia Cianjur, Mendulang Prestasi di Masa Karantina

Potret Siswa Cendekia Cianjur, Mendulang Prestasi di Masa Karantina

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X