Carrefour Pertimbangkan Seret KPPU ke Arbitrase Internasional

Kompas.com - 28/05/2009, 08:00 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Carrefour ternyata bukan anak bawang yang mudah ditekan kendati sedang berhadapan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Carrefour sedang menimbang opsi untuk membawa perkaranya melawan lembaga pengawas monopoli itu ke arbitrase internasional.

Seperti Anda ketahui, peritel raksasa asal Prancis ini tengah menghadapi tuduhan memonopoli pasar ritel setelah mengakuisisi jaringan minimarket Alfaretailindo, Januari 2008. KPPU sudah memutuskan akan melanjutkan pemeriksaan monopoli oleh Carrefour ini.

Direktur Corporate Affairs Carrefour Irawan D Kadarman menjelaskan, opsi membawa persoalan ke arbitrase internasional tak terelakkan jika perkara ini terus berlarut-larut. Akibatnya, 20.000 karyawan Carrefour dan 3.000 karyawan Alfa Retailindo menjadi cemas. "Kami akan melihat dulu karena ini masih tahap pemeriksaan kedua. Yang pasti, semua opsi kami pertimbangkan," katanya, Rabu (27/7).

Carrefour juga merasa sudah menyampaikan bukti kepada KPPU yang menunjukkan bahwa ia tidak memonopoli pasar ritel. "Kami sudah memberikan hasil riset independen, tapi KPPU tidak pernah mempelajari data itu," ujar Ignatius Andy, kuasa hukum Carrefour.

Irawan mengklaim, hingga kini Carrefour hanya menguasai 17 persen pasar. "Sekitar 83 persen lainnya berada di pihak lain. Jadi, tuduhan itu tidak beralasan," ujarnya.

Alih-alih menerima keberatan itu, KPPU malah menambah dua tuduhan lagi, melanggar Pasal 20 dan 28 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Dua pasal itu tentang merger serta akuisisi yang berdampak ke monopoli dan persaingan tidak sehat.

Direktur Komunikasi KPPU Ahmad Djunaidi masih enggan mengomentari rencana Carrefour itu. Yang pasti, KPPU menilai, pemeriksaan terhadap Carrefour bukan sebuah sengketa. "Akan lebih baik kita fokus pada pembuktian bahwa pelaku usaha telah melakukan perilaku yang sehat tanpa menyalahgunakan posisi dominan," tuturnya.

Departemen Perdagangan, selaku regulator industri ritel, tampak berhati-hati menyikapi opsi arbitrase itu. "Kita kan punya forum komunikasi yang terdiri atas berbagai peritel, selesaikan semua di situ dulu," ujar Gunaryo, Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan. (Epung Saepudin, Nadia Citra Surya/Kontan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.